23.1 C
Kediri
Monday, August 15, 2022

Ribuan Orang Antre Salami Bupati Haryanti

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Ada yang sedikit berbeda dalam acara halalbihalal di Pendapa Kabupaten Kediri kemarin. Hiasan yang terpasang didominasi ornamen bernuansa lingkungan. Termasuk tanaman-tanaman hijau yang dipajang sebagai pemanis suasana.

Suasana seperti itu tak hanya ada di dalam pendapa saja. Beberapa titik di luar pendapa juga terdapat hiasan tanaman. Seperti sepanjang lorong sebelum ke lokasi salaman dengan Bupati Haryanti yang terdapat tanaman hias di kanan kirinya. Demikian pula di depan tempat duduk bupati dan anggota forkopimda lainnya yang juga berhias tanaman hidup. Membuat suasana terasa asri dan segar.

“Tema halalbihalal kali ini memang lingkungan hidup. Terutama dalam hal pengendalian sampah,” terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Putut Agung Subekti, di sela-sela acara halalbihalal kemarin (11/6).

Pengambilan tema itu, menurut Putut, karena Idul Fitri  kali ini bertepatan dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada 5 Juni. Karena itu, setelah berkoordinasi dengan bagian umum, akhirnya diputuskan lingkungan sebagai tema halalbihalal kali ini.

Menurutnya, tema lingkungan hidup secara nasional adalah tentang polusi udara. Yakni dengan slogan ‘Biru Langitku, Hijau Bumiku’. Sementara pemkab lebih menekankan kepada upaya pengendalian sampah. Terutama sampah plastik.

Baca Juga :  Lebih Aman karena Dapat Tempat Duduk
- Advertisement -

“Dengan ini kami juga berharap agar tumbuh rasa kepedulian terhadap lingkungan. Terlebih sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan sampah plastik,” harap Putut.

Sementara itu, pelaksanaan halalbihalal di pendapa kemarin menyedot animo besar masyarakat Kabupaten Kediri. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB itu dibanjiri warga yang ingin bersalaman langsung dengan Bupati Haryanti. Belasan ribu orang berjejal menunggu giliran. Mereka antre mengular sejak dari gerbang pendapa yang berhadapan langsung dengan Alun-Alun Kota Kediri itu.

Acara yang berlangsung setiap tahun itu dipadati sekitar 13 ribu warga. Mereka terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari aparatur sipil negara (ASN), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat umum.

Warga yang ikut halalbihalal juga sabar menanti giliran bersalaman dengan bupati. Sejak antrean awal di gerbang pendapa, mereka harus berjalan pelan dalam antrean hingga 15 menit. Sebelum akhirnya bisa bersalaman dengan Bupati Haryanti.

Begitu banyaknya orang yang ingin bersalaman dengan bupati, membuat panitia halalbihalal harus beberapa kali menahan antrean. Tujuannya agar bupati dan barisan forkopimda bisa bernapas sejenak sambil menghilangkan penat karena bersalaman dengan ribuan orang. Setelah jeda sekitar tiga menit, antrean kemudian berjalan lagi.

Selain Bupati Haryanti dan suaminya, Sutrisno, turut menyalami adalah Wakil Bupati Masykuri dan istri, Ketua DPRD Sulkani dan istri, Kepala Kajari Subroto dan istri, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton dan istri, dan terakhir Sekda Dede Sujana juga beserta istri.

Baca Juga :  Stasiun Baron Hanya untuk KA Lokal

“Acara halalbihalal ini terbuka untuk masyarakat. Bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan ibu Bupati dan Forkompimda kita persilakan,” terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri Krisna Setiawan di lokasi acara.

Berdasarkan keterangan Krisna, acara halalbihalal ini memang sudah menjadi agenda tahunan dari Pemkab Kediri. Rutin diadakan setiap selepas Lebaran. Maksud dari acara itu sendiri tak lain adalah untuk wadah untuk saling bermaaaf-maafan dan menjalin silaturahmi.

“Jadi agar tidak ada sekat antara masyarakat dan unsur pelaksana pemerintahan di Kabupaten Kediri,” imbuhnya.

Untuk diketahui, acara halalbihalal tersebut tak hanya diisi dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan saja. Agar menambah meriah suasana, Pemkab Kediri pun mengundang band Letto untuk menghibur tamu undangan yang ada di sana.

Tak ayal, sembari menikmati hidangannya para tamu undangan pun ramai-ramai menikmati penampilan band tersebut di depan panggung. Bahkan tak jarang mereka pun turut bernyanyi bersama ketika beberapa hits andalan band tersebut dimainkan.

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Ada yang sedikit berbeda dalam acara halalbihalal di Pendapa Kabupaten Kediri kemarin. Hiasan yang terpasang didominasi ornamen bernuansa lingkungan. Termasuk tanaman-tanaman hijau yang dipajang sebagai pemanis suasana.

Suasana seperti itu tak hanya ada di dalam pendapa saja. Beberapa titik di luar pendapa juga terdapat hiasan tanaman. Seperti sepanjang lorong sebelum ke lokasi salaman dengan Bupati Haryanti yang terdapat tanaman hias di kanan kirinya. Demikian pula di depan tempat duduk bupati dan anggota forkopimda lainnya yang juga berhias tanaman hidup. Membuat suasana terasa asri dan segar.

“Tema halalbihalal kali ini memang lingkungan hidup. Terutama dalam hal pengendalian sampah,” terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Putut Agung Subekti, di sela-sela acara halalbihalal kemarin (11/6).

Pengambilan tema itu, menurut Putut, karena Idul Fitri  kali ini bertepatan dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada 5 Juni. Karena itu, setelah berkoordinasi dengan bagian umum, akhirnya diputuskan lingkungan sebagai tema halalbihalal kali ini.

Menurutnya, tema lingkungan hidup secara nasional adalah tentang polusi udara. Yakni dengan slogan ‘Biru Langitku, Hijau Bumiku’. Sementara pemkab lebih menekankan kepada upaya pengendalian sampah. Terutama sampah plastik.

Baca Juga :  HTM di Nganjuk Lebih Mahal dari Bioskop di Kota Kediri

“Dengan ini kami juga berharap agar tumbuh rasa kepedulian terhadap lingkungan. Terlebih sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan sampah plastik,” harap Putut.

Sementara itu, pelaksanaan halalbihalal di pendapa kemarin menyedot animo besar masyarakat Kabupaten Kediri. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB itu dibanjiri warga yang ingin bersalaman langsung dengan Bupati Haryanti. Belasan ribu orang berjejal menunggu giliran. Mereka antre mengular sejak dari gerbang pendapa yang berhadapan langsung dengan Alun-Alun Kota Kediri itu.

Acara yang berlangsung setiap tahun itu dipadati sekitar 13 ribu warga. Mereka terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari aparatur sipil negara (ASN), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat umum.

Warga yang ikut halalbihalal juga sabar menanti giliran bersalaman dengan bupati. Sejak antrean awal di gerbang pendapa, mereka harus berjalan pelan dalam antrean hingga 15 menit. Sebelum akhirnya bisa bersalaman dengan Bupati Haryanti.

Begitu banyaknya orang yang ingin bersalaman dengan bupati, membuat panitia halalbihalal harus beberapa kali menahan antrean. Tujuannya agar bupati dan barisan forkopimda bisa bernapas sejenak sambil menghilangkan penat karena bersalaman dengan ribuan orang. Setelah jeda sekitar tiga menit, antrean kemudian berjalan lagi.

Selain Bupati Haryanti dan suaminya, Sutrisno, turut menyalami adalah Wakil Bupati Masykuri dan istri, Ketua DPRD Sulkani dan istri, Kepala Kajari Subroto dan istri, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton dan istri, dan terakhir Sekda Dede Sujana juga beserta istri.

Baca Juga :  Shalfa Masih Mungkin Tampil di PON

“Acara halalbihalal ini terbuka untuk masyarakat. Bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan ibu Bupati dan Forkompimda kita persilakan,” terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri Krisna Setiawan di lokasi acara.

Berdasarkan keterangan Krisna, acara halalbihalal ini memang sudah menjadi agenda tahunan dari Pemkab Kediri. Rutin diadakan setiap selepas Lebaran. Maksud dari acara itu sendiri tak lain adalah untuk wadah untuk saling bermaaaf-maafan dan menjalin silaturahmi.

“Jadi agar tidak ada sekat antara masyarakat dan unsur pelaksana pemerintahan di Kabupaten Kediri,” imbuhnya.

Untuk diketahui, acara halalbihalal tersebut tak hanya diisi dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan saja. Agar menambah meriah suasana, Pemkab Kediri pun mengundang band Letto untuk menghibur tamu undangan yang ada di sana.

Tak ayal, sembari menikmati hidangannya para tamu undangan pun ramai-ramai menikmati penampilan band tersebut di depan panggung. Bahkan tak jarang mereka pun turut bernyanyi bersama ketika beberapa hits andalan band tersebut dimainkan.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/