26.4 C
Kediri
Monday, August 15, 2022

Dikelola Pemkab, Sri Tanjung Buka Lagi

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Setelah sempat tak beroperasi selama beberapa bulan terakhir, pertengahan Februari lalu kolam renang Sri Tanjung kembali dibuka. Jika sebelumnya aset Pemkab Nganjuk tersebut dikelola oleh pihak ketiga, tahun ini aset dikelola sepenuhnya oleh pemkab.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, Sri Tanjung kembali dibuka Sabtu (6/3) lalu. Sebelumnya, kolam renang terbesar di Nganjuk itu sempat ditutup karena pandemi. Penyebab lainnya, polemik pengelolaan dari pihak ketiga yang telah habis masa kontraknya.

Kasi Pengelolaan Objek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, Dan Kebudayaan (Disparporabud) Nganjuk Hari Kurniadi mengatakan, serah terima kolam renang Sri Tanjung dilakukan Februari lalu. Selanjutnya, disparporabud memutuskan untuk mengoperasionalkan kembali Sabtu lalu. “Resmi dikelola pemkab (operasional mulai Maret, Red),” ujar Hari.

Baca Juga :  Jaksa Jaga Tahanan yang Ikut UNBK

Dengan pengambilalihan pengelolaan kolam renang, lanjut Hari, otomatis pendapatan dari aset tersebut sepenuhnya akan masuk ke kas daerah. Baik dari tiket masuk ke kolam renang maupun tiket parkir.

Tiket masuk orang dewasa dipatok Rp 10 ribu. Kemudian, anak-anak Rp 8 ribu. Sedangkan parkir mobil Rp 5 ribu, dan motor Rp 2 ribu. “Pendapatan tiap hari kami setorkan ke pemda (kas daerah, Red),” terang Hari.

- Advertisement -

Dikatakan Hari, pengoperasian kolam renang Sri Tanjung mendapat dukungan dari masyarakat. Terutama mereka yang anaknya

Pihaknya mengaku bahwa mendapatkan banyak masukan dari berbagai pihak yang mendukung pembukaan kembali Sri Tanjung. Terutama dari orang tua yang memiliki anak-anak dengan bakat berenang. Mereka mengaku membutuhkan sarana untuk pengembangan minat dan bakat tersebut.

Baca Juga :  Pilbup Kediri: Muncul Nama Gus Ma’mun dan Chusainuddin

“Responnya positif. Untuk pengunjung masih kami batasi 50 persen dari kapasitas. Pedagang yang di dalam area kolam juga masih dilarang beroperasi sementara ini,” tandas Hari.

Sementara itu, Agus Budianto, salah seorang pelatih renang yang memanfaatkan kolam di sana mengaku senang dengan pembukaan Sri Tanjung. Dengan demikian dia bisa kembali melatih anak-anak didiknya di sana. Selama pandemi, Agus terpaksa menghentikan aktivitasnya itu.

 “Banyak yang kangen renang di sini. Anak didik saya juga sudah bertanya-tanya dari lama,” ungkap pria yang juga menjadi guru olah raga di SDN 1 Cangkringan, Kecamatan Kota tersebut.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Setelah sempat tak beroperasi selama beberapa bulan terakhir, pertengahan Februari lalu kolam renang Sri Tanjung kembali dibuka. Jika sebelumnya aset Pemkab Nganjuk tersebut dikelola oleh pihak ketiga, tahun ini aset dikelola sepenuhnya oleh pemkab.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, Sri Tanjung kembali dibuka Sabtu (6/3) lalu. Sebelumnya, kolam renang terbesar di Nganjuk itu sempat ditutup karena pandemi. Penyebab lainnya, polemik pengelolaan dari pihak ketiga yang telah habis masa kontraknya.

Kasi Pengelolaan Objek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, Dan Kebudayaan (Disparporabud) Nganjuk Hari Kurniadi mengatakan, serah terima kolam renang Sri Tanjung dilakukan Februari lalu. Selanjutnya, disparporabud memutuskan untuk mengoperasionalkan kembali Sabtu lalu. “Resmi dikelola pemkab (operasional mulai Maret, Red),” ujar Hari.

Baca Juga :  Tren Covid-19 di Kediri Membaik, Tetap Batasi Jam PTM

Dengan pengambilalihan pengelolaan kolam renang, lanjut Hari, otomatis pendapatan dari aset tersebut sepenuhnya akan masuk ke kas daerah. Baik dari tiket masuk ke kolam renang maupun tiket parkir.

Tiket masuk orang dewasa dipatok Rp 10 ribu. Kemudian, anak-anak Rp 8 ribu. Sedangkan parkir mobil Rp 5 ribu, dan motor Rp 2 ribu. “Pendapatan tiap hari kami setorkan ke pemda (kas daerah, Red),” terang Hari.

Dikatakan Hari, pengoperasian kolam renang Sri Tanjung mendapat dukungan dari masyarakat. Terutama mereka yang anaknya

Pihaknya mengaku bahwa mendapatkan banyak masukan dari berbagai pihak yang mendukung pembukaan kembali Sri Tanjung. Terutama dari orang tua yang memiliki anak-anak dengan bakat berenang. Mereka mengaku membutuhkan sarana untuk pengembangan minat dan bakat tersebut.

Baca Juga :  Kena Gerebek SS, Suhariyono Juga Terjerat Korupsi

“Responnya positif. Untuk pengunjung masih kami batasi 50 persen dari kapasitas. Pedagang yang di dalam area kolam juga masih dilarang beroperasi sementara ini,” tandas Hari.

Sementara itu, Agus Budianto, salah seorang pelatih renang yang memanfaatkan kolam di sana mengaku senang dengan pembukaan Sri Tanjung. Dengan demikian dia bisa kembali melatih anak-anak didiknya di sana. Selama pandemi, Agus terpaksa menghentikan aktivitasnya itu.

 “Banyak yang kangen renang di sini. Anak didik saya juga sudah bertanya-tanya dari lama,” ungkap pria yang juga menjadi guru olah raga di SDN 1 Cangkringan, Kecamatan Kota tersebut.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/