23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Dinkes Kota Kediri Belum Temukan KIPI di Vaksinasi Anak

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Puluhan ribu anak usia 6-11 tahun di Kediri Raya sudah disuntik vaksin Covid-19. Meski demikian, hingga kemarin belum ditemukan kasus kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).         

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib menuturkan, hingga kemarin pihaknya belum menerima laporan KIPI dari vaksinasi anak selama beberapa minggu terakhir. “Alhamdulillah, tidak ditemukan sampai hari ini (kemarin, Red),” katanya.

Kalaupun ada laporan yang masuk ke dinkes, menurut Khotib hanya anak yang mengeluhkan kemeng atau nyeri setelah disuntik. Hal tersebut menurut Khotib termasuk kategori wajar. Efek nyeri setelah penyuntikan menurutnya tidak hanya ditemukan saat penyuntikan vaksin. Melainkan juga saat penyuntikan lainnya.

Selebihnya, ada pula anak yang mengeluhkan tangan sakit. Beberapa lainnya mengeluh pusing dan demam seperti halnya dampak vaksinasi pada orang dewasa. “Dari hasil analisa karena memang anak-anak ini lebih kuat daya tahan tubuhnya, makanya tidak ditemukan KIPI,” terang pria yang juga Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri itu.

Baca Juga :  Tahapan Panjang, Pembebasan Tanah Diprediksi Baru Tuntas Akhir Tahun

Untuk diketahui, Kabupaten Kediri menargetkan melakukan vaksinasi terhadap 143 ribu anak. Dari jumlah tersebut, sekitar 46 ribu anak sudah disuntik vaksin. Selebihnya, ditargetkan bisa tuntas pemberian dosis pertama hingga akhir Januari.

Khotib menegaskan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun hanya menggunakan vaksin merk Sinovac. Adapun untuk vaksin merk lain belum bisa diberikan. “Untuk penyuntikan merk lain kami masih menunggu rekomendasi pusat,” bebernya memastikan stok vaksin masih mencukupi hingga akhir Januari.

Sementara itu, setelah melakukan vaksinasi anak selama sekitar 28 hari, Dinkes Kota Kediri bersiap melakukan penyuntikan dosis kedua mulai Kamis (13/1) nanti. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan, penyuntikan dosis Kedua menyasar kompleks SDN Burengan, komplek SDN Banjaran, dan SDIT Rahmat.

Baca Juga :  Tak Mau Ambil Resiko, Pilih Tutup Toko

“Kami sudah siapkan 1.296 dosis untuk vaksin dosis dua ini,” ungkap Fauzan. Masing-masing, 393 dosis di SDN Burengan, 662 dosis di kompleks SDN Banjaran, dan 214 dosis di SDIT Rahmat.

          Dengan dimulainya vaksinasi dosis kedua minggu ini, Fauzan menjelaskan, dinkes menargetkan menuntaskan vaksinasi sebanyak 26.446 anak pada akhir Januari. Target tersebut dinilai realistis karena hingga akhir Januari vaksinasi anak sudah menyasar 69,79 persen atau 18.456 anak.

          Terkait stok vaksin, Fauzan memastikan jumlahnya masih aman. “Ada 30.762 dosis. Masih bisa digunakan untuk dosis kedua,” paparnya. (syi/rq/ut)

 

Kota:

Konfirmasi : 4034
Aktif : 2 
Sembuh : 3646
Meninggal : 386

 

Kabupaten:

Konfirmasi : 14132

Aktif : 2 (-1)

Sembuh : 12926

Meninggal : 1204 (+1)

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Puluhan ribu anak usia 6-11 tahun di Kediri Raya sudah disuntik vaksin Covid-19. Meski demikian, hingga kemarin belum ditemukan kasus kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).         

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib menuturkan, hingga kemarin pihaknya belum menerima laporan KIPI dari vaksinasi anak selama beberapa minggu terakhir. “Alhamdulillah, tidak ditemukan sampai hari ini (kemarin, Red),” katanya.

Kalaupun ada laporan yang masuk ke dinkes, menurut Khotib hanya anak yang mengeluhkan kemeng atau nyeri setelah disuntik. Hal tersebut menurut Khotib termasuk kategori wajar. Efek nyeri setelah penyuntikan menurutnya tidak hanya ditemukan saat penyuntikan vaksin. Melainkan juga saat penyuntikan lainnya.

Selebihnya, ada pula anak yang mengeluhkan tangan sakit. Beberapa lainnya mengeluh pusing dan demam seperti halnya dampak vaksinasi pada orang dewasa. “Dari hasil analisa karena memang anak-anak ini lebih kuat daya tahan tubuhnya, makanya tidak ditemukan KIPI,” terang pria yang juga Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri itu.

Baca Juga :  Nama Ita Triwibawati Tetap Masuk Bursa

Untuk diketahui, Kabupaten Kediri menargetkan melakukan vaksinasi terhadap 143 ribu anak. Dari jumlah tersebut, sekitar 46 ribu anak sudah disuntik vaksin. Selebihnya, ditargetkan bisa tuntas pemberian dosis pertama hingga akhir Januari.

Khotib menegaskan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun hanya menggunakan vaksin merk Sinovac. Adapun untuk vaksin merk lain belum bisa diberikan. “Untuk penyuntikan merk lain kami masih menunggu rekomendasi pusat,” bebernya memastikan stok vaksin masih mencukupi hingga akhir Januari.

Sementara itu, setelah melakukan vaksinasi anak selama sekitar 28 hari, Dinkes Kota Kediri bersiap melakukan penyuntikan dosis kedua mulai Kamis (13/1) nanti. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan, penyuntikan dosis Kedua menyasar kompleks SDN Burengan, komplek SDN Banjaran, dan SDIT Rahmat.

Baca Juga :  Tembus 700, Sembuh 581

“Kami sudah siapkan 1.296 dosis untuk vaksin dosis dua ini,” ungkap Fauzan. Masing-masing, 393 dosis di SDN Burengan, 662 dosis di kompleks SDN Banjaran, dan 214 dosis di SDIT Rahmat.

          Dengan dimulainya vaksinasi dosis kedua minggu ini, Fauzan menjelaskan, dinkes menargetkan menuntaskan vaksinasi sebanyak 26.446 anak pada akhir Januari. Target tersebut dinilai realistis karena hingga akhir Januari vaksinasi anak sudah menyasar 69,79 persen atau 18.456 anak.

          Terkait stok vaksin, Fauzan memastikan jumlahnya masih aman. “Ada 30.762 dosis. Masih bisa digunakan untuk dosis kedua,” paparnya. (syi/rq/ut)

 

Kota:

Konfirmasi : 4034
Aktif : 2 
Sembuh : 3646
Meninggal : 386

 

Kabupaten:

Konfirmasi : 14132

Aktif : 2 (-1)

Sembuh : 12926

Meninggal : 1204 (+1)

 

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/