22.5 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

PCR Masih Berlaku untuk Penumpang Stasiun KA Kediri

KOTA, JP Radar Kediri– Pencabutan kewajiban tes antigen atau polymerase chain reaction (PCR) pada perjalanan domestik belum sepenuhnya diterapkan. Kemarin (8/3), Stasiun Kereta Api (KA) Kediri masih memberlakukan bagi penumpangnya. Tes dilakukan di loket pemesanan tiket. Biayanya Rp 35 ribu.

Menurut Manager Humas Daerah Operasional 7 PT KAI Ixfan Hendriwiantioko, tes PCR masih berlaku karena belum ada kebijakan resmi dari pusat. “Belum ada surat edaran dari kementerian terkait pencabutan tes antigen untuk pelanggan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Selain aturan PCR, jumlah penumpang masih dibatasi 70 persen. Selain itu, penumpang wajib telah divaksin dengan menunjukkan kartu atau aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga :  Tenaga P3K Guru Resah Tunggu Pemberkasan

Salma, 20, calon penumpang di Stasiun KA Kediri asal Jakarta, mengaku tidak keberatan dengan kebijakan PCR ini. “Ya tidak apa-apa sih,” ujar mahasiswa UB Kediri ini. Mahasiswa semester empat ini juga tak mempersoalkan biaya tes antigen Rp 35 ribu.

Ogi, 23, penumpang asal Cirebon, pun tidak mempermasalahkan tes antigen itu. Santri Pondok Ploso itu mengatakan, hal tersebut untuk kebaikan bersama. Yakni melindungi penumpang dari wabah virus Covid-19 Kota Kediri.

“Ya kalau tujuannya untuk keamanan dan kenyamanan penumpang tidak ada masalah,” ungkapnya. Yang paling penting saat ini adalah membuat harga tes PCR antigen ini lebih murah. Lebih baik lagi bila tes itu digratiskan.

Baca Juga :  Ingin Sewa Stadion Brawijaya Sampai 20 Tahun

Seperti diketahui, sebelum dibuka di stasiun, rapid test antibodi bisa dilakukan di klinik hingga rumah sakit. Pada akhir 2020, biayanya Rp 105 ribu sekali periksa. Kemudian 2021, PT KAI menyediakan rapid test di banyak stasiun. Saat itu dibanderol Rp 85 ribu. Kemudian turun menjadi Rp 45 ribu. Dan kini, turun lagi menjadi Rp 35 ribu untuk sekali periksa.

Sebelumnya, PT KAI juga menerapkan pemeriksaan GeNose yang harganya lebih terjangkau hanya Rp 30 ribu. Namun sekarang, pemeriksaan dengan GeNose sudah tidak ada.(rq/ndr)   

     

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri– Pencabutan kewajiban tes antigen atau polymerase chain reaction (PCR) pada perjalanan domestik belum sepenuhnya diterapkan. Kemarin (8/3), Stasiun Kereta Api (KA) Kediri masih memberlakukan bagi penumpangnya. Tes dilakukan di loket pemesanan tiket. Biayanya Rp 35 ribu.

Menurut Manager Humas Daerah Operasional 7 PT KAI Ixfan Hendriwiantioko, tes PCR masih berlaku karena belum ada kebijakan resmi dari pusat. “Belum ada surat edaran dari kementerian terkait pencabutan tes antigen untuk pelanggan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Selain aturan PCR, jumlah penumpang masih dibatasi 70 persen. Selain itu, penumpang wajib telah divaksin dengan menunjukkan kartu atau aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga :  Pancaroba, Waspadai Potensi Hujan Angin di Kediri Raya

Salma, 20, calon penumpang di Stasiun KA Kediri asal Jakarta, mengaku tidak keberatan dengan kebijakan PCR ini. “Ya tidak apa-apa sih,” ujar mahasiswa UB Kediri ini. Mahasiswa semester empat ini juga tak mempersoalkan biaya tes antigen Rp 35 ribu.

Ogi, 23, penumpang asal Cirebon, pun tidak mempermasalahkan tes antigen itu. Santri Pondok Ploso itu mengatakan, hal tersebut untuk kebaikan bersama. Yakni melindungi penumpang dari wabah virus Covid-19 Kota Kediri.

“Ya kalau tujuannya untuk keamanan dan kenyamanan penumpang tidak ada masalah,” ungkapnya. Yang paling penting saat ini adalah membuat harga tes PCR antigen ini lebih murah. Lebih baik lagi bila tes itu digratiskan.

Baca Juga :  PPDB di Kediri: Cegah Keliru, Siswa Wajib Cek Nilai

Seperti diketahui, sebelum dibuka di stasiun, rapid test antibodi bisa dilakukan di klinik hingga rumah sakit. Pada akhir 2020, biayanya Rp 105 ribu sekali periksa. Kemudian 2021, PT KAI menyediakan rapid test di banyak stasiun. Saat itu dibanderol Rp 85 ribu. Kemudian turun menjadi Rp 45 ribu. Dan kini, turun lagi menjadi Rp 35 ribu untuk sekali periksa.

Sebelumnya, PT KAI juga menerapkan pemeriksaan GeNose yang harganya lebih terjangkau hanya Rp 30 ribu. Namun sekarang, pemeriksaan dengan GeNose sudah tidak ada.(rq/ndr)   

     

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/