23.8 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Plengsengan Ambrol, Dua Rumah Terancam Ambruk

NGETOS, JP Radar Nganjuk-Rumah milik Hanafi, 61, dan Jaidi, 59, di Desa Kuncir, Ngetos terancam rusak. Hal tersebut setelah plengsengan Sungai Kuncir di dekat rumah mereka ambrol minggu lalu. Kemarin, petugas jasa tirta dan dinas pekerjaan umum perumahan rakyat (PUPR), mengecek lokasi plengsengan yang rontok terkena hantaman air bah selama dua minggu terakhir.

Jaidi mengatakan, plengsengan pertama kali ambrol pada Sabtu (9/1) lalu. Saat itu, antena radio miliknya yang dipasang di dekat plengsengan ikut hanyut. “Bunyinya glodak, glodak. Bergetar sampai ke dalam rumah saya,” ujar Jaidi menceritakan kembali detik-detik ambrolnya plengsengan tersebut.

Pria berkepala plontos itu awalnya tak menyangka jika plengsengan yang ambrol cukup lebar. Setelah dicek, panjangnya mencapai 15 meter dengan ketinggian empat meter.

Baca Juga :  Bencana Angin Kencang Masih Jadi Momok

Kerusakan plengsengan baru diketahui setelah debit air Sungai Kuncir normal. Saat itulah diketahui jika plengsengan yang dibangun menggunakan uang pribadi Hanafi itu sangat parah. “Warga yang tinggal di dekat sungai jadi waswas,” lanjutnya.

Setiap kali hujan lebat dan debit air meningkat, Jaidi meminta semua keluarganya memilih tempat aman. Yakni, dengan berkumpul di ruang depan. Selain rumah Jaidi, menurutnya kerusakan paling parah di rumah Hanafi yang setelah plengsengan ambrol kini persis berada di bibir sungai.

Dia berharap plengsengan tersebut bisa diperbaiki. Sebab, jika terjadi kerusakan susulan, rumah Hanafi dan rumah Jaidi akan ikut tergerus. Tidak hanya itu, pipa air milik perusahaan daerah air minum (PDAM) Nganjuk yang ada di sana juga akan terdampak. 

Baca Juga :  Sebelas Orang Terciduk Satpol PP

Sujari, juru Sungai Kuncir mengatakan, plengsengan tersebut ambrol saat debit Sungai Kuncir setinggi 265 sentimeter. “Setiap hujan lebat debit pasti debit naik,” terangnya.

Terkait plengsengan yang ambrol, Sujari menduga hal itu akibat bangunannya yang keropos ter terkikis aliran sungai. Untuk perbaikan, dia menyerahkan sepenuhnya ke dinas PUPR.

Terpisah, Juru Pengusahaan Perum Jasa Tirta Priyanto menjelaskan, kerusakan plengsengan di Desa Kuncir membutuhkan penanganan yang maksimal. “Tidak bisa perbaikan ringan. Tidak bisa lagi (ditambal, Red) pakai sand bag (karung pasir, Red),” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, menurut Priyanto Jasa Tirta akan berkoordinasi lagi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk serta dinas PUPR. “Nanti akan dibahas lebih lanjut,” tuturnya tentang bangunan yang tak dibangun oleh Jasa Tirta tersebut.

- Advertisement -

NGETOS, JP Radar Nganjuk-Rumah milik Hanafi, 61, dan Jaidi, 59, di Desa Kuncir, Ngetos terancam rusak. Hal tersebut setelah plengsengan Sungai Kuncir di dekat rumah mereka ambrol minggu lalu. Kemarin, petugas jasa tirta dan dinas pekerjaan umum perumahan rakyat (PUPR), mengecek lokasi plengsengan yang rontok terkena hantaman air bah selama dua minggu terakhir.

Jaidi mengatakan, plengsengan pertama kali ambrol pada Sabtu (9/1) lalu. Saat itu, antena radio miliknya yang dipasang di dekat plengsengan ikut hanyut. “Bunyinya glodak, glodak. Bergetar sampai ke dalam rumah saya,” ujar Jaidi menceritakan kembali detik-detik ambrolnya plengsengan tersebut.

Pria berkepala plontos itu awalnya tak menyangka jika plengsengan yang ambrol cukup lebar. Setelah dicek, panjangnya mencapai 15 meter dengan ketinggian empat meter.

Baca Juga :  130 Ton Sampah Diangkut ke TPA III Klotok Per Hari, Begini Kondisinya

Kerusakan plengsengan baru diketahui setelah debit air Sungai Kuncir normal. Saat itulah diketahui jika plengsengan yang dibangun menggunakan uang pribadi Hanafi itu sangat parah. “Warga yang tinggal di dekat sungai jadi waswas,” lanjutnya.

Setiap kali hujan lebat dan debit air meningkat, Jaidi meminta semua keluarganya memilih tempat aman. Yakni, dengan berkumpul di ruang depan. Selain rumah Jaidi, menurutnya kerusakan paling parah di rumah Hanafi yang setelah plengsengan ambrol kini persis berada di bibir sungai.

Dia berharap plengsengan tersebut bisa diperbaiki. Sebab, jika terjadi kerusakan susulan, rumah Hanafi dan rumah Jaidi akan ikut tergerus. Tidak hanya itu, pipa air milik perusahaan daerah air minum (PDAM) Nganjuk yang ada di sana juga akan terdampak. 

Baca Juga :  Bertambah Satu Pasien Positif

Sujari, juru Sungai Kuncir mengatakan, plengsengan tersebut ambrol saat debit Sungai Kuncir setinggi 265 sentimeter. “Setiap hujan lebat debit pasti debit naik,” terangnya.

Terkait plengsengan yang ambrol, Sujari menduga hal itu akibat bangunannya yang keropos ter terkikis aliran sungai. Untuk perbaikan, dia menyerahkan sepenuhnya ke dinas PUPR.

Terpisah, Juru Pengusahaan Perum Jasa Tirta Priyanto menjelaskan, kerusakan plengsengan di Desa Kuncir membutuhkan penanganan yang maksimal. “Tidak bisa perbaikan ringan. Tidak bisa lagi (ditambal, Red) pakai sand bag (karung pasir, Red),” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, menurut Priyanto Jasa Tirta akan berkoordinasi lagi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk serta dinas PUPR. “Nanti akan dibahas lebih lanjut,” tuturnya tentang bangunan yang tak dibangun oleh Jasa Tirta tersebut.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/