28.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Daun Sirih Kering Jadi Jimat Ujian

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Berbagai cara dilakukan oleh para peserta tes seleksi kompetensi bidang (SKB) untuk bisa lulus. Kemarin, panitia menyita dua lembar daun sirih yang dijadikan jimat dan dikantongi oleh salah satu peserta. 

Keberadaan daun yang dilipat menjadi berbentuk segi empat itu didapati panitia saat melakukan pemeriksaan peserta. “Ini ada aromanya minyak serimpi,” ujar Murkani, salah satu panitia.

Sebelumnya, daun sirih kering itu ditemukan oleh Wiwid, anggota satpol PP yang bertugas melakukan pemeriksaan. Menurutnya, peserta yang mengantongi daun itu mengelak disebut telah membawa jimat. “Katanya daun kering,” sambung Wiwid yang menemukan jimat dari peserta ujian sesi kedua ini.

Rupanya, setelah diteliti daun sirih itu memang tak hanya daun sirih biasa. Melainkan, daun sirih temu ros atau daun sirih yang urat daunnya saling bertaut. Daun ini dipercaya memiliki keistimewaan dan sering dijadikan jimat.

Baca Juga :  Jembatan Petak di Bagor Bisa Tahan Beban 50 Ton

Terpisah, Kepala BKD Nganjuk Sopingi mengungkapkan, setiap ada temuan barang mencurigakan, termasuk jimat akan langsung diamankan. “Kalau setelah ujian tidak diambil nanti dimusnahkan,” terang Sopingi.

Pada hari ketiga pelaksanaan tes CPNS kemarin total ada tiga peserta yang tidak hadir. Dari ketiganya, menurut Sopingi ada satu peserta yang dikategorikan tidak ikut ujian. Sebab, dia terlambat lebih dari satu jam.

Dikatakan Sopingi, registrasi pin paling akhir dilakukan pukul 08.00. Melewati waktu tersebut, registrasi dari pusat secara otomatis langsung ditutup. Karenanya, sejak awal panitia meminta agar semua peserta datang ke lokasi ujian 90 menit sebelumnya.

Satu peserta yang terlambat kemarin, menurut Sopingi baru tiba sekitar pukul 08.15. Padahal peserta lain sudah tiba di lokasi pukul 06.30. “Alasannya karena ban bocor. Apapun alasannya tidak ditoleransi karena ujian dengan sistem online,” jelasnya sembari menyebut peserta yang ikut di sesi 1 itu tak bisa ikut di sesi 2.

Baca Juga :  Juni, Bendungan Semantok Akan Diisi Air 

Selain insiden keterlambatan salah satu peserta, Sopingi bersyukur ujian selama tiga hari terakhir berjalan lancar. Tidak ada kendala listrik mati atau hambatan lainnya. “Lancar,” tandasnya sembari menyebut tidak ada peserta yang menempati ruang khusus karena suhu tubuhnya tinggi.

Untuk diketahui, nilai peserta di tiap sesi ujian SKB kemarin bisa langsung diketahui. Nilai tertinggi peserta di sesi satu adalah 375 poin. Kemudian, sesi dua 440 poin, dan sesi tiga 405 poin. Nilai tiap peserta menurutnya bisa dilihat langsung di youtube milik BKN Kanreg II Jatim.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Berbagai cara dilakukan oleh para peserta tes seleksi kompetensi bidang (SKB) untuk bisa lulus. Kemarin, panitia menyita dua lembar daun sirih yang dijadikan jimat dan dikantongi oleh salah satu peserta. 

Keberadaan daun yang dilipat menjadi berbentuk segi empat itu didapati panitia saat melakukan pemeriksaan peserta. “Ini ada aromanya minyak serimpi,” ujar Murkani, salah satu panitia.

Sebelumnya, daun sirih kering itu ditemukan oleh Wiwid, anggota satpol PP yang bertugas melakukan pemeriksaan. Menurutnya, peserta yang mengantongi daun itu mengelak disebut telah membawa jimat. “Katanya daun kering,” sambung Wiwid yang menemukan jimat dari peserta ujian sesi kedua ini.

Rupanya, setelah diteliti daun sirih itu memang tak hanya daun sirih biasa. Melainkan, daun sirih temu ros atau daun sirih yang urat daunnya saling bertaut. Daun ini dipercaya memiliki keistimewaan dan sering dijadikan jimat.

Baca Juga :  Jembatan Petak di Bagor Bisa Tahan Beban 50 Ton

Terpisah, Kepala BKD Nganjuk Sopingi mengungkapkan, setiap ada temuan barang mencurigakan, termasuk jimat akan langsung diamankan. “Kalau setelah ujian tidak diambil nanti dimusnahkan,” terang Sopingi.

Pada hari ketiga pelaksanaan tes CPNS kemarin total ada tiga peserta yang tidak hadir. Dari ketiganya, menurut Sopingi ada satu peserta yang dikategorikan tidak ikut ujian. Sebab, dia terlambat lebih dari satu jam.

Dikatakan Sopingi, registrasi pin paling akhir dilakukan pukul 08.00. Melewati waktu tersebut, registrasi dari pusat secara otomatis langsung ditutup. Karenanya, sejak awal panitia meminta agar semua peserta datang ke lokasi ujian 90 menit sebelumnya.

Satu peserta yang terlambat kemarin, menurut Sopingi baru tiba sekitar pukul 08.15. Padahal peserta lain sudah tiba di lokasi pukul 06.30. “Alasannya karena ban bocor. Apapun alasannya tidak ditoleransi karena ujian dengan sistem online,” jelasnya sembari menyebut peserta yang ikut di sesi 1 itu tak bisa ikut di sesi 2.

Baca Juga :  Peluang Hidup Robin Maqrobin Makin Tipis

Selain insiden keterlambatan salah satu peserta, Sopingi bersyukur ujian selama tiga hari terakhir berjalan lancar. Tidak ada kendala listrik mati atau hambatan lainnya. “Lancar,” tandasnya sembari menyebut tidak ada peserta yang menempati ruang khusus karena suhu tubuhnya tinggi.

Untuk diketahui, nilai peserta di tiap sesi ujian SKB kemarin bisa langsung diketahui. Nilai tertinggi peserta di sesi satu adalah 375 poin. Kemudian, sesi dua 440 poin, dan sesi tiga 405 poin. Nilai tiap peserta menurutnya bisa dilihat langsung di youtube milik BKN Kanreg II Jatim.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/