26.7 C
Kediri
Wednesday, August 10, 2022

Fatma Jajaki Bacawali Samsul atau Sudjono?

KEDIRI KOTA – Tak hanya berburu rekomendasi di DPC PDIP, Fatmawati juga ingin macung dalam pemilihan wali kota (pilwali) lewat partai politik (parpol) lain. Kemarin sore, ia mengutus perwakilannya ke kantor DPC PKB Kota Kediri. Tujuannya, untuk mengambil formulir pendaftaran kepala daerah.

Rencananya, akan dikembalikan Kamis lusa (10/8). “Iya ini kita sedang mengambil formulir,” terang Adi Putra, perwakilan Fatma, kepada Jawa Pos Radar Kediri saat mendaftar di DPC PKB sekitar pukul 16.00 WIB.

PKB menjadi partai kedua yang didaftari. Sama seperti di PDIP, perempuan asal Nganjuk ini mendaftar untuk posisi bakal calon wakil wali kota (bacawawali). Rencananya, pengusaha tambang ini juga akan mendatangi dua parpol lain.

“Ini nanti mau geser ke Partai Hanura dan rencananya juga ke Partai Nasdem,” tambahnya.

Baca Juga :  PLN Butuh Izin Tanam Tiang di Kampung Onggoboyo

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa Partai Nasdem nantinya terakhir yang didatangi. Mengapa hanya empat parpol? Adi sendiri tidak begitu gamblang menjelaskan. Dirinya hanya mendapatkan informasi demikian. “Saya hanya mendapatkan instruksi dari beliau hanya demikian,” tandasnya singkat.

Melihat dari partai yang didatangi, ada kesamaan Fatmawati dengan Sudjono Teguh Widjaja dan Samsul Ashar. Ini memunculkan spekulasi bahwa Fatma cenderung ingin menjadi partner salah satu dari mereka, daripada menjadi wakil petahana Abdullah Abu Bakar yang merupakan kader PAN. “Belum tahu, dilihat nanti perkembangannya seperti apa,” ujar Adi.

Hanya saja, melihat track record Fatma yang baru terjun ke politik, peluang perempuan asli Nganjuk ini relatif kecil meraih rekom PKB. Apalagi partai basis NU tersebut berencana mengajukan kader internal untuk posisi AG 2.

Baca Juga :  Operasional Rumah Singgah Tunggu SK Tenaga Kontrak

“Iya kita ada rencana mengeluarkan kader-kader terbaik NU untuk ikut bursa cawawali Kota Kediri,” terang Muzer Zaidib, dewan syura DPC PKB.

Meski begitu, ia menegaskan, partainya sangat terbuka terhadap siapapun yang ingin macung. “Siapapun bisa daftar, rekomendasi bisa turun kepada siapapun yang memang dianggap layak oleh DPP (Dewan Pimpinan Pusat),” tegas pria yang juga anggota DPRD Kota Kediri tersebut.

Lalu siapa kader internal yang nantinya akan diusung? Muzer menyatakan, belum ada nama yang mengerucut. Sebab DPC PKB baru buka pendaftaran. Dia menilai banyak kader NU berpotensi. “Tinggal mereka mau ikut atau tidak, kita masih berkomunikasi dengan para sesepuh NU,” pungkasnya.

 

 

- Advertisement -

KEDIRI KOTA – Tak hanya berburu rekomendasi di DPC PDIP, Fatmawati juga ingin macung dalam pemilihan wali kota (pilwali) lewat partai politik (parpol) lain. Kemarin sore, ia mengutus perwakilannya ke kantor DPC PKB Kota Kediri. Tujuannya, untuk mengambil formulir pendaftaran kepala daerah.

Rencananya, akan dikembalikan Kamis lusa (10/8). “Iya ini kita sedang mengambil formulir,” terang Adi Putra, perwakilan Fatma, kepada Jawa Pos Radar Kediri saat mendaftar di DPC PKB sekitar pukul 16.00 WIB.

PKB menjadi partai kedua yang didaftari. Sama seperti di PDIP, perempuan asal Nganjuk ini mendaftar untuk posisi bakal calon wakil wali kota (bacawawali). Rencananya, pengusaha tambang ini juga akan mendatangi dua parpol lain.

“Ini nanti mau geser ke Partai Hanura dan rencananya juga ke Partai Nasdem,” tambahnya.

Baca Juga :  Realisasi Belum Ada Separo

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa Partai Nasdem nantinya terakhir yang didatangi. Mengapa hanya empat parpol? Adi sendiri tidak begitu gamblang menjelaskan. Dirinya hanya mendapatkan informasi demikian. “Saya hanya mendapatkan instruksi dari beliau hanya demikian,” tandasnya singkat.

Melihat dari partai yang didatangi, ada kesamaan Fatmawati dengan Sudjono Teguh Widjaja dan Samsul Ashar. Ini memunculkan spekulasi bahwa Fatma cenderung ingin menjadi partner salah satu dari mereka, daripada menjadi wakil petahana Abdullah Abu Bakar yang merupakan kader PAN. “Belum tahu, dilihat nanti perkembangannya seperti apa,” ujar Adi.

Hanya saja, melihat track record Fatma yang baru terjun ke politik, peluang perempuan asli Nganjuk ini relatif kecil meraih rekom PKB. Apalagi partai basis NU tersebut berencana mengajukan kader internal untuk posisi AG 2.

Baca Juga :  Operasional Rumah Singgah Tunggu SK Tenaga Kontrak

“Iya kita ada rencana mengeluarkan kader-kader terbaik NU untuk ikut bursa cawawali Kota Kediri,” terang Muzer Zaidib, dewan syura DPC PKB.

Meski begitu, ia menegaskan, partainya sangat terbuka terhadap siapapun yang ingin macung. “Siapapun bisa daftar, rekomendasi bisa turun kepada siapapun yang memang dianggap layak oleh DPP (Dewan Pimpinan Pusat),” tegas pria yang juga anggota DPRD Kota Kediri tersebut.

Lalu siapa kader internal yang nantinya akan diusung? Muzer menyatakan, belum ada nama yang mengerucut. Sebab DPC PKB baru buka pendaftaran. Dia menilai banyak kader NU berpotensi. “Tinggal mereka mau ikut atau tidak, kita masih berkomunikasi dengan para sesepuh NU,” pungkasnya.

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/