23.6 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

PTM di Kota Angin Kembali Jadi 50 Persen

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk kembali menerapkan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen mulai kemarin. Dengan kebijakan tersebut, seluruh sekolah di Kota Angin diinstruksikan untuk menggelar PTM dengan sistem bergantian. Hari ini masuk, besok libur. Sedangkan, yang hari ini libur, besok masuk. “PTM 50 persen ini untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah,” ujar Kepala Disdik Kabupaten Nganjuk Sopingi kemarin.

Kebijakan ini diambil disdik menyikapi adanya peningkatan kasus Covid-19 gelombang ketiga. Oleh karenanya, dia menginstruksikan PTM full atau 100 persen kembali ditangguhkan sementara.Sebagai gantinya, Disdik menginstruksikan model pembelajaran Blended Learning. Yakni belajar tatap muka 50 persen dan daring juga 50 persen.

Baca Juga :  Kaji Perempatan untuk Pasang Traffic Light

Sopingi mengatakan, kebijakan ini sebagai tindak lanjut Surat Edaran Mendikbudristek Nomor 2/2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 Menteri terkait Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. “Saat melaksanakan PTM harus tetap mengikuti protokol kesehatan dengan ketat,” tegasnya.

Mantan Kepala BKD Nganjuk ini menerangkan, selain menerapkan PTM 50 persen, disdik juga memberikan pilihan kepada orang tua atau wali murid untuk mengizinkan anaknya mengikuti PTM atau hanya belajar di rumah dengan sistem daring. Karena saat ini, ancaman gelombang III Covid-19 harus diwaspadai. “Prokes ketat di sekolah harus dilaksanakan selama pandemi Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Yanuarita, 34, salah satu wali murid mengaku pasrah dengan keputusan pemberlakuan PTM 50 persen lagi. Karena Covid-19 adalah bahaya nyata. “Kalau PTM 50 persen ini untuk kebaikan bersama, kami sebagai orang tua akan menerimanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pantau Tes CPNS, Walikota Kediri ‘Ndredeg’
- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk kembali menerapkan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen mulai kemarin. Dengan kebijakan tersebut, seluruh sekolah di Kota Angin diinstruksikan untuk menggelar PTM dengan sistem bergantian. Hari ini masuk, besok libur. Sedangkan, yang hari ini libur, besok masuk. “PTM 50 persen ini untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah,” ujar Kepala Disdik Kabupaten Nganjuk Sopingi kemarin.

Kebijakan ini diambil disdik menyikapi adanya peningkatan kasus Covid-19 gelombang ketiga. Oleh karenanya, dia menginstruksikan PTM full atau 100 persen kembali ditangguhkan sementara.Sebagai gantinya, Disdik menginstruksikan model pembelajaran Blended Learning. Yakni belajar tatap muka 50 persen dan daring juga 50 persen.

Baca Juga :  Ditemukan Dua Sumur Kuno di Berbek

Sopingi mengatakan, kebijakan ini sebagai tindak lanjut Surat Edaran Mendikbudristek Nomor 2/2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 Menteri terkait Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. “Saat melaksanakan PTM harus tetap mengikuti protokol kesehatan dengan ketat,” tegasnya.

Mantan Kepala BKD Nganjuk ini menerangkan, selain menerapkan PTM 50 persen, disdik juga memberikan pilihan kepada orang tua atau wali murid untuk mengizinkan anaknya mengikuti PTM atau hanya belajar di rumah dengan sistem daring. Karena saat ini, ancaman gelombang III Covid-19 harus diwaspadai. “Prokes ketat di sekolah harus dilaksanakan selama pandemi Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Yanuarita, 34, salah satu wali murid mengaku pasrah dengan keputusan pemberlakuan PTM 50 persen lagi. Karena Covid-19 adalah bahaya nyata. “Kalau PTM 50 persen ini untuk kebaikan bersama, kami sebagai orang tua akan menerimanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Aset Desa yang Kena Dampak Tol Kediri-Kertosono Harus Tukar Guling

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/