30.2 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Terancam Molor karena Terjadi Anomali Cuaca

Perbaikan tanggul Sungai Bodor di Desa Kecubung, Kecamatan Pace terus dikebut. Sayang, pembangunan pondasi untuk tanggul tidak berjalan mulus. Penyebabnya, ekskvator kesulitan untuk mengeruk karena adanya anomali cuaca.

 

“Pembangunan tanggul Sungai Bodor sempat terhenti karena hujan dan air sungai meluap,” keluh Samingun, pengawas lapangan BBWS Brantas. Padahal, sebelumnya, diprediksi hujan sudah tidak akan turun di wilayah Nganjuk dan sekitarnya. Karena musim kemarau telah tiba. Sayang, prediksi itu tidak tepat. Anomali cuaca terjadi saat ini. Akibatnya, hujan masih turun. Otomatis, air Sungai Bodor yang sebelumnya telah kering menjadi penuh lagi. Bahkan, sampai meluap.

Kondisi ini sangat menganggu pembangunan tanggul Sungai Bodor.

Ekskavator yang harus mengeruk tanah dan berada di tengah sungai tidak bisa dioperasikan. Akibatnya, pengerjaan harus dihentikan sementara. Hingga akhir minggu ini, pondasi baru bisa dibangun sepanjang 45 meter. Padahal, panjang pondasi untuk tanggul Sungai Bodor adalah 117 meter. Itu artinya masih ada kekurangan 72 meter.  “Mungkin sekitar 12 hari lagi pondasi tahap pertama ini bisa selesai,” ujarnya.

Baca Juga :  Penghuni Rumah Singgah Tambah

Setelah pondasi selesai, Samiangun mengatakan, akan dilakukan pengeronjongan. Fungsi agar pondasi tidak tergerus arus sungai. Baru setelah proses penggeronjongan selesai, tanggul akan dibangun. Harapannya, pembangunan bisa selesai sesuai jadwal. “Akhir bulan ini, pondasi tanggul Sungai Bodor harus segera selesai dibangun,” ujar Samingun.  

Sementara itu, Kepala Desa Kecubung Aris berharap, pembangunan tanggul Sungai Bodor segera selesai. Tanggul juga harus kuat. Karena pengalaman waktu lalu, saat sudah diperbaiki pada April lalu, tanggul masih jebol. Akibatnya, banjir yang terjadi pada Februari lalu terulang. “Semoga pembangunan tanggul yang sekarang ini benar-benar kuat,” ujarnya.

Aris mengatakan, tanggul Sungai Bodor menjadi solusi atas persoalan banjir di desanya. Setiap hujan lebat yang mengguyur wilayah setempat, air Sungai Bodor selalu meluap karena tanggul jebol. Akibatnya, sawah dan rumah warga terendam. “Semoga pembangunannya lancar,” ujarnya.

Baca Juga :  Positif Ada Penyebaran, Bebas Jentik hanya 45 Persen

Karena saat ini banyak material bangunan yang memakan bahu jalan, Aris mengatakan, warga setempat melakukan perubahan arus lalu lintas secara mandiri. Jalan menuju ke Kelurahan Warujayeng dibuat satu arah. Ini untuk mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas dan kecelakaan.

- Advertisement -

Perbaikan tanggul Sungai Bodor di Desa Kecubung, Kecamatan Pace terus dikebut. Sayang, pembangunan pondasi untuk tanggul tidak berjalan mulus. Penyebabnya, ekskvator kesulitan untuk mengeruk karena adanya anomali cuaca.

 

“Pembangunan tanggul Sungai Bodor sempat terhenti karena hujan dan air sungai meluap,” keluh Samingun, pengawas lapangan BBWS Brantas. Padahal, sebelumnya, diprediksi hujan sudah tidak akan turun di wilayah Nganjuk dan sekitarnya. Karena musim kemarau telah tiba. Sayang, prediksi itu tidak tepat. Anomali cuaca terjadi saat ini. Akibatnya, hujan masih turun. Otomatis, air Sungai Bodor yang sebelumnya telah kering menjadi penuh lagi. Bahkan, sampai meluap.

Kondisi ini sangat menganggu pembangunan tanggul Sungai Bodor.

Ekskavator yang harus mengeruk tanah dan berada di tengah sungai tidak bisa dioperasikan. Akibatnya, pengerjaan harus dihentikan sementara. Hingga akhir minggu ini, pondasi baru bisa dibangun sepanjang 45 meter. Padahal, panjang pondasi untuk tanggul Sungai Bodor adalah 117 meter. Itu artinya masih ada kekurangan 72 meter.  “Mungkin sekitar 12 hari lagi pondasi tahap pertama ini bisa selesai,” ujarnya.

Baca Juga :  Pansus Raperda Desa Target Selesai Bulan Ini

Setelah pondasi selesai, Samiangun mengatakan, akan dilakukan pengeronjongan. Fungsi agar pondasi tidak tergerus arus sungai. Baru setelah proses penggeronjongan selesai, tanggul akan dibangun. Harapannya, pembangunan bisa selesai sesuai jadwal. “Akhir bulan ini, pondasi tanggul Sungai Bodor harus segera selesai dibangun,” ujar Samingun.  

Sementara itu, Kepala Desa Kecubung Aris berharap, pembangunan tanggul Sungai Bodor segera selesai. Tanggul juga harus kuat. Karena pengalaman waktu lalu, saat sudah diperbaiki pada April lalu, tanggul masih jebol. Akibatnya, banjir yang terjadi pada Februari lalu terulang. “Semoga pembangunan tanggul yang sekarang ini benar-benar kuat,” ujarnya.

Aris mengatakan, tanggul Sungai Bodor menjadi solusi atas persoalan banjir di desanya. Setiap hujan lebat yang mengguyur wilayah setempat, air Sungai Bodor selalu meluap karena tanggul jebol. Akibatnya, sawah dan rumah warga terendam. “Semoga pembangunannya lancar,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanaman Cabai Diserang Lalat Buah

Karena saat ini banyak material bangunan yang memakan bahu jalan, Aris mengatakan, warga setempat melakukan perubahan arus lalu lintas secara mandiri. Jalan menuju ke Kelurahan Warujayeng dibuat satu arah. Ini untuk mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas dan kecelakaan.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/