29.1 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Proyek Perluasan TPA di Kediri Jalan Terus

KEDIRI –  Beberapa proyek besar lainnya di Kabupaten Kediri masih dilanjutkan tahun ini. Baik proyek yang dianggarkan kabupaten maupun proyek dari pemerintah pusat. Salah satunya adalah proyek perluasan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah di Desa Sekoto, Kecamatan Badas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti menyampaikan bahwa proyek ini belum ada rencana penundaan. Bahkan proses lelang proyek senilai Rp 38 miliar ini pun tetap berjalan.

“Akhir April kemarin kami menerima surat dari kementerian bahwa untuk kegiatan TPA masih berjalan,” jelasnya.

Hal ini karena untuk kegiatan itu tak terpengaruh Covid-19. Dan pembangunannya tak bersinggungan dengan penyebaran korona. Terlebih untuk kegiatan TPA juga merupakan kebutuhan mendasar.

Untuk TPA Sekoto memang telah overload sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh timbulan sampah dari sejumlah ibu kota kecamatan (IKK) yang dilayani TPA Sekoto semakin hari semakin bertambah banyak. Apalagi TPA Sekoto merupakan TPA satu-satunya yang dimiliki pemkab. Semua sampah di delapan daerah pelayanan semuanya kumpul angkut ke TPA Sekoto.

Baca Juga :  Kunjungi Korban Kebakaran, Dhito Tunjukkan Simpati

Di Kabupaten Kediri, Putut menyebut, pada 2019 total timbulan sampah mencapai 503 ton per hari. Jumlah itu setara dengan 3.162 meter kubik per hari.

Sejak awal tahun ini, TPA Sekoto rencananya akan diperluas. Proyek ini juga sudah dilelang. Dalam pembangunan perluasan TPA Sekoto pada 2020 ini, rencananya akan ada sistem sanitary landfill. Yang merupakan sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung. Kemudian memadatkannya dan menimbunnya dengan tanah.  

“Dengan ini diharapkan nanti pengelolaan sampah di Kabupaten Kediri bisa lebih optimal,” pungkasnya.

Selain TPA Sekoto, proyek besar lainnya yang masih lanjut adalah pembangunan 2 pasar tradisional. Yakni Pasar Gringging dan Pasar Kras. Untuk kedua pasar ini memang karena seluruh pedagang telah direlokasi di TPPS. Terlebih bangunan utama pasar juga telah dirobohkan. Untuk itu Dinas Perdagangan menginginkan proyek tersebut bisa tetap terealisasi tahun ini. Untuk proyek ini, lelang sudah selesai dengan total anggaran dua pasar mencapai Rp 26 miliar.

Baca Juga :  Warga Babadan Tagih Janji Penyelesaian Tanah

Tak hanya itu, untuk pembangunan infrastruktur publik peningkatan jalan kabupaten yang akan dilakukan Dinas PUPR. Setidaknya ada 4 ruas yang tetap dilanjutkan. Semuanya akan dilakukan pengerjaan rigid pavement. Yakni ruas Kunjang-Plemahan, Kunjang-Pagu, Janti-Wates, serta Wates-Ngancar.

Sementara proyek besar lain yang tetap berlanjut adalah proyek pembangunan bandara. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri Sukadi menyebut untuk pembangunan bandara tetap lanjut. Dengan ketentuan seluruh pekerja proyek melaksanakan protap Kesehatan sesuai protokol Covid-19. “Bandara tetap lanjut, yang mengerjakan PT Gudang Garam,” ujar Sukadi.

Sementara untuk proyek lain yang tertunda, Sukadi mengaku bahwa pihaknya sedang melakukan inventaris. Dan penundaan itu kemungkinan besar hingga tahun depan.

- Advertisement -

KEDIRI –  Beberapa proyek besar lainnya di Kabupaten Kediri masih dilanjutkan tahun ini. Baik proyek yang dianggarkan kabupaten maupun proyek dari pemerintah pusat. Salah satunya adalah proyek perluasan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah di Desa Sekoto, Kecamatan Badas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti menyampaikan bahwa proyek ini belum ada rencana penundaan. Bahkan proses lelang proyek senilai Rp 38 miliar ini pun tetap berjalan.

“Akhir April kemarin kami menerima surat dari kementerian bahwa untuk kegiatan TPA masih berjalan,” jelasnya.

Hal ini karena untuk kegiatan itu tak terpengaruh Covid-19. Dan pembangunannya tak bersinggungan dengan penyebaran korona. Terlebih untuk kegiatan TPA juga merupakan kebutuhan mendasar.

Untuk TPA Sekoto memang telah overload sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh timbulan sampah dari sejumlah ibu kota kecamatan (IKK) yang dilayani TPA Sekoto semakin hari semakin bertambah banyak. Apalagi TPA Sekoto merupakan TPA satu-satunya yang dimiliki pemkab. Semua sampah di delapan daerah pelayanan semuanya kumpul angkut ke TPA Sekoto.

Baca Juga :  Masa Perawatan, Harus Benahi Kerusakan

Di Kabupaten Kediri, Putut menyebut, pada 2019 total timbulan sampah mencapai 503 ton per hari. Jumlah itu setara dengan 3.162 meter kubik per hari.

Sejak awal tahun ini, TPA Sekoto rencananya akan diperluas. Proyek ini juga sudah dilelang. Dalam pembangunan perluasan TPA Sekoto pada 2020 ini, rencananya akan ada sistem sanitary landfill. Yang merupakan sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung. Kemudian memadatkannya dan menimbunnya dengan tanah.  

“Dengan ini diharapkan nanti pengelolaan sampah di Kabupaten Kediri bisa lebih optimal,” pungkasnya.

Selain TPA Sekoto, proyek besar lainnya yang masih lanjut adalah pembangunan 2 pasar tradisional. Yakni Pasar Gringging dan Pasar Kras. Untuk kedua pasar ini memang karena seluruh pedagang telah direlokasi di TPPS. Terlebih bangunan utama pasar juga telah dirobohkan. Untuk itu Dinas Perdagangan menginginkan proyek tersebut bisa tetap terealisasi tahun ini. Untuk proyek ini, lelang sudah selesai dengan total anggaran dua pasar mencapai Rp 26 miliar.

Baca Juga :  Kunjungi Korban Kebakaran, Dhito Tunjukkan Simpati

Tak hanya itu, untuk pembangunan infrastruktur publik peningkatan jalan kabupaten yang akan dilakukan Dinas PUPR. Setidaknya ada 4 ruas yang tetap dilanjutkan. Semuanya akan dilakukan pengerjaan rigid pavement. Yakni ruas Kunjang-Plemahan, Kunjang-Pagu, Janti-Wates, serta Wates-Ngancar.

Sementara proyek besar lain yang tetap berlanjut adalah proyek pembangunan bandara. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri Sukadi menyebut untuk pembangunan bandara tetap lanjut. Dengan ketentuan seluruh pekerja proyek melaksanakan protap Kesehatan sesuai protokol Covid-19. “Bandara tetap lanjut, yang mengerjakan PT Gudang Garam,” ujar Sukadi.

Sementara untuk proyek lain yang tertunda, Sukadi mengaku bahwa pihaknya sedang melakukan inventaris. Dan penundaan itu kemungkinan besar hingga tahun depan.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/