23.8 C
Kediri
Saturday, June 25, 2022

Proyek-Proyek di Kediri Ini Tertunda gara-gara Pagebluk Korona

Wabah Covid-19 benar-benar membuat banyak sektor terganggu. Termasuk sektor pembangunan infrastruktur publik. sejumlah proyek harus tertunda. Terutama proyek pembangunan jalan kabupaten.

 

 

Bagi warga yang sering melintasi Jalan Raya Pare-Wates, terutama di ruas Gedangsewu-Watugede, sepertinya harus bersabar lebih lama bila ingin menikmati mulusnya jalan. Mereka harus membiasakan diri lebih lama merasakan jalan seperti saat ini. Sebab, rencana rehabilitasi jalan yang sebenarnya akan diteruskan tahun ini tersebut batal. Proyek tersebut harus ditunda akibar munculnya pandemi korona.

“Untuk ruas tersebut sebenarnya tinggal 2 kilometer saja,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Candra Wahyu Purnama.

Irwan menegaskan, untuk ruas tersebut, sebenarnya telah direncanakan bakal diteruskan tahun ini. Jika tidak ada pandemi korona, tambah Irwan,  ruas yang berada di Desa Gedangsewu dan Watugede itu bisa tuntas.

Proyek yang tersisa di ruas ini merupakan jaringan jalan proyek rigid pavement Gedangsewu-Plosoklaten. Proyek ini mulai mulai dikerjakan pada 2017 lalu. Serta berlangsung secara bertahap.

Panjangnya mencapai 10 kilometer. Mulai dari perempatan Gedangsewu hingga pertigaan Polsek Plosoklaten. Merupakan sambungan dari ruas Plosoklaten-Wates yang telah dibangun sebelumnya.

Baca Juga :  Hadapi Risiko Berat, Banyak Perawat yang Belum “Terawat”

Irwan menyebut, pada tahun ini ada dua pengerjaan rigid pavement yang tertunda. Selain ruas yang di Desa Gedangsewu, juga ruas Kranggan-Plosoklaten juga dibatalkan. “Ruas Kranggan-Plosoklaten sudah waktunya overlay,” akunya.

Meskipun sudah waktunya overlay, karena berbagai pertimbangan, ruas itupun juga ditunda pengerjaannya. Penundaan itu tak hanya paket pembangunan jalan kabupaten. Untuk jembatan serta saluran irigasi dan drainase juga ikut tertunda.

Kata Irwan, meski ditunda namun untuk jalur-jalur yang kondisinya rusak tetap dilakukan pemeliharaan secara rutin. Termasuk pemeliharaan jaringan dan drainase. “Kami tetap menangani dengan pemeliharaan jalan secara rutin dengan penambelan aspal,” jelasnya.

 

Tak hanya proyek skala kabupaten, dampak pengalihan anggaran besar-besaran untuk penanganan wabah juga berimbas pada pembangunan yang bersumber anggaran pemprov. Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Mrican.

Proyek Jembatan Mrican sejatinya sudah matang sejak tahun lalu. Proyek jembatan yang menghubungkan Desa Jongbiru di Kecamatan Gampengrejo dengan Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu juga telah melalui tahap pembuatan detail engineering design (DED). Ternyata tahun ini rencana pembangunan jembatan senilai Rp 70 miliar itu tertunda. Penyebabnya adalah anggaran Pemprov Jatim tak bisa turun.

Baca Juga :  Semangat Karyawan Swasta

“Anggaran dari Pemprov Jatim tidak turun kemungkinan dipakai untuk penanganan Covid-19,” ungkap Irwan.

Sejauh ini Pemprov Jatim telah melakukan refocusing kegiatan dan realokasi APBD untuk penanganan Covid-19. Totalnya senilai Rp 2,384 triliun.

Irwan belum bisa memastikan kelanjutan rencana pembangunan jembatan yang akan dinamakan Jembatan Kediri Lagi tersebut. Jika tidak terkendala dia menyebut proyek ini akan berlanjut di 2021.

Pembangunan jembatan yang putus pada 2017 itu sudah diusulkan ke provinsi dan disetujui. Sedangkan jalur penghubung menuju jembatan jadi tanggungan pemkab.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri Antox Prapungka Jaya menyebut bahwa memang ada penundaan pembangunan akibat adanya korona. Hanya saja, untuk rincian apa saja yang ditunda dan menjadi prioritas pembangunan infrastruktur tahun ini, ia belum bisa memastikannya. “Secara rinci kami akan segera melaksanakan rapat dengan Dinas PUPR, serta bagian lelang,” ungkapnya.

selain pada PUPR, penundaan pembangunan akibat dampak korona ini juga pada Disdag, yakni relokasi pedagang Pasar Wates dan Pasar Gurah yang rencanannya dilakukan tahun ini harus mundur. Disdag memilih menunda pembangunan tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) demi keamanan pedagang.

- Advertisement -

Wabah Covid-19 benar-benar membuat banyak sektor terganggu. Termasuk sektor pembangunan infrastruktur publik. sejumlah proyek harus tertunda. Terutama proyek pembangunan jalan kabupaten.

 

 

Bagi warga yang sering melintasi Jalan Raya Pare-Wates, terutama di ruas Gedangsewu-Watugede, sepertinya harus bersabar lebih lama bila ingin menikmati mulusnya jalan. Mereka harus membiasakan diri lebih lama merasakan jalan seperti saat ini. Sebab, rencana rehabilitasi jalan yang sebenarnya akan diteruskan tahun ini tersebut batal. Proyek tersebut harus ditunda akibar munculnya pandemi korona.

“Untuk ruas tersebut sebenarnya tinggal 2 kilometer saja,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Candra Wahyu Purnama.

Irwan menegaskan, untuk ruas tersebut, sebenarnya telah direncanakan bakal diteruskan tahun ini. Jika tidak ada pandemi korona, tambah Irwan,  ruas yang berada di Desa Gedangsewu dan Watugede itu bisa tuntas.

Proyek yang tersisa di ruas ini merupakan jaringan jalan proyek rigid pavement Gedangsewu-Plosoklaten. Proyek ini mulai mulai dikerjakan pada 2017 lalu. Serta berlangsung secara bertahap.

Panjangnya mencapai 10 kilometer. Mulai dari perempatan Gedangsewu hingga pertigaan Polsek Plosoklaten. Merupakan sambungan dari ruas Plosoklaten-Wates yang telah dibangun sebelumnya.

Baca Juga :  Dinkes Kota Kediri Belum Cek Kesehatan Warga di Lingkungan Wonosari

Irwan menyebut, pada tahun ini ada dua pengerjaan rigid pavement yang tertunda. Selain ruas yang di Desa Gedangsewu, juga ruas Kranggan-Plosoklaten juga dibatalkan. “Ruas Kranggan-Plosoklaten sudah waktunya overlay,” akunya.

Meskipun sudah waktunya overlay, karena berbagai pertimbangan, ruas itupun juga ditunda pengerjaannya. Penundaan itu tak hanya paket pembangunan jalan kabupaten. Untuk jembatan serta saluran irigasi dan drainase juga ikut tertunda.

Kata Irwan, meski ditunda namun untuk jalur-jalur yang kondisinya rusak tetap dilakukan pemeliharaan secara rutin. Termasuk pemeliharaan jaringan dan drainase. “Kami tetap menangani dengan pemeliharaan jalan secara rutin dengan penambelan aspal,” jelasnya.

 

Tak hanya proyek skala kabupaten, dampak pengalihan anggaran besar-besaran untuk penanganan wabah juga berimbas pada pembangunan yang bersumber anggaran pemprov. Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Mrican.

Proyek Jembatan Mrican sejatinya sudah matang sejak tahun lalu. Proyek jembatan yang menghubungkan Desa Jongbiru di Kecamatan Gampengrejo dengan Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu juga telah melalui tahap pembuatan detail engineering design (DED). Ternyata tahun ini rencana pembangunan jembatan senilai Rp 70 miliar itu tertunda. Penyebabnya adalah anggaran Pemprov Jatim tak bisa turun.

Baca Juga :  Rapid Test Dua ODP Reaktif

“Anggaran dari Pemprov Jatim tidak turun kemungkinan dipakai untuk penanganan Covid-19,” ungkap Irwan.

Sejauh ini Pemprov Jatim telah melakukan refocusing kegiatan dan realokasi APBD untuk penanganan Covid-19. Totalnya senilai Rp 2,384 triliun.

Irwan belum bisa memastikan kelanjutan rencana pembangunan jembatan yang akan dinamakan Jembatan Kediri Lagi tersebut. Jika tidak terkendala dia menyebut proyek ini akan berlanjut di 2021.

Pembangunan jembatan yang putus pada 2017 itu sudah diusulkan ke provinsi dan disetujui. Sedangkan jalur penghubung menuju jembatan jadi tanggungan pemkab.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri Antox Prapungka Jaya menyebut bahwa memang ada penundaan pembangunan akibat adanya korona. Hanya saja, untuk rincian apa saja yang ditunda dan menjadi prioritas pembangunan infrastruktur tahun ini, ia belum bisa memastikannya. “Secara rinci kami akan segera melaksanakan rapat dengan Dinas PUPR, serta bagian lelang,” ungkapnya.

selain pada PUPR, penundaan pembangunan akibat dampak korona ini juga pada Disdag, yakni relokasi pedagang Pasar Wates dan Pasar Gurah yang rencanannya dilakukan tahun ini harus mundur. Disdag memilih menunda pembangunan tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) demi keamanan pedagang.

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/