25.3 C
Kediri
Thursday, July 7, 2022

Migor di Pasar Masih Langka, Pemkab Kediri Gelar Pasar Murah

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kelangkaan minyak goreng (migor) bersubsidi masih terjadi. Terutama di pasar-pasar tradisional. Penyebabnya adalah, stok dan distribusi migor belum sampai ke pasar tradisional.

Terkait kondisi yang seperti itu, pemkab berencana menggelar pasar murah. Pelaksanaannya pada minggu ini.

“Ini yang subsidi, akan kami jual dengan harga yang sama, Rp 14 ribu,” terang Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) drh Tutik Purwaningsih.

Tutik mengakui, rencana pasar murah memang baru bisa terealisasi saat ini. Hal itu terkait dengan beberapa kendala yang ada. Pemkab berusaha keras agar bisa menggelar pasar murah karena warga kian mengeluh terkait mahalnya migor.

Tutik berharap penjualan minyak goreng di operasi pasar ini bisa meringankan beban warga. Apalagi dalam situasi ketika migor subsidi sering kosong di toko-toko retail modern. Yang memang sudah menjual minyak dengan harga sesuai ketetapan pemerintah.

Baca Juga :  Stadion Brawijaya Ditinjau PT LIB Jelang Liga 2, Ada Kekurangannya

Penyebab kosongnya stok migor satu harga, menurutnya, karena membeludaknya pembeli. Selain itu juga belum ada sanksi tegas, atau kontrol, dalam pembelian minyak goreng oleh pengelola toko. “Makanya ini juga masih dalam pengecekan dari Pusat dan dari wilayah juga,” katanya.

Tutik mengaku belum bisa melakukan kontrol penjualan minyak satu harga secara menyeluruh. Namun, semua itu akan berusaha dilakukan agar mengurangi panic buying oleh warga.

“Kemarin juga sempat ada pengecekan dari Barkowil Madiun. Temuannya memang di ritel sering habis (migor) subsidinya. Sedangkan di pasar tradisional, dan toko kelontong, harga masih Rp 18-19 ribu,” ujar perempuan yang juga kepala dinas ketahanan pangan dan peternakan (DKPP) ini.

Baca Juga :  Seleksi Jalur Prestasi, Seluruh SMA Negeri Lampaui Kuota

Ia menambahkan, Pemkab Kediri menyiapkan jumlah minyak goreng yang memadai. Kualitasnya juga sama seperti yang dijual di pasaran. Sebab, meskipun pasar murah namun kualitas tetap disamakan dengan yang ada selama ini. “Rencananya setelah ada pasar murah besok tanggal 8, akan berkelanjutan pasar murah untuk minyak goreng,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sebelumnya harga minyak goreng mengalami peningkatan. Sebelum adanya perubahan harga yang ditetapkan oleh Menteri Perdagangan (Mendag). Saat itu harga minyak goreng berada di kisaran harga Rp 18-20 ribu per liternya.

Kenaikan harga minyak tersebut tidak bisa serta-merta diatasi di level daerah. Karena harga bahan baku yang mengalami kenaikan. Alasan itulah yang membuat Pusat menetapkan minyak satu harga, Rp 14 ribu per liter, dengan skema memberi subsidi.(syi/fud)

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kelangkaan minyak goreng (migor) bersubsidi masih terjadi. Terutama di pasar-pasar tradisional. Penyebabnya adalah, stok dan distribusi migor belum sampai ke pasar tradisional.

Terkait kondisi yang seperti itu, pemkab berencana menggelar pasar murah. Pelaksanaannya pada minggu ini.

“Ini yang subsidi, akan kami jual dengan harga yang sama, Rp 14 ribu,” terang Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) drh Tutik Purwaningsih.

Tutik mengakui, rencana pasar murah memang baru bisa terealisasi saat ini. Hal itu terkait dengan beberapa kendala yang ada. Pemkab berusaha keras agar bisa menggelar pasar murah karena warga kian mengeluh terkait mahalnya migor.

Tutik berharap penjualan minyak goreng di operasi pasar ini bisa meringankan beban warga. Apalagi dalam situasi ketika migor subsidi sering kosong di toko-toko retail modern. Yang memang sudah menjual minyak dengan harga sesuai ketetapan pemerintah.

Baca Juga :  Mendag: Stok Melimpah, Kebutuhan Terpenuhi

Penyebab kosongnya stok migor satu harga, menurutnya, karena membeludaknya pembeli. Selain itu juga belum ada sanksi tegas, atau kontrol, dalam pembelian minyak goreng oleh pengelola toko. “Makanya ini juga masih dalam pengecekan dari Pusat dan dari wilayah juga,” katanya.

Tutik mengaku belum bisa melakukan kontrol penjualan minyak satu harga secara menyeluruh. Namun, semua itu akan berusaha dilakukan agar mengurangi panic buying oleh warga.

“Kemarin juga sempat ada pengecekan dari Barkowil Madiun. Temuannya memang di ritel sering habis (migor) subsidinya. Sedangkan di pasar tradisional, dan toko kelontong, harga masih Rp 18-19 ribu,” ujar perempuan yang juga kepala dinas ketahanan pangan dan peternakan (DKPP) ini.

Baca Juga :  Ngopi Perdana, Bupati Kediri Dhito Bicara Begini Soal Dewan Kesenin

Ia menambahkan, Pemkab Kediri menyiapkan jumlah minyak goreng yang memadai. Kualitasnya juga sama seperti yang dijual di pasaran. Sebab, meskipun pasar murah namun kualitas tetap disamakan dengan yang ada selama ini. “Rencananya setelah ada pasar murah besok tanggal 8, akan berkelanjutan pasar murah untuk minyak goreng,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sebelumnya harga minyak goreng mengalami peningkatan. Sebelum adanya perubahan harga yang ditetapkan oleh Menteri Perdagangan (Mendag). Saat itu harga minyak goreng berada di kisaran harga Rp 18-20 ribu per liternya.

Kenaikan harga minyak tersebut tidak bisa serta-merta diatasi di level daerah. Karena harga bahan baku yang mengalami kenaikan. Alasan itulah yang membuat Pusat menetapkan minyak satu harga, Rp 14 ribu per liter, dengan skema memberi subsidi.(syi/fud)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/