24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Kepala Kejari Kota Kediri Utamakan Humanis dan Restorative Justice

KOTA, JP Radar Kediri– Novika Muzairah Rauf resmi menjabat Kepala Kejari Kota Kediri menggantikan Sofyan Selle. Itu setelah dia dilantik Kepala Kejati Jatim Mia Amiati, Rabu (9/3). Kemarin, kajari baru ini mulai ngantor di Jl Jaksa Agung Suprapto, Kota Kediri.

Pada awak media, Novika menyatakan, akan memimpin kejari kota dengan mengutamakan humanisme dan restorative justice (RJ) untuk penegakan hukum. “Terlebih informasi dari kajari lama bilang kalau masyarakat di Kota Kediri ini kondusif dan kesadaran terhadap hukum cukup baik,” tutur mantan asisten perdata dan tata usaha negara (astadun) Kejati DI Jogjakarta ini.

RJ bertujuan mendorong masyarakat dalam penyelesaian perkara secara damai dan kekeluargaan agar keadaan kembali seperti semula, tidak saling benci, dan dendam dua belah pihak. Jaksa kelahiran 1975 itu menjelaskan bahwa persyaratan orang yang mendapatkan RJ adalah baru kali pertama melakukan tindak pidana dan hanya diancam pidana denda atau penjara tak lebih dari 5 tahun.

Baca Juga :  Puskesmas Patianrowo Dibuka Lagi Besok

Kemudian, nilai barang bukti atau kerugian yang ditimbulkan tidak lebih dari Rp 2,5 juta. “Restorative justice ini sebagai dasar inisiatif pelaku dan korban, intinya bertujuan untuk perdamaian. Kejaksaan sebagai fasilitator proses perdamaian diatur berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15/2020 tanggal 21 Juli 2022,” jelas jaksa asal Surabaya ini. (ica/ndr)

 

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Novika Muzairah Rauf resmi menjabat Kepala Kejari Kota Kediri menggantikan Sofyan Selle. Itu setelah dia dilantik Kepala Kejati Jatim Mia Amiati, Rabu (9/3). Kemarin, kajari baru ini mulai ngantor di Jl Jaksa Agung Suprapto, Kota Kediri.

Pada awak media, Novika menyatakan, akan memimpin kejari kota dengan mengutamakan humanisme dan restorative justice (RJ) untuk penegakan hukum. “Terlebih informasi dari kajari lama bilang kalau masyarakat di Kota Kediri ini kondusif dan kesadaran terhadap hukum cukup baik,” tutur mantan asisten perdata dan tata usaha negara (astadun) Kejati DI Jogjakarta ini.

RJ bertujuan mendorong masyarakat dalam penyelesaian perkara secara damai dan kekeluargaan agar keadaan kembali seperti semula, tidak saling benci, dan dendam dua belah pihak. Jaksa kelahiran 1975 itu menjelaskan bahwa persyaratan orang yang mendapatkan RJ adalah baru kali pertama melakukan tindak pidana dan hanya diancam pidana denda atau penjara tak lebih dari 5 tahun.

Baca Juga :  Persedikab Gagal Jadi Tuan Rumah

Kemudian, nilai barang bukti atau kerugian yang ditimbulkan tidak lebih dari Rp 2,5 juta. “Restorative justice ini sebagai dasar inisiatif pelaku dan korban, intinya bertujuan untuk perdamaian. Kejaksaan sebagai fasilitator proses perdamaian diatur berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15/2020 tanggal 21 Juli 2022,” jelas jaksa asal Surabaya ini. (ica/ndr)

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/