29.1 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Ada Kamuncak di Samping Musala

Penemuan benda lawas di Desa Pagu, Wates tak sedalam daerah lain. Rata-rata tak lebih dari 2 meter di bawah permukaan tanah.

Sejumlah benda kuno yang ditemukan di daerah ini memang berada di bawah permukaan tanah. Tersebar di seluruh daerah di Desa Pagu. Baik itu di sekitar permukiman warga, di aliran irigasi maupun di areal persawahan. Namun rata-rata benda yang ditemukan letaknya tak terlalu dalam.

Seperti penemuan pecahan gerabah, tembikar dan fragmen batu andesit di areal persawahan milik warga. Di lokasi itu, benda kuno terserak di kedalaman setengah meter. Termasuk penemuan di belakang rumah Sutomo juga hanya di kedalaman 2 meter.

Sementara penemuan terbaru yakni pada 2019 lalu adalah benda kuno berbahan batu andesit. “Bisa saja sebuah kemuncak, sudut bangunan atau pagar,” ujar Novi Bahrul Munib, pemerhati sejarah Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Antisipasi Penyimpangan, Proyek DAK SD Akan Disidak

Saat ini, benda itu ditaruh di depan musala di Dusun Dawung. Kamuncak itu ditemukan di kebun belakang rumah warga bernama Ahmad Fauzi. “Saat itu menggali tanah yang rencananya akan digunakan untuk membuat bata,” ujar Staf Pemerintah Desa Pagu Masfuat Zhian El Hidayatullah.

Kemudian penemuan itu, kata Fuat dipindah ke musala dekat dengan lokasi penemuan. Di lokasi yang sama, tak lebih dari 50 meter dari tempat penemuan kemuncak pada 2019 lalu, pernah juga ditemukan benda kuno serupa. Yakni pada tahun 1980-an. Benda yang ditemukan pada waktu itu saat ini diamankan di museum. “Sama juga pas gali tanah buat bata, pada kedalaman kurang lebih 1,5 meter,” jelas Fuat.

Baca Juga :  Nyabunya Urunan, Dipenjara Berbarengan

Bahkan, selain kemuncak, pada penemuan pertama di kebun milik Mbah Ciput itu, terang Fuat, juga ditemukan susunan bata kuno, termasuk sumur jobong dan pecahan tembikar. Lokasi itu tak jauh dari sungai, hanya sekitar 150 meter.

Penemuan-penemuan di Dusun Dawung, Desa Pagu itu menambah bukti keberadaan peradaban besar masa lalu di daerah itu. Apalagi penemuannya tak hanya di satu titik saja, masih banyak lagi lokasi-lokasi lain di Desa Pagu yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap. (din/bersambung/dea)

- Advertisement -

Penemuan benda lawas di Desa Pagu, Wates tak sedalam daerah lain. Rata-rata tak lebih dari 2 meter di bawah permukaan tanah.

Sejumlah benda kuno yang ditemukan di daerah ini memang berada di bawah permukaan tanah. Tersebar di seluruh daerah di Desa Pagu. Baik itu di sekitar permukiman warga, di aliran irigasi maupun di areal persawahan. Namun rata-rata benda yang ditemukan letaknya tak terlalu dalam.

Seperti penemuan pecahan gerabah, tembikar dan fragmen batu andesit di areal persawahan milik warga. Di lokasi itu, benda kuno terserak di kedalaman setengah meter. Termasuk penemuan di belakang rumah Sutomo juga hanya di kedalaman 2 meter.

Sementara penemuan terbaru yakni pada 2019 lalu adalah benda kuno berbahan batu andesit. “Bisa saja sebuah kemuncak, sudut bangunan atau pagar,” ujar Novi Bahrul Munib, pemerhati sejarah Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Puluhan Perempuan Jadi ODGJ karena Cerai

Saat ini, benda itu ditaruh di depan musala di Dusun Dawung. Kamuncak itu ditemukan di kebun belakang rumah warga bernama Ahmad Fauzi. “Saat itu menggali tanah yang rencananya akan digunakan untuk membuat bata,” ujar Staf Pemerintah Desa Pagu Masfuat Zhian El Hidayatullah.

Kemudian penemuan itu, kata Fuat dipindah ke musala dekat dengan lokasi penemuan. Di lokasi yang sama, tak lebih dari 50 meter dari tempat penemuan kemuncak pada 2019 lalu, pernah juga ditemukan benda kuno serupa. Yakni pada tahun 1980-an. Benda yang ditemukan pada waktu itu saat ini diamankan di museum. “Sama juga pas gali tanah buat bata, pada kedalaman kurang lebih 1,5 meter,” jelas Fuat.

Baca Juga :  Wisata Kelud Diuji Coba Buka, Segini Penghasilan Para Pedagangnya

Bahkan, selain kemuncak, pada penemuan pertama di kebun milik Mbah Ciput itu, terang Fuat, juga ditemukan susunan bata kuno, termasuk sumur jobong dan pecahan tembikar. Lokasi itu tak jauh dari sungai, hanya sekitar 150 meter.

Penemuan-penemuan di Dusun Dawung, Desa Pagu itu menambah bukti keberadaan peradaban besar masa lalu di daerah itu. Apalagi penemuannya tak hanya di satu titik saja, masih banyak lagi lokasi-lokasi lain di Desa Pagu yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap. (din/bersambung/dea)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/