26.7 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Reaktif, SK Lima P3K dan CPNS di Kota Kediri Tertahan

KOTA, JP Radar Kediri– Lima orang tak hadir saat penyerahan surat keputasan (SK) aparatur sipil negara (ASN) di ruang Jayabaya, Balai Kota Kediri kemarin (8/3). Empat dari pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) guru dan satu dari calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Mereka dinyatakan reaktif positif setelah tes rapid antigen di Labkesda RS Kilisuci, Jl KH Wakhid Hasyim, Kota Kediri. Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Un Achmad Nurdin, yang berhalangan hadir karena terpapar virus korona SK-nya menyusul. “Nanti bisa diambil setelah selesai isoman (isolasi mandiri, Red),” terangnya pada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Sejatinya, yang menerima SK 110 orang. Untuk SK P3K guru 93 orang. Khusus P3K masih ada sepuluh yang berkasnya belum lengkap dan masih kurang masa kerja minimal tiga tahun sebagai guru. “Untuk P3K guru yang berkas belum lengkap, kami masih menunggu pertek (pertimbangan teknis, Red) dari BKN,” ungkap pria asal Ngadiluwih ini.

Baca Juga :  Jelang 32 Besar, Macan Putih Percepat Pemulihan Cedera

Terpisah, Ketua Forum Honorer Nonkategori Dua Indonesia (FHNK2I) Mohamad Badrul Munir mengatakan, kabar gembiranya adalah peserta yang terkendala berkas tidak lengkap (BTL) karena masa kerja bukan menjadi syarat untuk mendapat nomor induk kepegawaian (NIK) P3K. “Kami baru dapat surat dari BKN, ini artinya, sepuluh orang BTL karena masa kerja bisa mendapatkan SK P3K,” jelas pria yang ikut mendampingi 10 P3K guru terkendala BTL tersebut.

Dengan perubahan persyaratan BKN tersebut, Badrul mendorong BKPSDM segera menerbitkan NIK 10 P3K guru itu. Dia mengaku, sudah berkoordinasi dengan BKPSDM. “Saat ini masih menunggu pertek dari BKN,” imbuhnya.(rq/ndr)

 

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Lima orang tak hadir saat penyerahan surat keputasan (SK) aparatur sipil negara (ASN) di ruang Jayabaya, Balai Kota Kediri kemarin (8/3). Empat dari pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) guru dan satu dari calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Mereka dinyatakan reaktif positif setelah tes rapid antigen di Labkesda RS Kilisuci, Jl KH Wakhid Hasyim, Kota Kediri. Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Un Achmad Nurdin, yang berhalangan hadir karena terpapar virus korona SK-nya menyusul. “Nanti bisa diambil setelah selesai isoman (isolasi mandiri, Red),” terangnya pada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Sejatinya, yang menerima SK 110 orang. Untuk SK P3K guru 93 orang. Khusus P3K masih ada sepuluh yang berkasnya belum lengkap dan masih kurang masa kerja minimal tiga tahun sebagai guru. “Untuk P3K guru yang berkas belum lengkap, kami masih menunggu pertek (pertimbangan teknis, Red) dari BKN,” ungkap pria asal Ngadiluwih ini.

Baca Juga :  Kecamatan Ngluyu Cegah Covid-19 dengan Aktif Libatkan Warga

Terpisah, Ketua Forum Honorer Nonkategori Dua Indonesia (FHNK2I) Mohamad Badrul Munir mengatakan, kabar gembiranya adalah peserta yang terkendala berkas tidak lengkap (BTL) karena masa kerja bukan menjadi syarat untuk mendapat nomor induk kepegawaian (NIK) P3K. “Kami baru dapat surat dari BKN, ini artinya, sepuluh orang BTL karena masa kerja bisa mendapatkan SK P3K,” jelas pria yang ikut mendampingi 10 P3K guru terkendala BTL tersebut.

Dengan perubahan persyaratan BKN tersebut, Badrul mendorong BKPSDM segera menerbitkan NIK 10 P3K guru itu. Dia mengaku, sudah berkoordinasi dengan BKPSDM. “Saat ini masih menunggu pertek dari BKN,” imbuhnya.(rq/ndr)

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/