30.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Jembatan Bandarngalim Jadi Empat Lajur

KOTA, JP Radar Kediri–Seperti apa konstruksi Jembatan Bandarngalim setelah dibangun akhir tahun ini? PT Bukaka sebagai penggarap proyek menyebut jika saat ini hanya dua lajur, ke depan akan diubah menjadi empat lajur.

Manajer Lapangan PT Bukaka Teknik Utama Eko Satrio mengungkapkan, meski sama-sama empat lajur seperti Jembatan Brawijaya, tetapi Jembatan Bandarngalim nantinya tetap berbeda. “Empat lajur tetapi tidak ada sekatnya. Kalau di Jembatan Brawijaya ada sekatnya,” kata Eko.

Tak hanya menambah lajur jembatan, pihaknya juga menambah lebar jembatan enam meter. Jika sebelumnya hanya selebar tujuh meter, ke depan menjadi 13 meter. Adapun panjangnya tidak berubah. Tetap 142 meter.

Proyek yang menggunakan dana APBN itu ditargetkan akan dimulai pada 2 Oktober nanti. Selanjutnya, pada 5 Agustus 2023 proyek diharapkan sudah selesai. “Pembongkaran (konstruksi jembatan lama, Red) akan dimulai 9 Oktober sampai 10 Desember,” terangnya.

Bagaimana dengan konstruksi detail jembatan? Eko menuturkan, jembatan yang semula tipe callender hamilton (CH) menjadi konstruksi steel box girder (SBG). Eko mengklaim, konstruksi baru akan membuat bangunan lebih solid. Kejadian ambruknya jembatan seperti yang terjadi di Lamongan dan Pekalongan bisa dicegah dengan konstruksi tersebut.

Baca Juga :  Info CASN Kediri: Pendaftar Nakes Bisa Perbaiki STR

“Nanti jembatan tidak lagi bergoyang seperti sekarang,” papar pria yang juga mengerjakan jembatan konstruksi serupa di sembilan daerah di Jawa Timur tersebut.

Untuk diketahui, tahun ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana mengganti 37 jembata tipe CH di pulau Jawa. Pemerintah menggelontor dana total Rp 2,199 triliun yang penggarapannya dimenangkan oleh PT Bukaka Teknik Utama.

Jelang realisasi proyek, tim Bukaka melakukan sosialisasi kepada warga di Kelurahan Bandarkidul (9/6). Mereka merespons sejumlah kekhawatiran warga saat proyek tengah berlangsung. Termasuk ancaman kebisingan yang bisa saja terjadi siang dan malam hari.

Eko menyebut pihaknya menggunakan alat dengan tingkat kebisingan yang masih wajar. “Setara dengan kebisingan lalu lintas pada siang hari,” paparnya sembari menyebut pihaknya juga menggunakan alat pengeboran yang tidak menimbulkan getaran signifikan.

Baca Juga :  Kota Harus Bisa Manfaatkan Peluang Bandara

Seperti diberitakan, Jembatan Bandarngalim yang dibangun pada 1973 lalu itu sudah mulai overload. Hal tersebut terlihat dari volume, capacity, dan ratio (VCR) Jembatan Bandarngalim yang masih di atas 0,5 hingga 1. Padahal, idealnya VCR jembatan harus di bawah angka 0,5. Penumpukan kendaraan di sana juga terjadi pada jam-jam padat.

Jembatan yang didesain tidak bisa menopang beban statis itu pun kian mengkhawatirkan. Sebab, kemacetan sering terjadi di jembatan yang mengakibatkan konstruksi tersebut menanggung beban yang berat.

Sebelum diputuskan pembangunan jembatan menggunakan dana APBN, Pemkot Kediri beberapa kali melakukan studi untuk membangun jembatan. Tetapi, rencana tersebut belum terealisasi karena beberapa hambatan.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Seperti apa konstruksi Jembatan Bandarngalim setelah dibangun akhir tahun ini? PT Bukaka sebagai penggarap proyek menyebut jika saat ini hanya dua lajur, ke depan akan diubah menjadi empat lajur.

Manajer Lapangan PT Bukaka Teknik Utama Eko Satrio mengungkapkan, meski sama-sama empat lajur seperti Jembatan Brawijaya, tetapi Jembatan Bandarngalim nantinya tetap berbeda. “Empat lajur tetapi tidak ada sekatnya. Kalau di Jembatan Brawijaya ada sekatnya,” kata Eko.

Tak hanya menambah lajur jembatan, pihaknya juga menambah lebar jembatan enam meter. Jika sebelumnya hanya selebar tujuh meter, ke depan menjadi 13 meter. Adapun panjangnya tidak berubah. Tetap 142 meter.

Proyek yang menggunakan dana APBN itu ditargetkan akan dimulai pada 2 Oktober nanti. Selanjutnya, pada 5 Agustus 2023 proyek diharapkan sudah selesai. “Pembongkaran (konstruksi jembatan lama, Red) akan dimulai 9 Oktober sampai 10 Desember,” terangnya.

Bagaimana dengan konstruksi detail jembatan? Eko menuturkan, jembatan yang semula tipe callender hamilton (CH) menjadi konstruksi steel box girder (SBG). Eko mengklaim, konstruksi baru akan membuat bangunan lebih solid. Kejadian ambruknya jembatan seperti yang terjadi di Lamongan dan Pekalongan bisa dicegah dengan konstruksi tersebut.

Baca Juga :  Verifikasi Berkas Enam OPD

“Nanti jembatan tidak lagi bergoyang seperti sekarang,” papar pria yang juga mengerjakan jembatan konstruksi serupa di sembilan daerah di Jawa Timur tersebut.

Untuk diketahui, tahun ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana mengganti 37 jembata tipe CH di pulau Jawa. Pemerintah menggelontor dana total Rp 2,199 triliun yang penggarapannya dimenangkan oleh PT Bukaka Teknik Utama.

Jelang realisasi proyek, tim Bukaka melakukan sosialisasi kepada warga di Kelurahan Bandarkidul (9/6). Mereka merespons sejumlah kekhawatiran warga saat proyek tengah berlangsung. Termasuk ancaman kebisingan yang bisa saja terjadi siang dan malam hari.

Eko menyebut pihaknya menggunakan alat dengan tingkat kebisingan yang masih wajar. “Setara dengan kebisingan lalu lintas pada siang hari,” paparnya sembari menyebut pihaknya juga menggunakan alat pengeboran yang tidak menimbulkan getaran signifikan.

Baca Juga :  Peresmian Jembatan Brawijaya Bareng Ultah Jembatan Lama

Seperti diberitakan, Jembatan Bandarngalim yang dibangun pada 1973 lalu itu sudah mulai overload. Hal tersebut terlihat dari volume, capacity, dan ratio (VCR) Jembatan Bandarngalim yang masih di atas 0,5 hingga 1. Padahal, idealnya VCR jembatan harus di bawah angka 0,5. Penumpukan kendaraan di sana juga terjadi pada jam-jam padat.

Jembatan yang didesain tidak bisa menopang beban statis itu pun kian mengkhawatirkan. Sebab, kemacetan sering terjadi di jembatan yang mengakibatkan konstruksi tersebut menanggung beban yang berat.

Sebelum diputuskan pembangunan jembatan menggunakan dana APBN, Pemkot Kediri beberapa kali melakukan studi untuk membangun jembatan. Tetapi, rencana tersebut belum terealisasi karena beberapa hambatan.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/