31.7 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Ada di Kediri, ATM Beras untuk Kaum Duafa

KEDIRI KOTA – Bisa jadi ini merupakan pertama di Kota Kediri. Kalau biasanya Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dilakukan untuk transaksi menggunakan uang tunai maupun nontunai, berbeda dengan ATM yang berada di Masjid Al-Khalid yang terletak di Kelurahan Semampir, Kota Kediri. ATM ini justru berisi beras yang bisa diambil khusus untuk kaum duafa di sekitar lokasi tersebut.

Menurut Ketua Takmir Masjid Al-Khalid Kota Kediri Muhammad Slamet, ATM beras ini sengaja didatangkan dari Bandung dengan tujuan untuk kemakmuran masjid dan kemaslahatan umat. “Ide ini berawal dari ide beberapa pengurus yang melihat hal serupa di Malaysia,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, alat tersebut didatangkan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan anggaran Rp 25 juta. Mesin ATM beras tersebut dapat diisi hingga 240 liter atau sekitar 2 kuintal beras.” Kami rutin membagikan tiap bulan kepada 100 kaum duafa di sekitar masjid,” tandasnya.

Baca Juga :  Ruang Terbuka Hijau Kota Kediri Baru 16 Persen

Menurutnya, ATM Beras itu baru berjalan pada Januari. Sedangkan, warga penerima sebelumnya sudah didata termasuk pemberian kartu khusus. Kartu ini nantinya tinggal ditempelkan di mesin dan secara otomatis beras akan keluar. “Mesin ini sudah diprogram otomatis, setiap penerima akan mendapatkan sekitar 3 liter beras atau setara dengan 2,5 kilogram dengan kualitas beras yang bagus,” paparnya.

Perlu diketahui, masjid yang baru diresmikan pada Januari 2019 ini akan menambah jumlah penerimaan beras pada Ramadan. Jika pada hari biasa, penerima akan mendapatkan beras sebanyak 2 kali dalam sebulan. Sedangkan, pada bulan Ramadan ini akan mendapatkan 4 kali dalam sebulan.

“Ini gratis untuk kaum dhuafa yang berada di sekitar masjid. Ke depan, rencananya akan berlaku untuk masyarakat umum, tentu dengan pendataan verifikasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Baca Juga :  Andok Soto di Tamanan, Pengedar Sabu Asal Tarokan Dibekuk

Masih kata Slamet, pengadaan ATM beras akan ditambah lagi dengan jumlah rasio penerimaan yang lebih banyak. “Kami berharap, akan berdampak bagi masyarakat untuk meramaikan dan memakmurkan masjid, dan dapat menginspirasi pengurus masjid di Kota Kediri khususnya,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Bisa jadi ini merupakan pertama di Kota Kediri. Kalau biasanya Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dilakukan untuk transaksi menggunakan uang tunai maupun nontunai, berbeda dengan ATM yang berada di Masjid Al-Khalid yang terletak di Kelurahan Semampir, Kota Kediri. ATM ini justru berisi beras yang bisa diambil khusus untuk kaum duafa di sekitar lokasi tersebut.

Menurut Ketua Takmir Masjid Al-Khalid Kota Kediri Muhammad Slamet, ATM beras ini sengaja didatangkan dari Bandung dengan tujuan untuk kemakmuran masjid dan kemaslahatan umat. “Ide ini berawal dari ide beberapa pengurus yang melihat hal serupa di Malaysia,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, alat tersebut didatangkan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan anggaran Rp 25 juta. Mesin ATM beras tersebut dapat diisi hingga 240 liter atau sekitar 2 kuintal beras.” Kami rutin membagikan tiap bulan kepada 100 kaum duafa di sekitar masjid,” tandasnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Pelajar Semakin Gencar

Menurutnya, ATM Beras itu baru berjalan pada Januari. Sedangkan, warga penerima sebelumnya sudah didata termasuk pemberian kartu khusus. Kartu ini nantinya tinggal ditempelkan di mesin dan secara otomatis beras akan keluar. “Mesin ini sudah diprogram otomatis, setiap penerima akan mendapatkan sekitar 3 liter beras atau setara dengan 2,5 kilogram dengan kualitas beras yang bagus,” paparnya.

Perlu diketahui, masjid yang baru diresmikan pada Januari 2019 ini akan menambah jumlah penerimaan beras pada Ramadan. Jika pada hari biasa, penerima akan mendapatkan beras sebanyak 2 kali dalam sebulan. Sedangkan, pada bulan Ramadan ini akan mendapatkan 4 kali dalam sebulan.

“Ini gratis untuk kaum dhuafa yang berada di sekitar masjid. Ke depan, rencananya akan berlaku untuk masyarakat umum, tentu dengan pendataan verifikasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Baca Juga :  Cek Suhu Tubuh Sebelum Sidang

Masih kata Slamet, pengadaan ATM beras akan ditambah lagi dengan jumlah rasio penerimaan yang lebih banyak. “Kami berharap, akan berdampak bagi masyarakat untuk meramaikan dan memakmurkan masjid, dan dapat menginspirasi pengurus masjid di Kota Kediri khususnya,” pungkasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/