28.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Pemohon Rekom Umrah di Kemenag Meningkat 

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pemberangkatan umrah sudah dibuka lagi sejak beberapa hari lalu. Hingga kemarin, Kantor Kemenag Kabupaten Kediri mulai didatangi warga untuk meminta rekomendasi.

Kasi Pelayanan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi menjelaskan, ada puluhan warga minta surat rekomendasi. Sejak pemberangkatan perdana ke tanah suci pada Sabtu (8/1) lalu, memang ada peningkatan permintaan rekomendasi.

“Yang sudah menunggu mendaftar sejak dua tahun karena ada pandemi ini mulai banyak,” ujar Kholiq.

Merujuk Surat Edaran (SE) Kemenag RI tentang umrah 1443H nomor B-04008 DJ/DT.II.3/Hj.09/01/2022 tertanggal 04 Januari 2022, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. “Selama pelaksanaan ibadah calon jemaah harus dalam kondisi sehat,” terangnya.

Baca Juga :  Ujian Lagi untuk Perbaiki Nilai

Tak hanya jemaah, menurut Kholiq, penyelenggara perjalanan juga harus segera mendaftarkan calon jemaahnya ke sistem. Dengan syarat seperti vaksinasi dan lainnya yang diperlukan untuk perjalanan umrah.

Selama pelaksanaan umrah ini, Kholiq menegaskan, perjalanan hanya menggunakan sistem satu pintu. Maksudnya, para jemaah ini hanya diperbolehkan menggunakan asrama haji Pondok Gede, Jakarta. “Untuk lokasi screening kesehatan dan titik awal pemberangkatan,” terang lelaki berpeci hitam itu.

Selama pemberangkatan umrah, Kholiq mengatakan, Kemenag Kabupaten Kediri hanya bisa memberi rekomendasi. Sementara pengawasan secara penuh, tetap dari agen travel atau pihak penyelenggara umrah.

“Maksudnya, kami tetap dapat data siapa yang akan berangkat jika dari Kabupaten Kediri. Data tersebut juga diberikan dari penyelenggara. Makanya juga kami rekomendasikan ke penyelenggara yang legal dan resmi saja kepada masyarakat yang datang,” terangnya.

Baca Juga :  Bawang Merah Impor Serbu Pasar

Untuk diketahui, umrah dan haji sempat ditutup sejak 2020 karena kasus Covid-19. Baru pada akhir 2021, setelah vaksinasi digencarkan dan persiapan seluruh negara sudah memenuhi standar, baru bisa perjalanan umrah.(syi/ndr)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pemberangkatan umrah sudah dibuka lagi sejak beberapa hari lalu. Hingga kemarin, Kantor Kemenag Kabupaten Kediri mulai didatangi warga untuk meminta rekomendasi.

Kasi Pelayanan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi menjelaskan, ada puluhan warga minta surat rekomendasi. Sejak pemberangkatan perdana ke tanah suci pada Sabtu (8/1) lalu, memang ada peningkatan permintaan rekomendasi.

“Yang sudah menunggu mendaftar sejak dua tahun karena ada pandemi ini mulai banyak,” ujar Kholiq.

Merujuk Surat Edaran (SE) Kemenag RI tentang umrah 1443H nomor B-04008 DJ/DT.II.3/Hj.09/01/2022 tertanggal 04 Januari 2022, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. “Selama pelaksanaan ibadah calon jemaah harus dalam kondisi sehat,” terangnya.

Baca Juga :  Hari Ini Sidang Perdana Korupsi Taman Hijau SLG

Tak hanya jemaah, menurut Kholiq, penyelenggara perjalanan juga harus segera mendaftarkan calon jemaahnya ke sistem. Dengan syarat seperti vaksinasi dan lainnya yang diperlukan untuk perjalanan umrah.

Selama pelaksanaan umrah ini, Kholiq menegaskan, perjalanan hanya menggunakan sistem satu pintu. Maksudnya, para jemaah ini hanya diperbolehkan menggunakan asrama haji Pondok Gede, Jakarta. “Untuk lokasi screening kesehatan dan titik awal pemberangkatan,” terang lelaki berpeci hitam itu.

Selama pemberangkatan umrah, Kholiq mengatakan, Kemenag Kabupaten Kediri hanya bisa memberi rekomendasi. Sementara pengawasan secara penuh, tetap dari agen travel atau pihak penyelenggara umrah.

“Maksudnya, kami tetap dapat data siapa yang akan berangkat jika dari Kabupaten Kediri. Data tersebut juga diberikan dari penyelenggara. Makanya juga kami rekomendasikan ke penyelenggara yang legal dan resmi saja kepada masyarakat yang datang,” terangnya.

Baca Juga :  Stok Darah di PMI Kediri: Trombosit A dan O Menipis

Untuk diketahui, umrah dan haji sempat ditutup sejak 2020 karena kasus Covid-19. Baru pada akhir 2021, setelah vaksinasi digencarkan dan persiapan seluruh negara sudah memenuhi standar, baru bisa perjalanan umrah.(syi/ndr)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/