30.2 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Plengsengan Ambrol, Dua Rumah Terancam Ambles

PACE, JP Radar Nganjuk-Beberapa kali dihantam derasnya aliran sungai Bodor, plengsengan di Desa Plosoharjo, Pace ambrol. Peristiwa yang terjadi Sabtu (9/1) siang itu mengancam dua rumah yang terletak paling dekat dengan tebing.

Adalah rumah Suprapti, 44, dan Tarmidi, 68, yang terancam ambles jika terjadi bencana susulan di plengsengan tersebut. “Plengsengan yang ambrol sangat lebar. Rumah kami terancam,” ujar Suprapti.

Lebih jauh Suprapti menjelaskan, plengsengan ambrol sekitar pukul 14.00 Sabtu lalu. Saat itu, menurutnya debit air sungai Bodor justru sudah mulai turun. Meski demikian dia mengakui jika pada Jumat lalu debitnya sangat tinggi.

Sebelum plengsengan ambrol, menurut Suprapti dirinya sempat merekam kondisi plengsengan di sana. Saat itu diketahui jika plengsengan sudah retak. Demikian juga dengan jalan plengsengan yang ada di dekat sungai. “Setelah itu (divideo, Red) langsung ambrol,” lanjutnya.

Baca Juga :  Jalan Rusak Parah, Warga Ngronggot Tebar Ikan Lele dan Tanam Pisang

Kerusakan plengsengan tersebut menurut Suprapti terjadi secara bertahap. Hingga kemarin, panjang plengsengan yang ambles sekitar sepuluh meter dengan lebar tiga meter.

Semakin parahnya kondisi plengsengan yang ambrol mengancam rumah Suprapti dan Tarmidi. Sebab, plengsengan yang ambrol berada di dekat rumahnya. Bahkan, jalan paving sebagian juga ambrol.

Tidak ingin ada korban jiwa yang terjatuh saat melintas, mereka memutuskan untuk menutup jalan agar tidak dilewati warga. Menurutnya masih ada jalan lain yang digunakan warga di sekitar plengsengan tersebut.

Terpisah, Tarmidi, 68, mengungkapkan kekhawatirannya akan bencana banjir susulan yang mungkin saja masih terjadi. “Kalau plengsengan tidak segera diperbaiki kerusakannya pasti semakin parah saat turun hujan deras,” terangnya.

Terpisah, Kepala Desa Plosoharjo Jarwo mengatakan, pemdes akan menyiapkan karung berisi tanah yang ditumpuk di lokasi plengsengan yang ambrol sebagai tanggul darurat. Dengan demikian, air dari sungai tidak akan masuk ke rumah warga.

Baca Juga :  Pasang Tali Cegah Warga Mendekati Tanah Retak

Rencana hari ini Jarwo juga akan mengirim surat ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Surabaya untuk tindak lanjut permanennya. “Untuk sementara dipasang karung pasir dulu,” jelasnya.

Terkait penyebab ambrolnya plengsengan, selain karena gerusan air bah, menurut Jarwo juga karena usia bangunan tua. Sejak dibangun pada 1993 lalu, menurutnya belum ada perbaikan hingga sekarang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan/Mitigasi dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nugroho masih melakukan asesmen kerusakan plengsengan di Desa Plosoharjo, Pace. “Kami akan lakukan inventarisasi, diupayakan perbaikan lewat BTT (belanja tak terduga, Red),” ucapnya.

- Advertisement -

PACE, JP Radar Nganjuk-Beberapa kali dihantam derasnya aliran sungai Bodor, plengsengan di Desa Plosoharjo, Pace ambrol. Peristiwa yang terjadi Sabtu (9/1) siang itu mengancam dua rumah yang terletak paling dekat dengan tebing.

Adalah rumah Suprapti, 44, dan Tarmidi, 68, yang terancam ambles jika terjadi bencana susulan di plengsengan tersebut. “Plengsengan yang ambrol sangat lebar. Rumah kami terancam,” ujar Suprapti.

Lebih jauh Suprapti menjelaskan, plengsengan ambrol sekitar pukul 14.00 Sabtu lalu. Saat itu, menurutnya debit air sungai Bodor justru sudah mulai turun. Meski demikian dia mengakui jika pada Jumat lalu debitnya sangat tinggi.

Sebelum plengsengan ambrol, menurut Suprapti dirinya sempat merekam kondisi plengsengan di sana. Saat itu diketahui jika plengsengan sudah retak. Demikian juga dengan jalan plengsengan yang ada di dekat sungai. “Setelah itu (divideo, Red) langsung ambrol,” lanjutnya.

Baca Juga :  Lima Camat Anak Buah Novi Dituntut 2 Tahun

Kerusakan plengsengan tersebut menurut Suprapti terjadi secara bertahap. Hingga kemarin, panjang plengsengan yang ambles sekitar sepuluh meter dengan lebar tiga meter.

Semakin parahnya kondisi plengsengan yang ambrol mengancam rumah Suprapti dan Tarmidi. Sebab, plengsengan yang ambrol berada di dekat rumahnya. Bahkan, jalan paving sebagian juga ambrol.

Tidak ingin ada korban jiwa yang terjatuh saat melintas, mereka memutuskan untuk menutup jalan agar tidak dilewati warga. Menurutnya masih ada jalan lain yang digunakan warga di sekitar plengsengan tersebut.

Terpisah, Tarmidi, 68, mengungkapkan kekhawatirannya akan bencana banjir susulan yang mungkin saja masih terjadi. “Kalau plengsengan tidak segera diperbaiki kerusakannya pasti semakin parah saat turun hujan deras,” terangnya.

Terpisah, Kepala Desa Plosoharjo Jarwo mengatakan, pemdes akan menyiapkan karung berisi tanah yang ditumpuk di lokasi plengsengan yang ambrol sebagai tanggul darurat. Dengan demikian, air dari sungai tidak akan masuk ke rumah warga.

Baca Juga :  Puluhan Warga Wilangan Jadi OTG

Rencana hari ini Jarwo juga akan mengirim surat ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Surabaya untuk tindak lanjut permanennya. “Untuk sementara dipasang karung pasir dulu,” jelasnya.

Terkait penyebab ambrolnya plengsengan, selain karena gerusan air bah, menurut Jarwo juga karena usia bangunan tua. Sejak dibangun pada 1993 lalu, menurutnya belum ada perbaikan hingga sekarang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan/Mitigasi dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nugroho masih melakukan asesmen kerusakan plengsengan di Desa Plosoharjo, Pace. “Kami akan lakukan inventarisasi, diupayakan perbaikan lewat BTT (belanja tak terduga, Red),” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/