26.6 C
Kediri
Saturday, August 13, 2022

Mahasiswa Tuntut Kelanjutan Jembatan Brawijaya

- Advertisement -

KEDIRI KOTA- Sedikitnya 100 aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di Pemkot Kediri, kemarin. Mereka menuntut proyek Jembatan Brawijaya ditangani serius. Pasalnya, fasilitas infrastruktur penghubung Kecamatan Kota dengan Mojoroto itu mangkrak hampir 4 tahun.

Padahal kasus hukum perdata yang membelitnya dianggap sudah selesai dan pembangunan siap dilanjutkan. “Pemkot sudah mendapatkan surat putusan kasasi dari Mahkamah Agung. Juga sudah mendapat balasan surat dari Presiden untuk membicarakan kelanjutan proyek,” terang Abdul Aziz, koordinator aksi dalam rilisnya kepada wartawan.

Para mahasiswa memadati kawasan balai kota sejak pukul 09.00 WIB. Ada beberapa hal yang diinstruksikan kepada pemkot untuk melanjutkan proyek. Mulai dari membentuk tim penyelesaian pembangunan jembatan, perhitungan atau penyesuaian harga per satuan, melakukan koordinasi dengan pihak rekanan, dan melakukan cut off atau penentuan MC 0.

“Tapi pemkot terkesan lamban menindaklanjutinya sehingga hingga saat ini seperti tidak ada pergerakan,” tambahnya.

Baca Juga :  Telur Bercangkang Tipis Dijual Lebih Murah
- Advertisement -

Aziz juga menekankan program pemkot adalah “Harmoni Kota Kediri The Service City”. Namun dalam realisasinya terkesan mementingkan pembangunan hal tersier, seperti taman dibandingkan Jembatan Brawijaya. Padahal, infrastruktur itu sangat penting keberadaannya.

Jembatan Lama yang saat ini masih digunakan menjadi jalur penting transportasi masyarakat Kota Kediri. Pasalnya jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Mojoroto dengan Kecamatan Kota dan lokasinya tepat di tengah.

Konstruksinya yang semakin tua dan keropos sangat rawan jika terus digunakan. Bila rusak, aktivitas masyarakat terhambat karena harus memutar melalui Jembatan Semampir atau jauh ke selatan lewat alun-alun. “Kita ingin pemerintah serius segera melanjutkannya,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Asisten Pemerintahan Maria Karangora menjelaskan, pemkot telah melakukan berbagai upaya demi melanjutkan pembangunan Jembatan Brawijaya. Namun mesti berhati-hati agar tak tersandung kasus baru. “Kita sudah anggarkan setiap tahunnya meski sedang bermasalah, itu komitmen kami agar bisa melanjutkan proyek sewaktu-waktu kasus selesai,” tandasnya.

Baca Juga :  Tidak Boleh Ada Tes Masuk Sekolah Dasar

Begitu pula menindaklanjuti pertemuan dengan Sekretaris Negara dan pihak terkait, pemkot juga sudah bergerak. Mulai membentuk tim kelanjutkan proyek, meperhitungkan cut off, dan penentuan harga satuan terbaru. Meski demikian, Maria tidak ingin tergesa-gesa. “Kita upayakan segera, namun tetap melalui prosedur yang benar,” tegasnya.

Untuk kelanjutan proyek tahun ini, Maria menjanjikan, paling cepat September persiapan pembangunan bisa diselesaikan. Sehingga pembangunan fisik segera dilaksanakan. “Sudah kita bahas kelanjutannya, anggarannya juga sudah disiapkan. Paling cepat September proyek bisa dilanjutkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ratusan anggota PMII memulai aksi sekitar pukul 09.00 WIB. Sekitar pukul 11.00 massa bergerak ke Jembatan Brawijaya memasang spanduk aspirasi. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke kantor DPRD Kota.

Sayang di kantor dewan tidak ada legislator yang bisa menemui karena sedang ada agenda kunjungan kerja (kunker) keluar kota. Sekretaris dewan (sekwan) akhirnya menemui massa yang sempat memanas dan terus melontarkan orasi-orasi sindiran.

 

 

- Advertisement -

KEDIRI KOTA- Sedikitnya 100 aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di Pemkot Kediri, kemarin. Mereka menuntut proyek Jembatan Brawijaya ditangani serius. Pasalnya, fasilitas infrastruktur penghubung Kecamatan Kota dengan Mojoroto itu mangkrak hampir 4 tahun.

Padahal kasus hukum perdata yang membelitnya dianggap sudah selesai dan pembangunan siap dilanjutkan. “Pemkot sudah mendapatkan surat putusan kasasi dari Mahkamah Agung. Juga sudah mendapat balasan surat dari Presiden untuk membicarakan kelanjutan proyek,” terang Abdul Aziz, koordinator aksi dalam rilisnya kepada wartawan.

Para mahasiswa memadati kawasan balai kota sejak pukul 09.00 WIB. Ada beberapa hal yang diinstruksikan kepada pemkot untuk melanjutkan proyek. Mulai dari membentuk tim penyelesaian pembangunan jembatan, perhitungan atau penyesuaian harga per satuan, melakukan koordinasi dengan pihak rekanan, dan melakukan cut off atau penentuan MC 0.

“Tapi pemkot terkesan lamban menindaklanjutinya sehingga hingga saat ini seperti tidak ada pergerakan,” tambahnya.

Baca Juga :  Sampah TPA Meluber ke Jalan

Aziz juga menekankan program pemkot adalah “Harmoni Kota Kediri The Service City”. Namun dalam realisasinya terkesan mementingkan pembangunan hal tersier, seperti taman dibandingkan Jembatan Brawijaya. Padahal, infrastruktur itu sangat penting keberadaannya.

Jembatan Lama yang saat ini masih digunakan menjadi jalur penting transportasi masyarakat Kota Kediri. Pasalnya jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Mojoroto dengan Kecamatan Kota dan lokasinya tepat di tengah.

Konstruksinya yang semakin tua dan keropos sangat rawan jika terus digunakan. Bila rusak, aktivitas masyarakat terhambat karena harus memutar melalui Jembatan Semampir atau jauh ke selatan lewat alun-alun. “Kita ingin pemerintah serius segera melanjutkannya,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Asisten Pemerintahan Maria Karangora menjelaskan, pemkot telah melakukan berbagai upaya demi melanjutkan pembangunan Jembatan Brawijaya. Namun mesti berhati-hati agar tak tersandung kasus baru. “Kita sudah anggarkan setiap tahunnya meski sedang bermasalah, itu komitmen kami agar bisa melanjutkan proyek sewaktu-waktu kasus selesai,” tandasnya.

Baca Juga :  Laporan Kasus DBD Menurun

Begitu pula menindaklanjuti pertemuan dengan Sekretaris Negara dan pihak terkait, pemkot juga sudah bergerak. Mulai membentuk tim kelanjutkan proyek, meperhitungkan cut off, dan penentuan harga satuan terbaru. Meski demikian, Maria tidak ingin tergesa-gesa. “Kita upayakan segera, namun tetap melalui prosedur yang benar,” tegasnya.

Untuk kelanjutan proyek tahun ini, Maria menjanjikan, paling cepat September persiapan pembangunan bisa diselesaikan. Sehingga pembangunan fisik segera dilaksanakan. “Sudah kita bahas kelanjutannya, anggarannya juga sudah disiapkan. Paling cepat September proyek bisa dilanjutkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ratusan anggota PMII memulai aksi sekitar pukul 09.00 WIB. Sekitar pukul 11.00 massa bergerak ke Jembatan Brawijaya memasang spanduk aspirasi. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke kantor DPRD Kota.

Sayang di kantor dewan tidak ada legislator yang bisa menemui karena sedang ada agenda kunjungan kerja (kunker) keluar kota. Sekretaris dewan (sekwan) akhirnya menemui massa yang sempat memanas dan terus melontarkan orasi-orasi sindiran.

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/