26.2 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Di Kediri Pasokan Minyak Goreng Curah dari Kemendag Tersendat

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Pasokan minyak goreng (migor) curah dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) tersendat. Untuk memenuhi permintaan pasar, Pemkab Kediri mengambil pasokan dari distributor lokal dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.

          Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengungkapkan, sedianya Kabupaten Kediri mendapat pasokan minyak curah dari Kemendag sebesar sembilan ton. Tetapi yang datang hanya enam ton. “Akhirnya yang tiga ton dipenuhi dari distributor lokal agar semua pedagang yang sudah terdata bisa mendapatkan minyak goreng curah,” kata Tutik menyinggung dropping di Pasar Pamenang Pare pada Rabu (9/3) lalu.

          Setelah memasok tiga ton migor curah ke Pasar Pamenang Pare, Tutik menyebut distributor migor dari Pare itu menyatakan siap memasok ke berbagai wilayah di Kediri. Selain di Pare, distributor juga memasok migor curah ke wilayah barat sungai. “Harganya tetap sesuai HET. Pedagang beli Rp 10.500 per liter dan dijual Rp 11.500 per liter. Atau Rp 11.500 per kilogram dan dijual Rp 12.500 per kilogram,” jelasnnya.

Baca Juga :  Utamakan ‘Jeneng’ daripada ‘Jenang’

          Lebih jauh Tutik menjelaskan, di Kabupaten Kediri total ada 253 pedagang pracangan. Mereka tersebar di 12 pasar milik Pemkab Kediri. Dari ratusan pedagang tersebut, idealnya kebutuhan migor per hari mencapai sekitar 12 ton.

          Karenanya, selain mengoordinasikan dropping migor curah, pihaknya tetap mengirim migor kemasan merk Family ke berbagai pasar di Kediri. “Pengiriman ke pasar setiap Selasa dan Kamis. Masing-masing kami mendapat 7.200 liter setiap pengiriman,” jelasnya.

          Sementara itu, pasokan migor curah dari Kemendag di Kota Kediri juga tersendat. Setelah mendapat pengiriman pada Kamis (10/3) lalu, hingga kemarin Pasar Setonobetek juga belum mendapat kiriman lagi. Akibatnya, pedagang terpaksa kulakan migor kemasan dari distributor yang harganya di atas HET.

Baca Juga :  Puluhan Pelanggaran sebelum Coblosan

          YH, salah karyawan di kios Pasar Setonobetek mengaku kulakan migor merk Hemart seharga Rp 14 ribu per liter. Pria yang mendapat pasokan 180 liter itu menjual kembali seharga Rp 15 ribu per liter.

          Dari mana dia kulakan migor kemasan yang mahal itu? Pria yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan itu tidak mau menyebut identitas distributor. “Pokoknya dari luar Kediri,” elaknya.

          Untuk diketahui, meski migor kemasan yang beredar di Pasar Setonobetek harganya jauh di atas HET, tetapi migor tersebut langsung diserbu pembeli. Bahkan, ada beberapa pembeli yang langsung mengambil satu paket berisi masing-masing enam liter. (ara/ut)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Pasokan minyak goreng (migor) curah dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) tersendat. Untuk memenuhi permintaan pasar, Pemkab Kediri mengambil pasokan dari distributor lokal dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.

          Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengungkapkan, sedianya Kabupaten Kediri mendapat pasokan minyak curah dari Kemendag sebesar sembilan ton. Tetapi yang datang hanya enam ton. “Akhirnya yang tiga ton dipenuhi dari distributor lokal agar semua pedagang yang sudah terdata bisa mendapatkan minyak goreng curah,” kata Tutik menyinggung dropping di Pasar Pamenang Pare pada Rabu (9/3) lalu.

          Setelah memasok tiga ton migor curah ke Pasar Pamenang Pare, Tutik menyebut distributor migor dari Pare itu menyatakan siap memasok ke berbagai wilayah di Kediri. Selain di Pare, distributor juga memasok migor curah ke wilayah barat sungai. “Harganya tetap sesuai HET. Pedagang beli Rp 10.500 per liter dan dijual Rp 11.500 per liter. Atau Rp 11.500 per kilogram dan dijual Rp 12.500 per kilogram,” jelasnnya.

Baca Juga :  Tiket Ludes, Hanya Tersisa Gajayana Tambahan dan Malabar

          Lebih jauh Tutik menjelaskan, di Kabupaten Kediri total ada 253 pedagang pracangan. Mereka tersebar di 12 pasar milik Pemkab Kediri. Dari ratusan pedagang tersebut, idealnya kebutuhan migor per hari mencapai sekitar 12 ton.

          Karenanya, selain mengoordinasikan dropping migor curah, pihaknya tetap mengirim migor kemasan merk Family ke berbagai pasar di Kediri. “Pengiriman ke pasar setiap Selasa dan Kamis. Masing-masing kami mendapat 7.200 liter setiap pengiriman,” jelasnya.

          Sementara itu, pasokan migor curah dari Kemendag di Kota Kediri juga tersendat. Setelah mendapat pengiriman pada Kamis (10/3) lalu, hingga kemarin Pasar Setonobetek juga belum mendapat kiriman lagi. Akibatnya, pedagang terpaksa kulakan migor kemasan dari distributor yang harganya di atas HET.

Baca Juga :  Pemasangan Patok Tol Terancam Molor

          YH, salah karyawan di kios Pasar Setonobetek mengaku kulakan migor merk Hemart seharga Rp 14 ribu per liter. Pria yang mendapat pasokan 180 liter itu menjual kembali seharga Rp 15 ribu per liter.

          Dari mana dia kulakan migor kemasan yang mahal itu? Pria yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan itu tidak mau menyebut identitas distributor. “Pokoknya dari luar Kediri,” elaknya.

          Untuk diketahui, meski migor kemasan yang beredar di Pasar Setonobetek harganya jauh di atas HET, tetapi migor tersebut langsung diserbu pembeli. Bahkan, ada beberapa pembeli yang langsung mengambil satu paket berisi masing-masing enam liter. (ara/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/