30.5 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

PDIP Tak Batasi Pendaftar Bakal Calon Bupati Kediri

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tampaknya semakin diminati para kandidat dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun depan. Setidaknya, hingga hari ke-6 dibukanya pendaftaran, partai moncong putih tersebut sudah mencatat ada delapan bakal calon (balon) bupati maupun wakil bupati (wabup) yang mendaftar ke kantor DPC.

Tim penjaringan pun tak membatasi jumlah bakal calon yang mengajukan diri bergabung dengan partai pemenang pemilu di Kabupaten Kediri tersebut. “Kita tidak akan membatasi, tapi setidaknya minimal dua pasang,” kata Ketua Tim Penjaringan DPC PDI-P Kabupaten Kediri Dodi Purwanto kepada wartawan koran ini.

Hal tersebut, menurutnya, sesuai dengan amanah Peraturan PDIP Nomor 24/2017 tentang penjaringan kandidat. Partai yang memperoleh kursi 20 persen, sebenarnya penjaringan calon dari partai moncong putih adalah tertutup. Pihaknya sebenarnya hanya mengutamakan kader.

Memang bila melihat pada perolehan kursi parpol dalam pemilu legislatif lalu, hanya PDIP yang bisa sendirian mengusung calon kepala daerah sendiri. Sehingga PDIP lebih leluasa untuk mengajukan siapapun dari internal partainya. Sementara, parpol-parpol lain harus berkoalisi bila ingin mengusung kandidat calon bupati.

“Kita partai terbuka, kita berikan kesempatan pada siapapun. Tapi setelah ini kita akan melakukan validasi,” tegasnya.

Terkait calon internal dari PDIP, sejauh ini Dodi belum bisa menyebutkannya. Yang jelas, ia mengaku bahwa sejauh ini sekretariat sifatnya hanya melayani. “Kami tidak mau berandai-andai, karena memang diberi amanah oleh DPC partai,” sebutnya.

Baca Juga :  Pilbup Kediri: Ingin Jadi Penentu, PPP Usulkan Enam Nama ke DPP

Sosok yang diinginkan partai ini, menurut Dodi, secara otomatis sesuai dengan visi dan misi partai. Yakni calon yang ingin menjadi petugas partai yang menyerahkan dedikasi dan jiwanya untuk partai. Dalam hal ini memperjuangkan wong cilik. “Jadi bagaimanapun mereka harus bermanfaat bagi orang lain,” paparnya.

PDIP telah membuka penjaringan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) sejak 5 September. Sementara pihaknya akan menutup pendaftaran tersebut pada 14 September mendatang. “Setelah itu masuk semua, 16 September akan kita validasi,” jelas Dodi.

Selain DPC, dia menegaskan, di DPD PDIP tingkat provinsi juga berhak membuka pendaftaran. Bahkan DPP pun berhak. “Jadi jika mau daftar di DPC, DPD dan DPP pun dilayani,” jelasnya.

Setelah tahap validasi, Dodi menambahkan, partai akan melaksanakan fit and proper test. Dalam proses ini tang melaksanakan adalah DPD.

Sejauh ini, delapan nama telah tercatat pada daftar registrasi di DPC PDIP. Nama-nama itu adalah Wabup Kediri Masykuri, Kepala Bakesbangpol Mujahid dan Sekretaris TP3 Kabupaten Kediri Eko Ediyono yang mendampingi Mujahid sebagai wakil bupati.

Ada juga mantan Ketua KPU Kabupaten Kediri Sapta Andaru Iswara. Dan empat nama lain, yakni Habib, Syaifudin, Subani Suryo Atmojo dan yang terakhir adalah H. Ridwan.

Baca Juga :  Polres Nganjuk Tilang Pelanggar dengan Mobil INCAR dan Razia Manual

Selain PDIP yang sudah bersiap melakukan penjaringan, di kubu lain sempat muncul kabar koalisi enam partai pada pemilihan bupati (pilbup) Kediri 2020 nanti. Termasuk kabar adanya slogan Kediri Ganti yang sempat disebut pada kendaraan di koalisi itu.

Seperti diketahui, yang berhak mengusung calon kepala daerah dalam pilbup nanti adalah partai atau gabungan partai dengan perolehan 20 persen suara. Atau, memiliki 10 kursi di DPRD.

Dengan syarat itu hanya PDIP yang bisa melenggang sendirian karena memiliki 15 kursi di parlemen. Sementara partai peraih kursi terbanyak kedua adalah PKB yang mempunyai sembilan kursi. Atau butuh satu kursi lagi untuk bisa mengusung calon sendiri.

Sementara partai yang lain harus berkoalisi 2 sampai 3 partai. Enam partai yang disebut-sebut bakal berkoalisi itu adalah PKB, Partai Nasdem, Partai Gerindra, PAN, Partai Demokrat, dan PPP.

 

 

 

Jadwal Penjaringan Kandidat di DPC PDIP

5-14 September    Pengambilan dan pengumpulan formulir

16 September       Validasi berkas pendaftar

17-20 September  Fit and proper test oleh DPD PDIP Jatim

22 September       Rapat pleno DPD PDIP

23 September       Penyetoran berkas hasil tes ke DPP PDIP

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tampaknya semakin diminati para kandidat dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun depan. Setidaknya, hingga hari ke-6 dibukanya pendaftaran, partai moncong putih tersebut sudah mencatat ada delapan bakal calon (balon) bupati maupun wakil bupati (wabup) yang mendaftar ke kantor DPC.

Tim penjaringan pun tak membatasi jumlah bakal calon yang mengajukan diri bergabung dengan partai pemenang pemilu di Kabupaten Kediri tersebut. “Kita tidak akan membatasi, tapi setidaknya minimal dua pasang,” kata Ketua Tim Penjaringan DPC PDI-P Kabupaten Kediri Dodi Purwanto kepada wartawan koran ini.

Hal tersebut, menurutnya, sesuai dengan amanah Peraturan PDIP Nomor 24/2017 tentang penjaringan kandidat. Partai yang memperoleh kursi 20 persen, sebenarnya penjaringan calon dari partai moncong putih adalah tertutup. Pihaknya sebenarnya hanya mengutamakan kader.

Memang bila melihat pada perolehan kursi parpol dalam pemilu legislatif lalu, hanya PDIP yang bisa sendirian mengusung calon kepala daerah sendiri. Sehingga PDIP lebih leluasa untuk mengajukan siapapun dari internal partainya. Sementara, parpol-parpol lain harus berkoalisi bila ingin mengusung kandidat calon bupati.

“Kita partai terbuka, kita berikan kesempatan pada siapapun. Tapi setelah ini kita akan melakukan validasi,” tegasnya.

Terkait calon internal dari PDIP, sejauh ini Dodi belum bisa menyebutkannya. Yang jelas, ia mengaku bahwa sejauh ini sekretariat sifatnya hanya melayani. “Kami tidak mau berandai-andai, karena memang diberi amanah oleh DPC partai,” sebutnya.

Baca Juga :  Menyoal Lelang, Warga Mengadu ke Camat

Sosok yang diinginkan partai ini, menurut Dodi, secara otomatis sesuai dengan visi dan misi partai. Yakni calon yang ingin menjadi petugas partai yang menyerahkan dedikasi dan jiwanya untuk partai. Dalam hal ini memperjuangkan wong cilik. “Jadi bagaimanapun mereka harus bermanfaat bagi orang lain,” paparnya.

PDIP telah membuka penjaringan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) sejak 5 September. Sementara pihaknya akan menutup pendaftaran tersebut pada 14 September mendatang. “Setelah itu masuk semua, 16 September akan kita validasi,” jelas Dodi.

Selain DPC, dia menegaskan, di DPD PDIP tingkat provinsi juga berhak membuka pendaftaran. Bahkan DPP pun berhak. “Jadi jika mau daftar di DPC, DPD dan DPP pun dilayani,” jelasnya.

Setelah tahap validasi, Dodi menambahkan, partai akan melaksanakan fit and proper test. Dalam proses ini tang melaksanakan adalah DPD.

Sejauh ini, delapan nama telah tercatat pada daftar registrasi di DPC PDIP. Nama-nama itu adalah Wabup Kediri Masykuri, Kepala Bakesbangpol Mujahid dan Sekretaris TP3 Kabupaten Kediri Eko Ediyono yang mendampingi Mujahid sebagai wakil bupati.

Ada juga mantan Ketua KPU Kabupaten Kediri Sapta Andaru Iswara. Dan empat nama lain, yakni Habib, Syaifudin, Subani Suryo Atmojo dan yang terakhir adalah H. Ridwan.

Baca Juga :  Sutrisno Mundur dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri?

Selain PDIP yang sudah bersiap melakukan penjaringan, di kubu lain sempat muncul kabar koalisi enam partai pada pemilihan bupati (pilbup) Kediri 2020 nanti. Termasuk kabar adanya slogan Kediri Ganti yang sempat disebut pada kendaraan di koalisi itu.

Seperti diketahui, yang berhak mengusung calon kepala daerah dalam pilbup nanti adalah partai atau gabungan partai dengan perolehan 20 persen suara. Atau, memiliki 10 kursi di DPRD.

Dengan syarat itu hanya PDIP yang bisa melenggang sendirian karena memiliki 15 kursi di parlemen. Sementara partai peraih kursi terbanyak kedua adalah PKB yang mempunyai sembilan kursi. Atau butuh satu kursi lagi untuk bisa mengusung calon sendiri.

Sementara partai yang lain harus berkoalisi 2 sampai 3 partai. Enam partai yang disebut-sebut bakal berkoalisi itu adalah PKB, Partai Nasdem, Partai Gerindra, PAN, Partai Demokrat, dan PPP.

 

 

 

Jadwal Penjaringan Kandidat di DPC PDIP

5-14 September    Pengambilan dan pengumpulan formulir

16 September       Validasi berkas pendaftar

17-20 September  Fit and proper test oleh DPD PDIP Jatim

22 September       Rapat pleno DPD PDIP

23 September       Penyetoran berkas hasil tes ke DPP PDIP

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/