27.4 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Sekolah Tergenang, Siswa Libur

- Advertisement -

KEDIRI – Ratusan murid SDN 1 Gempolan, Kecamatan Gurah, balik kucing lagi ketika hendak masuk sekolah pagi (6/3). Penyebabnya sekolah yang berada di jalur Kediri – Pare itu tergenang air. Tingginya mencapai hampir setengah meter. Air juga masuk ke ruangan kelas yang akan digunakan untuk proses belajar-mengajar.

“Sebenarnya sudah banyak murid yang datang untuk bersekolah tadi (kemarin, Red) pagi. Kami terpaksa meminta para murid untuk belajar sendiri di rumah karena kondisinya tidak memungkinkan,” ujar Kepala SDN 1 Gempolan Sugito.

Menurutnya, kejadian tersebut salah satunya dipicu oleh hujan deras yang mengguyur daerah tersebut sepanjang malam. Kondisi tersebut diperparah dengan indikasi adanya penyumbatan saluran air yang berada di sekitar sekolah tersebut. Tak ayal, debit air yang tinggi tak mampu ditampung dan akhirnya meluap.

Menurut keterangannya, aliran air di sana juga membawa material yang dapat menyumbat saluran. Seperti halnya ranting bambu dan dedaunan yang terbawa aliran sungai. Ditambah, kontur sekolah tersebut memang lebih rendah dari sungai yang berada di depannya.

Baca Juga :  Ketika Berskuter Listrik Jadi Kegemaran Baru Warga KediriĀ 

Meskipun begitu, air yang masuk kali ini justru dari sisi utara sekolah tersebut. Yaitu dari parit. Namun hal itu terjadi juga tidak terlepas karena tersumbatnya saluran air di sana.

- Advertisement -

“Akhirnya saja putuskan untuk membangun tanggul. Airnya masuk pintu ini soalnya. Ini sebenarnya pintu samping yang biasa digunakan membuang sampah,” terangnya sembari melihat pekerja yang memasang batako.

Akibat dari kejadian tersebut, 171 muridnya tidak bisa melaksanakan KBM. Seluruh ruangan yang ada pun tergenang air. Ada pula beberapa buku yang basah karena lokasi penyimpanannya relatif rendah.

Genangan air mulai berkurang pada saat siang hari. Terlebih saat personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri turun ke lapangan. Penyedotan menggunakan mesin disel pun dilakukan untuk mengurangi volume genangan.

Baca Juga :  Banjir di Tengah Kota Kediri karena Saluran Mampet, Ini Solusi Pemkot

“Kami kuras agar genangannya berkurang. Airnya kami buang ke sungai,” tutur Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira melalui Komandan Unit Reaksi Cepat (URC) Windoko.

Seiring waktu berjalan genangan pun kian berkurang dan surut. Hingga pada sore harinya sudah tak nampak genangan berarti di SDN 1 Gempolan. Meskipun begitu, kejadian serupa bukan kali ini saja terjadi di sana. Tahun-tahun sebelumnya juga pernah terjadi hal serupa.

Penyebabnya pun sama, karena saluran air tersumbat dan kontur sekolah yang lebih rendah. Sejatinya, pihak sekolah telah membuat saluran pembuangan menuju sungai di depannya jika ada genangan. Namun saluran pembuangan tersebut dibuat sistem buka-tutup. Sayangnya, saat hujan deras kemarin saluran tersebut posisinya ditutup.

Untuk diketahui, pihak sekolah menegaskan bahwa KBM akan bisa langsung dilaksanakan lagi. Pihak sekolah berusaha membersihkan lumpur dan genangan dalam satu hari tersebut.

 

- Advertisement -

KEDIRI – Ratusan murid SDN 1 Gempolan, Kecamatan Gurah, balik kucing lagi ketika hendak masuk sekolah pagi (6/3). Penyebabnya sekolah yang berada di jalur Kediri – Pare itu tergenang air. Tingginya mencapai hampir setengah meter. Air juga masuk ke ruangan kelas yang akan digunakan untuk proses belajar-mengajar.

“Sebenarnya sudah banyak murid yang datang untuk bersekolah tadi (kemarin, Red) pagi. Kami terpaksa meminta para murid untuk belajar sendiri di rumah karena kondisinya tidak memungkinkan,” ujar Kepala SDN 1 Gempolan Sugito.

Menurutnya, kejadian tersebut salah satunya dipicu oleh hujan deras yang mengguyur daerah tersebut sepanjang malam. Kondisi tersebut diperparah dengan indikasi adanya penyumbatan saluran air yang berada di sekitar sekolah tersebut. Tak ayal, debit air yang tinggi tak mampu ditampung dan akhirnya meluap.

Menurut keterangannya, aliran air di sana juga membawa material yang dapat menyumbat saluran. Seperti halnya ranting bambu dan dedaunan yang terbawa aliran sungai. Ditambah, kontur sekolah tersebut memang lebih rendah dari sungai yang berada di depannya.

Baca Juga :  Jadi Jalur Truk Pasir, Warga Keluhkan Kondisi Jalan

Meskipun begitu, air yang masuk kali ini justru dari sisi utara sekolah tersebut. Yaitu dari parit. Namun hal itu terjadi juga tidak terlepas karena tersumbatnya saluran air di sana.

“Akhirnya saja putuskan untuk membangun tanggul. Airnya masuk pintu ini soalnya. Ini sebenarnya pintu samping yang biasa digunakan membuang sampah,” terangnya sembari melihat pekerja yang memasang batako.

Akibat dari kejadian tersebut, 171 muridnya tidak bisa melaksanakan KBM. Seluruh ruangan yang ada pun tergenang air. Ada pula beberapa buku yang basah karena lokasi penyimpanannya relatif rendah.

Genangan air mulai berkurang pada saat siang hari. Terlebih saat personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri turun ke lapangan. Penyedotan menggunakan mesin disel pun dilakukan untuk mengurangi volume genangan.

Baca Juga :  Ketika Berskuter Listrik Jadi Kegemaran Baru Warga KediriĀ 

“Kami kuras agar genangannya berkurang. Airnya kami buang ke sungai,” tutur Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira melalui Komandan Unit Reaksi Cepat (URC) Windoko.

Seiring waktu berjalan genangan pun kian berkurang dan surut. Hingga pada sore harinya sudah tak nampak genangan berarti di SDN 1 Gempolan. Meskipun begitu, kejadian serupa bukan kali ini saja terjadi di sana. Tahun-tahun sebelumnya juga pernah terjadi hal serupa.

Penyebabnya pun sama, karena saluran air tersumbat dan kontur sekolah yang lebih rendah. Sejatinya, pihak sekolah telah membuat saluran pembuangan menuju sungai di depannya jika ada genangan. Namun saluran pembuangan tersebut dibuat sistem buka-tutup. Sayangnya, saat hujan deras kemarin saluran tersebut posisinya ditutup.

Untuk diketahui, pihak sekolah menegaskan bahwa KBM akan bisa langsung dilaksanakan lagi. Pihak sekolah berusaha membersihkan lumpur dan genangan dalam satu hari tersebut.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/