27.4 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Puluhan Warga Setujui Pembebasan Lahan Jembatan Meritjan

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Pembangunan Jembatan Meritjan di depan mata. Ini setelah tahap pembebasan lahan di sekitar lokasi dipastikan tidak terhambat. Puluhan warga menyatakan menyetujui tanah mereka terpakai untuk pembangunan akses dari Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, dan Desa Jabon, Banyakan.

Hal tersebut ditegaskan oleh 54 KK warga yang terdampak jembatan. Dalam konsultasi publik terkait pembebasan lahan jembatan kemarin, semua menyatakan sepakat. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembebasan Tanah Jembatan Meritjan  Agus Sudarmadi mengatakan, kemarin pihaknya tidak hanya meminta persetujuan. “Kami juga memberitahu trase jalan dan jembatan yang akan dibangun,” kata Agus.

Sebelum membubuhkan tanda tangan di dokumen persetujuan pengadaan lahan, petugas menanyai satu per satu warga. Di depan perwakilan Pemkab Kediri, tidak ada satu pun yang menolak.

Baca Juga :  Keluarga Gelar Doa 7 Hari

Hasil konsultasi publik kemarin menurut Agus akan jadi pedoman tim. Mereka akan menyerahkan hasil konsultasi publik ke Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Selanjutnya, pemkab bisa memproses penetapan lokasi (penlok) akses jalan dan jembatan.

Agus menjelaskan, pemkab harus menempuh beberapa tahap lagi sebelum realisasi jembatan. Di antaranya, membentuk satgas A dan satgas B yang akan melakukan pembebasan tanah.

- Advertisement -

Terpisah, Ketua Panitia Persiapan Pengadaan Tanah Sukadi mengaku

optimistis proses pembebasan lahan jembatan bisa segera tuntas. Terkait teknisnya, asisten administrasi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat itu menegaskan, pembebasan tanah akan dibagi menjadi tiga.

Rinciannya, tanah wakaf, tanah milik perusahaan listrik negara (PLN), dan tanah warga. Sesuai hasil inventarisasi tim, luas lahan yang akan dibebaskan sebanyak 1.560 meter persegi. “Ini masuk program strategis daerah (PSD, Red) RPJMD 2021-2026,” paparnya.

Baca Juga :  Identitas 80 Ribu Anak di Kota Kediri Tak Jelas

Sukadi menuturkan, pelebaran jalan dan pembangunan Jembatan Meritjan untuk konektivitas antar wilayah. Jembatan itu dibutuhkan untuk menghidupkan kembali ekonomi warga di Desa Jongbioru, Gampengrejo yang telah mati karena jembatannya terputus.

Sementara itu, beberapa warga yang ditemui koran ini mengaku mendukung pembebasan tanah untuk jembatan segera dilakukan. Seperti dikatakan Muwanah, 66. Lansia yang rumahnya terpakai untuk jembatan itu mengaku tetap mendukung proyek tersebut.

“Bangunan saya kena selebar empat meter, panjangnya 20 meter,” jelas Muwanah. Meski dia harus membangun ulang rumahnya, dia mengaku senang jembatan dibangun lagi. Sebab, sejak jembatan ditutup, banyak warga yang kehilangan pekerjaan. Tidak sedikit warung di sana yang tutup karena sepi pembeli.






Reporter: rekian
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Pembangunan Jembatan Meritjan di depan mata. Ini setelah tahap pembebasan lahan di sekitar lokasi dipastikan tidak terhambat. Puluhan warga menyatakan menyetujui tanah mereka terpakai untuk pembangunan akses dari Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, dan Desa Jabon, Banyakan.

Hal tersebut ditegaskan oleh 54 KK warga yang terdampak jembatan. Dalam konsultasi publik terkait pembebasan lahan jembatan kemarin, semua menyatakan sepakat. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembebasan Tanah Jembatan Meritjan  Agus Sudarmadi mengatakan, kemarin pihaknya tidak hanya meminta persetujuan. “Kami juga memberitahu trase jalan dan jembatan yang akan dibangun,” kata Agus.

Sebelum membubuhkan tanda tangan di dokumen persetujuan pengadaan lahan, petugas menanyai satu per satu warga. Di depan perwakilan Pemkab Kediri, tidak ada satu pun yang menolak.

Baca Juga :  Bandara Internasional Dhoho Beroperasi Oktober 2023

Hasil konsultasi publik kemarin menurut Agus akan jadi pedoman tim. Mereka akan menyerahkan hasil konsultasi publik ke Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Selanjutnya, pemkab bisa memproses penetapan lokasi (penlok) akses jalan dan jembatan.

Agus menjelaskan, pemkab harus menempuh beberapa tahap lagi sebelum realisasi jembatan. Di antaranya, membentuk satgas A dan satgas B yang akan melakukan pembebasan tanah.

Terpisah, Ketua Panitia Persiapan Pengadaan Tanah Sukadi mengaku

optimistis proses pembebasan lahan jembatan bisa segera tuntas. Terkait teknisnya, asisten administrasi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat itu menegaskan, pembebasan tanah akan dibagi menjadi tiga.

Rinciannya, tanah wakaf, tanah milik perusahaan listrik negara (PLN), dan tanah warga. Sesuai hasil inventarisasi tim, luas lahan yang akan dibebaskan sebanyak 1.560 meter persegi. “Ini masuk program strategis daerah (PSD, Red) RPJMD 2021-2026,” paparnya.

Baca Juga :  Perubahan Arus Lalin di Nganjuk Bikin Waswas

Sukadi menuturkan, pelebaran jalan dan pembangunan Jembatan Meritjan untuk konektivitas antar wilayah. Jembatan itu dibutuhkan untuk menghidupkan kembali ekonomi warga di Desa Jongbioru, Gampengrejo yang telah mati karena jembatannya terputus.

Sementara itu, beberapa warga yang ditemui koran ini mengaku mendukung pembebasan tanah untuk jembatan segera dilakukan. Seperti dikatakan Muwanah, 66. Lansia yang rumahnya terpakai untuk jembatan itu mengaku tetap mendukung proyek tersebut.

“Bangunan saya kena selebar empat meter, panjangnya 20 meter,” jelas Muwanah. Meski dia harus membangun ulang rumahnya, dia mengaku senang jembatan dibangun lagi. Sebab, sejak jembatan ditutup, banyak warga yang kehilangan pekerjaan. Tidak sedikit warung di sana yang tutup karena sepi pembeli.






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/