30.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Tumbang, Pohon Kamboja di Kalipang Timpa Puskesmas

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Hujan lebat di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol membuat dua pohon kamboja tumbang, Jumat (10/1). Setelah hujan lebat yang berlangsung sejak Kamis (9/1.)

Pohon tumbang itu menimpa atap puskesmas setempat. Sebelumnya, dahan pohon balai desa setempat juga terbakar karena tergesek kabel PLN bertegangan tinggi.

Setelah tahu kejadian tersebut Jumat pagi, warga melapor ke perangkat desa serta Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Kalipang.

Belasan orang yang terdiri dari warga, perangkat desa dan TSBD bergegas ke lokasi untuk menanganinya sekitar pukul 07.00 WIB. “Dua pohon tumbang di area makam,” ujar Ketua TSBD Kalipang Khamid.

          Penanganan menggunakan dua gergaji mesin dengan tali tambang. Mengingat pohon lumayan tinggi dan penanganan dilakukan seusai hujan, mengharuskan salah satu orang memanjat pohon dalam kondisi permukaan basah dan licin. Mau tidak mau, Khamid selaku penanggung jawab harus melakukannya.

Baca Juga :  Mantan Wali Kota Kediri Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

          Beruntung, pohon berdiameter sekitar 50 sentimeter (cm) tersebut hanya membuat sebagian atap rusak serta tembok pagar retak. Setelah dua pohon tumbang tersebut berhasil ditangani, warga juga menebang dua pohon lainnya yang membahayakan karena berdampingan dengan puskesmas serta rumah warga. Sekaligus memangkas sebagian dahan pohon Lo atau Loa berdiameter 15 cm yang sempat patah dan jatuh.

          Penanganan tersebut berlangsung sampai pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, warga juga menebang pohon mangga gadung yang menjulang setinggi hampir 15 meter. Lantaran, dahan pohon sempat terbakar beberapa waktu lalu karena tertiup angin lalu dahannya menggesek kabel PLN bertegangan tinggi. “Sekalian ditebang, karena berdampingan dengan rumah warga dan balai desa,” terang Khamid.

Baca Juga :  SMAN 1 Berbek Ikut Di-lockdown

          Tanpa memutus aliran listrik kabel utama, Khamid menebang sedikit demi sedikit dahan pohon dari yang paling atas sampai terakhir pangkal pohon. Warga lainnya membantu memotong di bawah dan menarik menggunakan tali tambang agar potongan pohon tidak mengarah ke bangunan di sekitarnya.

          Dengan kekompakan warga, TSBD beserta perangkat desa, berhasil menangani beberapa pohon membahayakan tersebut. Penanganan tersebut akhirnya selesai sekitar pukul 14.30 WIB 

         

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Hujan lebat di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol membuat dua pohon kamboja tumbang, Jumat (10/1). Setelah hujan lebat yang berlangsung sejak Kamis (9/1.)

Pohon tumbang itu menimpa atap puskesmas setempat. Sebelumnya, dahan pohon balai desa setempat juga terbakar karena tergesek kabel PLN bertegangan tinggi.

Setelah tahu kejadian tersebut Jumat pagi, warga melapor ke perangkat desa serta Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Kalipang.

Belasan orang yang terdiri dari warga, perangkat desa dan TSBD bergegas ke lokasi untuk menanganinya sekitar pukul 07.00 WIB. “Dua pohon tumbang di area makam,” ujar Ketua TSBD Kalipang Khamid.

          Penanganan menggunakan dua gergaji mesin dengan tali tambang. Mengingat pohon lumayan tinggi dan penanganan dilakukan seusai hujan, mengharuskan salah satu orang memanjat pohon dalam kondisi permukaan basah dan licin. Mau tidak mau, Khamid selaku penanggung jawab harus melakukannya.

Baca Juga :  Mama Pur Anik Divonis 5 Tahun Penjara

          Beruntung, pohon berdiameter sekitar 50 sentimeter (cm) tersebut hanya membuat sebagian atap rusak serta tembok pagar retak. Setelah dua pohon tumbang tersebut berhasil ditangani, warga juga menebang dua pohon lainnya yang membahayakan karena berdampingan dengan puskesmas serta rumah warga. Sekaligus memangkas sebagian dahan pohon Lo atau Loa berdiameter 15 cm yang sempat patah dan jatuh.

          Penanganan tersebut berlangsung sampai pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, warga juga menebang pohon mangga gadung yang menjulang setinggi hampir 15 meter. Lantaran, dahan pohon sempat terbakar beberapa waktu lalu karena tertiup angin lalu dahannya menggesek kabel PLN bertegangan tinggi. “Sekalian ditebang, karena berdampingan dengan rumah warga dan balai desa,” terang Khamid.

Baca Juga :  Pangkas Belanja Rp 39,17 Miliar

          Tanpa memutus aliran listrik kabel utama, Khamid menebang sedikit demi sedikit dahan pohon dari yang paling atas sampai terakhir pangkal pohon. Warga lainnya membantu memotong di bawah dan menarik menggunakan tali tambang agar potongan pohon tidak mengarah ke bangunan di sekitarnya.

          Dengan kekompakan warga, TSBD beserta perangkat desa, berhasil menangani beberapa pohon membahayakan tersebut. Penanganan tersebut akhirnya selesai sekitar pukul 14.30 WIB 

         

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/