29.8 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Kiriman Vaksin di Kabupaten Kediri Masih Kurang

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Program vaksinasi di Kabupaten Kediri belum optimal. Pasalnya, pengiriman dosis vaksin dari pusat dianggap kurang cepat. Dalam sepekan, pemerintah pusat mengirimkan sebanyak 10-15 ribu dosis. Sementara Pemkab Kediri biasanya membutuhkan 12 ribu vaksin setiap harinya.

“Kiriman memang cenderung kurang. Namun kita pastikan vaksin terus berjalan,” terang Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib.

Strategi Pemkab Kediri untuk menyalurkan vaksinasi dilakukan secukupnya. Sehingga stok vaksin dipastikan tidak menipis. Sampai kemarin, Khotib menjelaskan ada sekitar 33 ribu stok vaksin yang tersisa di gudang penyimpanan vaksin Dinas Kabupaten (Dinkes) Kediri di Kecamatan Semen. “Ini juga pastu berubah-ubah karena setiap hari kami terus genjot vaksinasi juga,” imbuhnya.

 Khotib menjelaskan bahwa Pemkab Kediri juga terus mengajukan penambahan vaksin lagi. Baik ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun Pemprov Jawa Timur. Harapannya, Kabupaten Kediri segera mendapat tambahan vaksin lagi tanpa harus menunggu sekitar satu minggu sekali.

Meski begitu, saat ini vaksinasi di Kabupaten Kediri sudah capai 46,7 persen. Bisa dibilang untuk capai target total 50 persen hingga akhir 2021 bisa dicapai. “Untuk saat ini yang terus kami dorong divaksinasi lansia dan pelajar. Namun tetap seluruh masyarakat umum juga menjadi sasaran vaksin juga,” imbuh lelaki yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kediri itu.

Baca Juga :  Dibuka Hari Ini, PPDB SD Hanya Sediakan Jalur Zonasi

Ditanya terkait target akhir tahun, Khotib menjelaskan semua bisa dicapai. Apabila sinergitas antara pemerintah daerah bersama masyarakat terus berjalan. Karena kesadaran akan vaksinasi ini juga tak lepas dari peran masyarakat penerima dan pemerintah sebagai yang

Sementara itu, kasus terkofirmasi di Kota Kediri terus menurun. Hingga kemarin, yang aktif Covid-19 hanya tersisa sepuluh orang. Bahkan pasien yang menjalani isolasi terpadu di Jalan Haimalaya BLK, Kelurahan Sukorame, Mojoroto hanya tersisa dua orang.

          Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Indun Munawaroh, pasien yang kini menjalani isoter sudah berlangsung satu minggu. Dalam waktu empat hari lagi, mereka akan diperiksa lagi oleh tim medis.

Baca Juga :  Singo Barong Junior Masuk Grup Neraka

“Kalau sudah sehat mereka akan kembali pulang, harapannya tidak ada lagi yang masuk,” ucap Indun.

Semakin berkurangnya jumlah pasien isoter, maka tempat isoter lainnya di GNI yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Pocanan, tidak akan difungsikan. Di sana, masih terbentang tenda darurat dan belum dibongkar. Diakui Indun, selain di GNI, tenda darurat yang tidak lagi berfungsi ada di RSUD Gambiran. “Belum kita bongkar, tunggu perintah,” katanya.

Sejauh ini, persentase vaksinasi untuk lansia di Kota Kediri masih di bawah 70 persen. Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima, sampai saat ini vaksinasi lansia di Kota Kediri baru mencapai 58,98 persen untuk dosis tahap pertama. Kemudian dosis keduanya 45,51 persen. (syi/rq/baz)

 

Kota

Konfirmasi : 4.013(+1)
Aktif : 10
Sembuh : 3.620
Meninggal : 383

 

Kabupaten

Konfirmasi : 13.990(+5) 
Aktif : 33
Sembuh : 12.770 
Meninggal : 1.187

 

Konfirmasi : 13990 +5

Aktif : 33 1

Sembuh : 12770 +4

Meninggal : 1187

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Program vaksinasi di Kabupaten Kediri belum optimal. Pasalnya, pengiriman dosis vaksin dari pusat dianggap kurang cepat. Dalam sepekan, pemerintah pusat mengirimkan sebanyak 10-15 ribu dosis. Sementara Pemkab Kediri biasanya membutuhkan 12 ribu vaksin setiap harinya.

“Kiriman memang cenderung kurang. Namun kita pastikan vaksin terus berjalan,” terang Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib.

Strategi Pemkab Kediri untuk menyalurkan vaksinasi dilakukan secukupnya. Sehingga stok vaksin dipastikan tidak menipis. Sampai kemarin, Khotib menjelaskan ada sekitar 33 ribu stok vaksin yang tersisa di gudang penyimpanan vaksin Dinas Kabupaten (Dinkes) Kediri di Kecamatan Semen. “Ini juga pastu berubah-ubah karena setiap hari kami terus genjot vaksinasi juga,” imbuhnya.

 Khotib menjelaskan bahwa Pemkab Kediri juga terus mengajukan penambahan vaksin lagi. Baik ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun Pemprov Jawa Timur. Harapannya, Kabupaten Kediri segera mendapat tambahan vaksin lagi tanpa harus menunggu sekitar satu minggu sekali.

Meski begitu, saat ini vaksinasi di Kabupaten Kediri sudah capai 46,7 persen. Bisa dibilang untuk capai target total 50 persen hingga akhir 2021 bisa dicapai. “Untuk saat ini yang terus kami dorong divaksinasi lansia dan pelajar. Namun tetap seluruh masyarakat umum juga menjadi sasaran vaksin juga,” imbuh lelaki yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kediri itu.

Baca Juga :  Tak Berarti Tanpa Kedisiplinan

Ditanya terkait target akhir tahun, Khotib menjelaskan semua bisa dicapai. Apabila sinergitas antara pemerintah daerah bersama masyarakat terus berjalan. Karena kesadaran akan vaksinasi ini juga tak lepas dari peran masyarakat penerima dan pemerintah sebagai yang

Sementara itu, kasus terkofirmasi di Kota Kediri terus menurun. Hingga kemarin, yang aktif Covid-19 hanya tersisa sepuluh orang. Bahkan pasien yang menjalani isolasi terpadu di Jalan Haimalaya BLK, Kelurahan Sukorame, Mojoroto hanya tersisa dua orang.

          Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Indun Munawaroh, pasien yang kini menjalani isoter sudah berlangsung satu minggu. Dalam waktu empat hari lagi, mereka akan diperiksa lagi oleh tim medis.

Baca Juga :  Macan Putih Antisipasi Keunggulan Fisik dan Teknik Lawan

“Kalau sudah sehat mereka akan kembali pulang, harapannya tidak ada lagi yang masuk,” ucap Indun.

Semakin berkurangnya jumlah pasien isoter, maka tempat isoter lainnya di GNI yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Pocanan, tidak akan difungsikan. Di sana, masih terbentang tenda darurat dan belum dibongkar. Diakui Indun, selain di GNI, tenda darurat yang tidak lagi berfungsi ada di RSUD Gambiran. “Belum kita bongkar, tunggu perintah,” katanya.

Sejauh ini, persentase vaksinasi untuk lansia di Kota Kediri masih di bawah 70 persen. Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima, sampai saat ini vaksinasi lansia di Kota Kediri baru mencapai 58,98 persen untuk dosis tahap pertama. Kemudian dosis keduanya 45,51 persen. (syi/rq/baz)

 

Kota

Konfirmasi : 4.013(+1)
Aktif : 10
Sembuh : 3.620
Meninggal : 383

 

Kabupaten

Konfirmasi : 13.990(+5) 
Aktif : 33
Sembuh : 12.770 
Meninggal : 1.187

 

Konfirmasi : 13990 +5

Aktif : 33 1

Sembuh : 12770 +4

Meninggal : 1187

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/