28.9 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Info CASN Kediri: Ribuan Pelamar Perjuangkan Nasib

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Ribuan pelamar calon aparatur sipil negara (CASN) di Kediri Raya yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), tak mau menyerah. Mereka mengajukan sanggahan atas putusan panitia seleksi (pansel) yang tak meloloskan berkas administrasinya.  

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, di kabupaten Kediri total ada 749 pelamar yang mengajukan sanggahan. Sedangkan di Kota Kediri, berdasar rekapitulasi sementara ada sekitar 600 pelamar yang juga menyanggah. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah karena rekapitulasi dijadwalkan berlangsung hingga hari ini. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin melalui Plt Kabid Pengembangan dan Pengadaan Andri Sugianto menyebutkan, jumlah sanggahan di Kabupaten Kediri sudah final. “Sekarang sedang proses menjawab sanggahan,” ujar Andri sembari menyebut jumlah pelamar yang mengajukan sanggahan tidak ada separo dari total berkas yang dinyatakan TMS.

Di Kabupaten Kediri, total ada 1.759 berkas yang dinyatakan TMS. Jika ratusan pelamar tersebut mengajukan sanggahan. Lebih dari seribu pelamar lainnya memilih pasrah.

Berdasar verifikasi hingga Minggu (8/8) lalu, menurut Andri hanya 15 orang yang sanggahannya diterima. Otomatis, status belasan pelamar itu yang sebelumnya dinyatakan TMS berubah menjadi memenuhi syarat (MS).

Status mereka berubah karena beberapa sebab. Setelah dicek ulang, ternyata ada berkas yang terlewat dari pengecekan sistem website BKN Pusat. Misalnya, akreditasi pelamar dinyatakan tidak sesuai. Setelah dicek, ternyata sudah memenuhi syarat.

Baca Juga :  Berkas Lancar, Tunjangan April Cair

“(Kemarin, Red) masih ada 200-an lagi (berkas, Red) yang akan kami lakukan verifikasi,” jelasnya sembari menyebut panitia punya waktu menyelesaikan jawaban sanggahan hingga Jumat (13/8) nanti.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri mengungkapkan, rekapitulasi sanggahan di Kota Kediri belum selesai hingga kemarin karena mereka menggunakan metode yang berbeda. “Sementera ini sanggahan kami masukkan Google sheet dulu. Kami memakai metode yang berbeda,” tutur Un.

Setelah terkumpul, puluhan verifikator, supervisor, dan koordinator akan melakukan pengecekan berlapis. Setelah hasil verifikasi dipastikan sesuai, mereka baru akan mengunggahnya ke aplikasi. Langkah tersebut menurut Un merupakan wujud kehati-hatian. Sebab, panitia hanya bisa mengunggah satu kali jawaban. 

Un pun tak mengelak jika jumlah penyanggah di Kota Kediri masih akan terus bertambah. Sebab, hingga kemarin sore verifikator masih terus merekap data. Berdasar pengecekan sementara, ada beberapa sanggahan yang diajukan pelamar. Termasuk terkait surat tanda register (STR) untuk tenaga kesehatan (nakes).

Meski Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memberi kelonggaran terkait syarat STR, menurut Un, sanggahan yang diajukan pelamar kemarin sudah pasti tetap dinyatakan TMS. Alasannya, pelamar mengajukan sanggahan setelah salah mengunggah STR. “Bukan karena STR-nya habis dan sedang mengurus perpanjangan. Jadi, tetap TMS,” tegasnya.

Baca Juga :  Kesbanglinmas Jadi Badan, Damkar Jadi Dinas

Untuk diketahui, jika hasil verifikasi berkas pelamar CASN di daerah sudah mendapat kejelasan, verifikasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) masih mengambang. 

Video pernyataan Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kemendikbud Ristek Nunuk Suryani yang beredar di WhatsApp tidak memberi kepastian  kapan hasil seleksi adminstrasi akan diumumkan.

Ketua Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT-PTT ) Kota Kediri M Badrul mengaku hanya bisa pasrah menghadapi hal tersebut.“Kami sudah sampaikan ke dinas, tapi semua prsosesnya ditangani pusat. Ya, harus bersabat seperti pesan Bu Nunuk,” kata pria yang melamar P3K guru ini. 

Sesuai jadwal, pengumuman hasil seleksi seharusnya disampaikan 2-3 Agustus lalu. Hingga saat ini, belum ada pengumuman yang dia terima. Karenanya, pelamar belum bisa menyanggah seperti halnya pelamar yang ditangani pemerintah daerah.

Dengan molornya jadwal verifikasi, otomatis masa sanggah juga akan mundur.  Seperti halnya pengumuman hasil verifikasi yang tidak jelas, mereka juga tidak tahu jadwal masa sanggah. (syi/rq/ut)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Ribuan pelamar calon aparatur sipil negara (CASN) di Kediri Raya yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), tak mau menyerah. Mereka mengajukan sanggahan atas putusan panitia seleksi (pansel) yang tak meloloskan berkas administrasinya.  

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, di kabupaten Kediri total ada 749 pelamar yang mengajukan sanggahan. Sedangkan di Kota Kediri, berdasar rekapitulasi sementara ada sekitar 600 pelamar yang juga menyanggah. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah karena rekapitulasi dijadwalkan berlangsung hingga hari ini. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin melalui Plt Kabid Pengembangan dan Pengadaan Andri Sugianto menyebutkan, jumlah sanggahan di Kabupaten Kediri sudah final. “Sekarang sedang proses menjawab sanggahan,” ujar Andri sembari menyebut jumlah pelamar yang mengajukan sanggahan tidak ada separo dari total berkas yang dinyatakan TMS.

Di Kabupaten Kediri, total ada 1.759 berkas yang dinyatakan TMS. Jika ratusan pelamar tersebut mengajukan sanggahan. Lebih dari seribu pelamar lainnya memilih pasrah.

Berdasar verifikasi hingga Minggu (8/8) lalu, menurut Andri hanya 15 orang yang sanggahannya diterima. Otomatis, status belasan pelamar itu yang sebelumnya dinyatakan TMS berubah menjadi memenuhi syarat (MS).

Status mereka berubah karena beberapa sebab. Setelah dicek ulang, ternyata ada berkas yang terlewat dari pengecekan sistem website BKN Pusat. Misalnya, akreditasi pelamar dinyatakan tidak sesuai. Setelah dicek, ternyata sudah memenuhi syarat.

Baca Juga :  Gundi Berpeluang Gantikan Arbayana

“(Kemarin, Red) masih ada 200-an lagi (berkas, Red) yang akan kami lakukan verifikasi,” jelasnya sembari menyebut panitia punya waktu menyelesaikan jawaban sanggahan hingga Jumat (13/8) nanti.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri mengungkapkan, rekapitulasi sanggahan di Kota Kediri belum selesai hingga kemarin karena mereka menggunakan metode yang berbeda. “Sementera ini sanggahan kami masukkan Google sheet dulu. Kami memakai metode yang berbeda,” tutur Un.

Setelah terkumpul, puluhan verifikator, supervisor, dan koordinator akan melakukan pengecekan berlapis. Setelah hasil verifikasi dipastikan sesuai, mereka baru akan mengunggahnya ke aplikasi. Langkah tersebut menurut Un merupakan wujud kehati-hatian. Sebab, panitia hanya bisa mengunggah satu kali jawaban. 

Un pun tak mengelak jika jumlah penyanggah di Kota Kediri masih akan terus bertambah. Sebab, hingga kemarin sore verifikator masih terus merekap data. Berdasar pengecekan sementara, ada beberapa sanggahan yang diajukan pelamar. Termasuk terkait surat tanda register (STR) untuk tenaga kesehatan (nakes).

Meski Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memberi kelonggaran terkait syarat STR, menurut Un, sanggahan yang diajukan pelamar kemarin sudah pasti tetap dinyatakan TMS. Alasannya, pelamar mengajukan sanggahan setelah salah mengunggah STR. “Bukan karena STR-nya habis dan sedang mengurus perpanjangan. Jadi, tetap TMS,” tegasnya.

Baca Juga :  Ingin Jadi Guru PNS? Daftar ke Kabupaten Kediri

Untuk diketahui, jika hasil verifikasi berkas pelamar CASN di daerah sudah mendapat kejelasan, verifikasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) masih mengambang. 

Video pernyataan Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kemendikbud Ristek Nunuk Suryani yang beredar di WhatsApp tidak memberi kepastian  kapan hasil seleksi adminstrasi akan diumumkan.

Ketua Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT-PTT ) Kota Kediri M Badrul mengaku hanya bisa pasrah menghadapi hal tersebut.“Kami sudah sampaikan ke dinas, tapi semua prsosesnya ditangani pusat. Ya, harus bersabat seperti pesan Bu Nunuk,” kata pria yang melamar P3K guru ini. 

Sesuai jadwal, pengumuman hasil seleksi seharusnya disampaikan 2-3 Agustus lalu. Hingga saat ini, belum ada pengumuman yang dia terima. Karenanya, pelamar belum bisa menyanggah seperti halnya pelamar yang ditangani pemerintah daerah.

Dengan molornya jadwal verifikasi, otomatis masa sanggah juga akan mundur.  Seperti halnya pengumuman hasil verifikasi yang tidak jelas, mereka juga tidak tahu jadwal masa sanggah. (syi/rq/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/