23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Masih untuk Para Peziarah

KOTA, JP Radar Kediri- Kendaraan roda empat dan dua terlihat memenuhi parkiran wisata religi Gua Maria Lourdes di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen kemarin sore (8/11). Menandakan bahwa lokasi wisata religi di lereng Gunung Wilis itu sudah dibuka untuk masyarakat.

Namun, lokasi yang juga menjadi satu dengan gereja ini belum sepenuhnya terbuka untuk umum. Sebab, yang diperbolehkan masuk ke lokasi hanyalah para peziarah. Itupun dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Benar, Gua Maria Puhsarang memang telah buka setelah tutup tujuh bulan karena korona. Namun bukan untuk umum, hanya peziarah saja. Dan statusnya masih uji coba,” terang Hendro Gunawan, 43, petugas informasi kawasan Gua Maria Lourdes.

Hingga pukul 15.30 WIB kemarin tercatat 90 pengunjung Gua Maria. Jumlah itu didapat sejak lokasi wisata religi tersebut dibuka pukul 08.00 WIB. Jumlah di akhir pekan memang meningkat bila dibandingkan hari-hari biasa yang mencatat 50 hingga 60 peziarah tiap harinya. Jumlah itu juga jauh menurun bila dibanding sebelum pandemi. Saat itu jumlahnya bisa mencapai 200 pengunjung setiap hari.

Baca Juga :  Wah, Partai Golkar Bentuk Poros Bersama Nasdem

Saat ini untuk memasuki kawasan itu peziarah harus melewati prokes ketat. Setelah mengisi buku tamu untuk pendataan, mereka dicek suhu tubuhnya terlebih dulu. Pengunjung juga wajib bermasker. Mereka yang diizinkan masuk pun dibatasi usia 11 tahun hingga 60 tahun.

Tempat yang bisa dikunjungi pun terbatas hanya pada beberapa gua dan sarana yang ukurannya kecil. Sedangkan beberapa lokasi, seperti Jalan Salib, Pondok Rosario, Bukit Tabor, dan Pendapa Emas masih ditutup. Hal itu untuk mengindari penumpukan massa.

Jumlah massa di satu  lokasi pun dibatasi. Sekali masuk hanya untuk 15 orang. Waktunya maksimal 90 menit.

Menurut Hendro, pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri sudah memberi lampu hijau pembukaan ini. Syaratnya adalah penerapan prokes yang ketat.

Baca Juga :  Hasil Rapid Test Reaktif, 5 Orang Dievakuasi

Sejak dibuka lagi, yang datang tak hanya peziarah lokal. Banyak juga berasal dari kota seperti Surabaya, Madiun, Ponorogo, dan Solo. Mereka juga harus menunjukkan surat sehat.

Ari Mahyadi, 54, warga Desa/Kecamatan Kepung, adalah salah seorang yang berkunjung ke Gua Maria kemarin. Dia mengaku tahu pembukaan itu dari video temannya yang diunggah di grup WhatsApp. Kemarin Ari datang bersama dengan istrinya.

“Saya tadi berniat berziarah di gua kecil. Namun petugas keamanan tidak memperbolehkan karena untuk mematuhi physical distancing,” aku Ari yang ditemui setelah melakukan ziarah.(jar/fud)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri- Kendaraan roda empat dan dua terlihat memenuhi parkiran wisata religi Gua Maria Lourdes di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen kemarin sore (8/11). Menandakan bahwa lokasi wisata religi di lereng Gunung Wilis itu sudah dibuka untuk masyarakat.

Namun, lokasi yang juga menjadi satu dengan gereja ini belum sepenuhnya terbuka untuk umum. Sebab, yang diperbolehkan masuk ke lokasi hanyalah para peziarah. Itupun dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Benar, Gua Maria Puhsarang memang telah buka setelah tutup tujuh bulan karena korona. Namun bukan untuk umum, hanya peziarah saja. Dan statusnya masih uji coba,” terang Hendro Gunawan, 43, petugas informasi kawasan Gua Maria Lourdes.

Hingga pukul 15.30 WIB kemarin tercatat 90 pengunjung Gua Maria. Jumlah itu didapat sejak lokasi wisata religi tersebut dibuka pukul 08.00 WIB. Jumlah di akhir pekan memang meningkat bila dibandingkan hari-hari biasa yang mencatat 50 hingga 60 peziarah tiap harinya. Jumlah itu juga jauh menurun bila dibanding sebelum pandemi. Saat itu jumlahnya bisa mencapai 200 pengunjung setiap hari.

Baca Juga :  Wakapolri Kunjungi Tanah Kelahiran Istri di Ngadiluwih  

Saat ini untuk memasuki kawasan itu peziarah harus melewati prokes ketat. Setelah mengisi buku tamu untuk pendataan, mereka dicek suhu tubuhnya terlebih dulu. Pengunjung juga wajib bermasker. Mereka yang diizinkan masuk pun dibatasi usia 11 tahun hingga 60 tahun.

Tempat yang bisa dikunjungi pun terbatas hanya pada beberapa gua dan sarana yang ukurannya kecil. Sedangkan beberapa lokasi, seperti Jalan Salib, Pondok Rosario, Bukit Tabor, dan Pendapa Emas masih ditutup. Hal itu untuk mengindari penumpukan massa.

Jumlah massa di satu  lokasi pun dibatasi. Sekali masuk hanya untuk 15 orang. Waktunya maksimal 90 menit.

Menurut Hendro, pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri sudah memberi lampu hijau pembukaan ini. Syaratnya adalah penerapan prokes yang ketat.

Baca Juga :  Berani Target Menang Besar

Sejak dibuka lagi, yang datang tak hanya peziarah lokal. Banyak juga berasal dari kota seperti Surabaya, Madiun, Ponorogo, dan Solo. Mereka juga harus menunjukkan surat sehat.

Ari Mahyadi, 54, warga Desa/Kecamatan Kepung, adalah salah seorang yang berkunjung ke Gua Maria kemarin. Dia mengaku tahu pembukaan itu dari video temannya yang diunggah di grup WhatsApp. Kemarin Ari datang bersama dengan istrinya.

“Saya tadi berniat berziarah di gua kecil. Namun petugas keamanan tidak memperbolehkan karena untuk mematuhi physical distancing,” aku Ari yang ditemui setelah melakukan ziarah.(jar/fud)

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/