29.8 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Info Pilbup Kediri: PKB Punya 2 Nama, Salah Satunya Kepala Desa  

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Beberapa partai politik mulai menampakkan calon yang bakal diusung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Kediri. Terbaru, Partai Kebangkitan Bangsa juga sudah mengelus-ngelus jagonya. Meskipun, mereka masih menunggu persetujuan dari dewan pengurus pusat(DPP) partainya untuk memastikan calon yang diusung tersebut.  

Partai berlambang bola dunia dengan sembilan bintang itu kabarnya mempersiapkan dua nama. Yaitu seorang kepala desa yang bernama Supadi dan seorang pengusaha bernama Samsul Hadi. Dua nama itulah yang diusulkan kepada DPP.

Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri Sentot Djamaludin mengatakan bahwa dua nama itu masih diusulkan. Dan partainya masih menunggu keputusan rekomendasi dari pusat. “Masih belum, hampir,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri terkait siapa yang direkomendasikan oleh partainya.

Menurut Sentot, partainya tak sembarang memilih calon. Nama Kades Tarokan, Kecamatan Tarokan, Supadi, dan pengusaha Samsul Hadi terpilih setelah melewati pertimbangan matang. Beberapa alasan digunakan untuk menetapkan kedua orang itu sebagai nama yang diusulkan. Salah satunya, versi Sentot, adalah elektabilitas keduanya. Menurutnya, Supadi dan Samsul punya tingkat keterpilihan tinggi di Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Gunakan DD untuk Penanganan PMK

“Kami melihat beberapa sisi. Baik elektabilitas dan juga kemauan mereka untuk maju sebagai bupati,” aku Sentot.

Selain elektabilitas itu, politikus ini juga menyebut beberapa faktor lain yang menjadi pertimbangan partainya. Sentot menilai bahwa mereka memiliki komitmen untuk pembangunan Kabupaten Kediri. Terutama komitmen terhadap rakyat kecil. Misalnya untuk orang-orang yang selama ini belum tertangani, Sentot menyebut akan menjadi prioritas mereka. Seperti guru ngaji di TPQ dan juga guru di madrasah diniyah.

“Bagi PKB, menuju sesuatu yang baik itu dimulai dari akhlak yang baik. Salah satunya adalah bagaimana membina anak-anak kita di TPQ dan madrasah diniyah tersebut,” ujarnya.

Lalu, apakah PKB sudah menggandeng partai lain? Sentot mengakui mereka memang tak bisa mengajukan calon sendiri tanpa dukungan dari partai lain. Karena itu dia menegaskan sudah ada beberapa partai yang telah merapat ke partainya.  Partai itu adalah Gerindra, PAN, dan juga PPP.  Sementara beberapa partai lain seperti Demokrat, Nasdem dan PKS sementara ini belum ada kabar lebih lanjut.

Baca Juga :  Dapur dan Kandang Ludes Dilalap Api

Bagaimana dengan partai lain? Ketua DPC PPP Kabupaten Kediri Taufik Chavifudin mengatakan, saat ini untuk rekomendasi bupati di kubunya masih dibicarakan di internal. “Terkait nama-nama bakal calon bupati dan wakil bupati yang sudah melakukan komunikasi dengan DPC PPP Kabupaten Kediri semuanya sudah kita laporkan ke tingkat DPW dan DPP,” jelasnya.

Untuk di tingkat DPW, ia mengaku sedang melakukan survei internal dan uji publik mengenai elektabilitas para bakal kandidat. “Kami ingin tidak sekadar mendukung. Tapi dukungan akan diberikan kepada yang memiliki kans paling besar untuk menang di pilkada mendatang,” pungkasnya.

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Beberapa partai politik mulai menampakkan calon yang bakal diusung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Kediri. Terbaru, Partai Kebangkitan Bangsa juga sudah mengelus-ngelus jagonya. Meskipun, mereka masih menunggu persetujuan dari dewan pengurus pusat(DPP) partainya untuk memastikan calon yang diusung tersebut.  

Partai berlambang bola dunia dengan sembilan bintang itu kabarnya mempersiapkan dua nama. Yaitu seorang kepala desa yang bernama Supadi dan seorang pengusaha bernama Samsul Hadi. Dua nama itulah yang diusulkan kepada DPP.

Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri Sentot Djamaludin mengatakan bahwa dua nama itu masih diusulkan. Dan partainya masih menunggu keputusan rekomendasi dari pusat. “Masih belum, hampir,” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri terkait siapa yang direkomendasikan oleh partainya.

Menurut Sentot, partainya tak sembarang memilih calon. Nama Kades Tarokan, Kecamatan Tarokan, Supadi, dan pengusaha Samsul Hadi terpilih setelah melewati pertimbangan matang. Beberapa alasan digunakan untuk menetapkan kedua orang itu sebagai nama yang diusulkan. Salah satunya, versi Sentot, adalah elektabilitas keduanya. Menurutnya, Supadi dan Samsul punya tingkat keterpilihan tinggi di Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Pilbup Kediri: Ada Putra Pramono Anung, Rekom Jadi Ketat

“Kami melihat beberapa sisi. Baik elektabilitas dan juga kemauan mereka untuk maju sebagai bupati,” aku Sentot.

Selain elektabilitas itu, politikus ini juga menyebut beberapa faktor lain yang menjadi pertimbangan partainya. Sentot menilai bahwa mereka memiliki komitmen untuk pembangunan Kabupaten Kediri. Terutama komitmen terhadap rakyat kecil. Misalnya untuk orang-orang yang selama ini belum tertangani, Sentot menyebut akan menjadi prioritas mereka. Seperti guru ngaji di TPQ dan juga guru di madrasah diniyah.

“Bagi PKB, menuju sesuatu yang baik itu dimulai dari akhlak yang baik. Salah satunya adalah bagaimana membina anak-anak kita di TPQ dan madrasah diniyah tersebut,” ujarnya.

Lalu, apakah PKB sudah menggandeng partai lain? Sentot mengakui mereka memang tak bisa mengajukan calon sendiri tanpa dukungan dari partai lain. Karena itu dia menegaskan sudah ada beberapa partai yang telah merapat ke partainya.  Partai itu adalah Gerindra, PAN, dan juga PPP.  Sementara beberapa partai lain seperti Demokrat, Nasdem dan PKS sementara ini belum ada kabar lebih lanjut.

Baca Juga :  Kekeringan di Klotok: Satu Tangki Dibagi Empat RT

Bagaimana dengan partai lain? Ketua DPC PPP Kabupaten Kediri Taufik Chavifudin mengatakan, saat ini untuk rekomendasi bupati di kubunya masih dibicarakan di internal. “Terkait nama-nama bakal calon bupati dan wakil bupati yang sudah melakukan komunikasi dengan DPC PPP Kabupaten Kediri semuanya sudah kita laporkan ke tingkat DPW dan DPP,” jelasnya.

Untuk di tingkat DPW, ia mengaku sedang melakukan survei internal dan uji publik mengenai elektabilitas para bakal kandidat. “Kami ingin tidak sekadar mendukung. Tapi dukungan akan diberikan kepada yang memiliki kans paling besar untuk menang di pilkada mendatang,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/