24.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Satgas Covid-19 di Kabupaten Kediri Jaring 26 Pelanggar Prokes

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri melakukan razia protokol kesehatan (prokes) kemarin. Hasilnya, sebanyak 26 pelanggar terjaring. Itu di kerumunan warga, baik di warung atau kafe, hingga jalan raya. “Mulai pelanggaran tak memakai masker dan tempat makan yang masih buka hingga malam,” terang Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Kediri M. Teguh Budiartoyo.

Dalam sidak dan razia, Ia menjelaskan, satgas Covid-19 paling banyak menemukan warung dan kafe buka hingga malam. Seperti Rabu (9/3) malam, petugas menemukan sembilan orang tidak bermasker di warung. Mereka sedang nongkrong. “Ini yang jadi catatan. Kalau keluar, memang peraturan selama ini harus menggunakan masker,” terang Teguh.

Baca Juga :  Diyakini Orang Mesir, Panjang Makam Mencapai Empat Meter

Petugas menegur para remaja itu. Mereka mengaku baru datang. Alasannya, hanya mampir beli makanan dan minuman saja. “Meski begitu, tetap kami data dan ingatkan mereka harus tetap menggunakan masker saat pergi ke mana pun,” tegas aparat penegak perda dengan rambut klimis itu.

Satpol PP mencatat ada beberapa warga masih berkerumun dan tidak menggunakan masker saat sedang berbicara. Atau saat sedang tidak makan dan minum. Petugas pun memberi peringatan pada pemilik warung dan kafe agar ikut memberi sosialisasi prokes terhadap pelanggannya.

“Patroli dan razia tetap dilakukan. Ini untuk prokes dan menjaga kesehatan,” pungkas Tegus.(syi/ndr)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri melakukan razia protokol kesehatan (prokes) kemarin. Hasilnya, sebanyak 26 pelanggar terjaring. Itu di kerumunan warga, baik di warung atau kafe, hingga jalan raya. “Mulai pelanggaran tak memakai masker dan tempat makan yang masih buka hingga malam,” terang Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Kediri M. Teguh Budiartoyo.

Dalam sidak dan razia, Ia menjelaskan, satgas Covid-19 paling banyak menemukan warung dan kafe buka hingga malam. Seperti Rabu (9/3) malam, petugas menemukan sembilan orang tidak bermasker di warung. Mereka sedang nongkrong. “Ini yang jadi catatan. Kalau keluar, memang peraturan selama ini harus menggunakan masker,” terang Teguh.

Baca Juga :  Bupati Soeprapto Akrab dengan Lurah Surodarmo 

Petugas menegur para remaja itu. Mereka mengaku baru datang. Alasannya, hanya mampir beli makanan dan minuman saja. “Meski begitu, tetap kami data dan ingatkan mereka harus tetap menggunakan masker saat pergi ke mana pun,” tegas aparat penegak perda dengan rambut klimis itu.

Satpol PP mencatat ada beberapa warga masih berkerumun dan tidak menggunakan masker saat sedang berbicara. Atau saat sedang tidak makan dan minum. Petugas pun memberi peringatan pada pemilik warung dan kafe agar ikut memberi sosialisasi prokes terhadap pelanggannya.

“Patroli dan razia tetap dilakukan. Ini untuk prokes dan menjaga kesehatan,” pungkas Tegus.(syi/ndr)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/