22.3 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Survei Lokasi Pohon yang Berbahaya

NGANJUK – Banyaknya pohon penghijuan di tepi jalan yang tak terawat dan rawan tumbang, agaknya belum bisa segera ditindaklanjuti. Pasalnya, kemarin dinas lingkungan hidup (LH) baru melakukan survei lokasi. Terutama, untuk menentukan titik mana saja yang perlu pengeprasan atau perawatan. 

                Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk Hari Endi Arso mengatakan, pihaknya sudah meminta petugas lapangan survei lokasi. “Ini (kemarin, Red) petugas masih berada di lapangan,” kata Endi.

Survei yang dilakukan kemarin, lanjut Endi, digunakan untuk menentukan pohon mana yang harus dipangkas. “Kalau memang berbahaya saya minta langsung dipangkas,” lanjut Endi.

Jika tidak membahayakan, menurut Endi akan dilakukan pemangkasan secara berkala. Hal tersebut sudah dilakukan di sejumlah titik di Nganjuk.

Baca Juga :  Butuh Perda Baru

Endi mengatakan, pohon penghijauan di Nganjuk tanggung jawab beberapa pihak. Dia mencontohkan pohon tumbang di wilayah Rejoso yang merupakan kewenangan provinsi. Karenanya, kemarin pihaknya melakukan survei untuk memastikan pohon mana yang merupakan kewenangan pemkab.

Sementara itu, belum adanya pemangkasan atau perawatan pohon dari Pemkab Nganjuk hingga kemarin, membuat warga kecewa. Seperti dikatakan oleh Sunarko, 42. Pria asal Desa Kecubung, Kecamatan Pace itu menyayangkan lambannya respons pemkab. “Sudah dilaporkan, tapi belum ada tindakan,” kata Sunarko.

Lebih lanjut Sunarko mengatakan, di lingkungannya terjadi pohon tumbang beberapa kali. Bahkan, pernah ada pohon tumbang yang mengenai kabel listrik hingga merepotkan warga.

Makanya, untuk pohon-pohon tua warga mengajukan perawatan. Jika memungkinkan mereka meminta untuk dilakukan peremajaan. Sehingga, tidak membahayakan warga. “Pohon-pohon itu juga mengancam rumah warga,” lanjutnya. 

Baca Juga :  Terduga Teroris asal Bekasi Dibekuk di Prambon

Seperti diberitakan, banyaknya pohon besar di tepi jalan yang tak terawat membuat warga takut. Sebab, berdasar pengalaman tahun lalu Nganjuk sering diterpa angin kencang saat hujan. Akibatnya, pohon-pohon di tepi jalan rawan tumbang dan membahayakan warga.

- Advertisement -

NGANJUK – Banyaknya pohon penghijuan di tepi jalan yang tak terawat dan rawan tumbang, agaknya belum bisa segera ditindaklanjuti. Pasalnya, kemarin dinas lingkungan hidup (LH) baru melakukan survei lokasi. Terutama, untuk menentukan titik mana saja yang perlu pengeprasan atau perawatan. 

                Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk Hari Endi Arso mengatakan, pihaknya sudah meminta petugas lapangan survei lokasi. “Ini (kemarin, Red) petugas masih berada di lapangan,” kata Endi.

Survei yang dilakukan kemarin, lanjut Endi, digunakan untuk menentukan pohon mana yang harus dipangkas. “Kalau memang berbahaya saya minta langsung dipangkas,” lanjut Endi.

Jika tidak membahayakan, menurut Endi akan dilakukan pemangkasan secara berkala. Hal tersebut sudah dilakukan di sejumlah titik di Nganjuk.

Baca Juga :  Siapkan Tiga Posko Lapangan

Endi mengatakan, pohon penghijauan di Nganjuk tanggung jawab beberapa pihak. Dia mencontohkan pohon tumbang di wilayah Rejoso yang merupakan kewenangan provinsi. Karenanya, kemarin pihaknya melakukan survei untuk memastikan pohon mana yang merupakan kewenangan pemkab.

Sementara itu, belum adanya pemangkasan atau perawatan pohon dari Pemkab Nganjuk hingga kemarin, membuat warga kecewa. Seperti dikatakan oleh Sunarko, 42. Pria asal Desa Kecubung, Kecamatan Pace itu menyayangkan lambannya respons pemkab. “Sudah dilaporkan, tapi belum ada tindakan,” kata Sunarko.

Lebih lanjut Sunarko mengatakan, di lingkungannya terjadi pohon tumbang beberapa kali. Bahkan, pernah ada pohon tumbang yang mengenai kabel listrik hingga merepotkan warga.

Makanya, untuk pohon-pohon tua warga mengajukan perawatan. Jika memungkinkan mereka meminta untuk dilakukan peremajaan. Sehingga, tidak membahayakan warga. “Pohon-pohon itu juga mengancam rumah warga,” lanjutnya. 

Baca Juga :  Cegah Banjir, Kebut Realisasi Parapet Kali Putih

Seperti diberitakan, banyaknya pohon besar di tepi jalan yang tak terawat membuat warga takut. Sebab, berdasar pengalaman tahun lalu Nganjuk sering diterpa angin kencang saat hujan. Akibatnya, pohon-pohon di tepi jalan rawan tumbang dan membahayakan warga.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/