23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Target Vaksinasi di Kabupaten Kediri Tercapai, Tetap PPKM Level 2

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan vaksinasi lansia di Kabupaten Kediri sudah melampaui target yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Meski demikian, hingga kemarin Bumi Panjalu masih menerapkan PPKM level 2. Belum turunnya level PPKM tersebut disinyalir karena adanya kesalahan entry data tracing di pusat.

          Hal itu diungkapkan oleh Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib. Menurutnya, sesuai capaian vaksinasi pihaknya memang sudah bisa menerapkan PPKM level 1. Sebab, vaksinasi dosis pertama mencapai 76 persen. Sedangkan vaksinasi lansia sudah lebih dari 67,6 persen.

Tetapi, hingga kemarin mereka masih bertengger di level 2 karena ada kesalahan entry data di pusat. “Ada data yang miss entry di pusat. Data tracing-nya,” ujar Khotib.

          Lebih jauh Khotib menegaskan, selain capaian vaksinasi, jumlah tracing juga jadi indikator penentuan level PPKM. Kesalahan entry data tracing itulah yang membuat Kabupaten Kediri belum turun level.

          Pemkab, jelas Khotib, masih menunggu instruksi Mendagri terbaru terkait penentuan level PPKM. “Kami menunggu Inmendagri (untuk keputusan PPKM level 1, Red). Kami patuhi Inmendagri tentunya,” tegas Khotib.  

Baca Juga :  Tokoh Lintas Agama Berkumpul di Ndalem Pojok, Ini yang Dilakukan

Meski vaksinasi dosis pertama sudah lampaui target, pria yang juga plt kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ini menyebut pihaknya tetap menggencarkan vaksinasi. Selain sasaran masyarakat umum dan lansia, mereka juga mengoptimalkan vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun.

          Sesuai rapat yang digelar sebelumnya, satgas sepakat untuk menggelontor vaksin mencapai 10 ribu dosis ke 26 kecamatan di Kabupaten Kediri. Dengan demikian, dia optimistis capaian vaksinasi akan terus terkerek.

          Sementara itu, vaksinasi anak di Kota Kediri kemarin sudah mencapai 65 persen. “Sudah lebih dari 17 ribu anak yang menjalani vaksin,” urai Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima sembari menyebut vaksinasi anak ditargetkan sebanyak 26.446 orang.

Dengan capaian tersebut, menurut Fauzan sekolah bisa menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Sebab, batas minimal untuk penerapan PTM penuh adalah vaksinasi sebesar 50 persen.

Baca Juga :  Weekend Streaming Drakor? #KenapaNggak

Meski sudah bisa PTM 100 persen, dr Fauzan meminta sekolah tidak perlu tergesa-gesa. Kegiatan PTM di sekolah, khususnya sekolah dasar, masih harus terus dievaluasi. “Kita tidak boleh lengah,” pintanya sembari menyinggung temuan kasus Covid-19 pada siswa kelas 3 di Kota Kediri.

Dinkes, menurut Fauzan sudah melakukan tracing ke lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya. Hasilnya, semua dinyatakan negatif. Dengan hasil tersebut, dia meminta agar warga bisa terus waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).  

Di saat yang sama, Fauzan menjelaskan dinkes juga menggencarkan testing dan tracing untuk mencegah lonjakan kasus setelah libur Natal dan tahun baru (Nataru). “Testing ini untuk mengidentifikasi penularan sedini mungkin,” tandas Fauzan sembari menyebut kemarin ada tambahan 101 orang di-rapid test dan 10 orang menjalani test PCR. Hasilnya tidak ada yang reaktif. (syi/rq)

 

 

Kota Kediri:

Konfirmasi : 4.034
Aktif : 2
Sembuh : 3.646
Meninggal : 386

 

Kabupaten Kediri:

Konfirmasi : 14132

Aktif : 3

Sembuh : 12926

Meninggal : 1203

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan vaksinasi lansia di Kabupaten Kediri sudah melampaui target yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Meski demikian, hingga kemarin Bumi Panjalu masih menerapkan PPKM level 2. Belum turunnya level PPKM tersebut disinyalir karena adanya kesalahan entry data tracing di pusat.

          Hal itu diungkapkan oleh Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib. Menurutnya, sesuai capaian vaksinasi pihaknya memang sudah bisa menerapkan PPKM level 1. Sebab, vaksinasi dosis pertama mencapai 76 persen. Sedangkan vaksinasi lansia sudah lebih dari 67,6 persen.

Tetapi, hingga kemarin mereka masih bertengger di level 2 karena ada kesalahan entry data di pusat. “Ada data yang miss entry di pusat. Data tracing-nya,” ujar Khotib.

          Lebih jauh Khotib menegaskan, selain capaian vaksinasi, jumlah tracing juga jadi indikator penentuan level PPKM. Kesalahan entry data tracing itulah yang membuat Kabupaten Kediri belum turun level.

          Pemkab, jelas Khotib, masih menunggu instruksi Mendagri terbaru terkait penentuan level PPKM. “Kami menunggu Inmendagri (untuk keputusan PPKM level 1, Red). Kami patuhi Inmendagri tentunya,” tegas Khotib.  

Baca Juga :  H-2 Lebaran, Pertigaan Mengkreng Lengang, Tol Dikeluhkan

Meski vaksinasi dosis pertama sudah lampaui target, pria yang juga plt kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ini menyebut pihaknya tetap menggencarkan vaksinasi. Selain sasaran masyarakat umum dan lansia, mereka juga mengoptimalkan vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun.

          Sesuai rapat yang digelar sebelumnya, satgas sepakat untuk menggelontor vaksin mencapai 10 ribu dosis ke 26 kecamatan di Kabupaten Kediri. Dengan demikian, dia optimistis capaian vaksinasi akan terus terkerek.

          Sementara itu, vaksinasi anak di Kota Kediri kemarin sudah mencapai 65 persen. “Sudah lebih dari 17 ribu anak yang menjalani vaksin,” urai Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima sembari menyebut vaksinasi anak ditargetkan sebanyak 26.446 orang.

Dengan capaian tersebut, menurut Fauzan sekolah bisa menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Sebab, batas minimal untuk penerapan PTM penuh adalah vaksinasi sebesar 50 persen.

Baca Juga :  Gajine Pas-pasan, Tingkahe Kebablasan

Meski sudah bisa PTM 100 persen, dr Fauzan meminta sekolah tidak perlu tergesa-gesa. Kegiatan PTM di sekolah, khususnya sekolah dasar, masih harus terus dievaluasi. “Kita tidak boleh lengah,” pintanya sembari menyinggung temuan kasus Covid-19 pada siswa kelas 3 di Kota Kediri.

Dinkes, menurut Fauzan sudah melakukan tracing ke lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya. Hasilnya, semua dinyatakan negatif. Dengan hasil tersebut, dia meminta agar warga bisa terus waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).  

Di saat yang sama, Fauzan menjelaskan dinkes juga menggencarkan testing dan tracing untuk mencegah lonjakan kasus setelah libur Natal dan tahun baru (Nataru). “Testing ini untuk mengidentifikasi penularan sedini mungkin,” tandas Fauzan sembari menyebut kemarin ada tambahan 101 orang di-rapid test dan 10 orang menjalani test PCR. Hasilnya tidak ada yang reaktif. (syi/rq)

 

 

Kota Kediri:

Konfirmasi : 4.034
Aktif : 2
Sembuh : 3.646
Meninggal : 386

 

Kabupaten Kediri:

Konfirmasi : 14132

Aktif : 3

Sembuh : 12926

Meninggal : 1203

 

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/