24.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Siraman Diganti Doa Bersama

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Rencana siraman terbatas di Air Terjun Sedudo batal terlaksana kemarin. Sebagai gantinya, acara memperingati 1 Sura diisi dengan doa bersama dan tabur bunga. Pesertanya juga tidak sampai 50 orang. Hanya sekitar 30 orang. Mereka berasal dari sesepuh desa dan warga setempat.

“Tradisi siraman kami ganti dengan doa bersama,” ujar Imam Syafii, juru kunci Air Terjun Sedudo kemarin.

Doa bersama dilaksanakan sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam doa bersama tersebut, mereka berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sesepuh Desa Ngliman Abu Syafii yang memimpin langsung doa bersama tersebut.

Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan tabur bunga di air terjun. Lalu, peserta doa bersama mencelupkan tangannya ke air terjun.

Baca Juga :  Limbah Meluas ke Rowomarto

Menurut Syafii, tradisi siraman yang diganti dengan doa bersama ini sebagai upaya mencegah penularan Covid-19. Karena jika prosesi siraman dilaksanakan dikhawatirkan akan mendatangkan massa. Sehingga, kerumunan akan terjadi.

Namun, jika dilaksanakan siraman terbatas otomatis juga akan menimbulkan kecemburuan. Karena selama ini peringatan 1 Sura diisi dengan tradisi siraman.

Syafii berharap, tradisi siraman 1 Sura bisa dilaksanakan lagi tahun depan. Harapannya, pandemi Covid-19 sudah berakhir. “Semoga tahun depan bisa siraman lagi,” harapnya.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Rencana siraman terbatas di Air Terjun Sedudo batal terlaksana kemarin. Sebagai gantinya, acara memperingati 1 Sura diisi dengan doa bersama dan tabur bunga. Pesertanya juga tidak sampai 50 orang. Hanya sekitar 30 orang. Mereka berasal dari sesepuh desa dan warga setempat.

“Tradisi siraman kami ganti dengan doa bersama,” ujar Imam Syafii, juru kunci Air Terjun Sedudo kemarin.

Doa bersama dilaksanakan sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam doa bersama tersebut, mereka berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sesepuh Desa Ngliman Abu Syafii yang memimpin langsung doa bersama tersebut.

Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan tabur bunga di air terjun. Lalu, peserta doa bersama mencelupkan tangannya ke air terjun.

Baca Juga :  Pedagang Kecewa Tak Terima Bantuan

Menurut Syafii, tradisi siraman yang diganti dengan doa bersama ini sebagai upaya mencegah penularan Covid-19. Karena jika prosesi siraman dilaksanakan dikhawatirkan akan mendatangkan massa. Sehingga, kerumunan akan terjadi.

Namun, jika dilaksanakan siraman terbatas otomatis juga akan menimbulkan kecemburuan. Karena selama ini peringatan 1 Sura diisi dengan tradisi siraman.

Syafii berharap, tradisi siraman 1 Sura bisa dilaksanakan lagi tahun depan. Harapannya, pandemi Covid-19 sudah berakhir. “Semoga tahun depan bisa siraman lagi,” harapnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/