22.3 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Sekolah 75 Persen di Kabupaten Kediri Bisa Tertunda

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melakukan sekolah masuk 75 persen bisa tertunda. Sebab, rencana itu terbentur dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 serentak mulai 24 Desember.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri sudah merencanakan menambah kuota pembelajaran tatap muka terbatas (PTM-T) Desember ini. “Sudah kami siapkan teknisnya. Namun sepertinya harus kami tunda terlebih dahulu,” ujar Kadisdik Sujud Winarko.

Penundaan terjadi karena harus melihat aturan Satgas Covid-19 Pusat hingga daerah. Pasalnya, aturan Inmendagri untuk PPKM Level 3 nasional berbeda dengan kegiatan belajar mengajar. Dalam PPKM Level 3 ada kemungkinan melakukan PTM-T maksimal 33 persen. Saat ini Kabupaten Kediri masih memberlakukan PTM-T dengan kuota 50 persen.

Sementara itu, terkait pembahasan SE untuk sekolah belum ada pembahasan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri. Saat ini Pemkab Kediri masih fokus untuk menggenjot serapan vaksinasi di wilayah mereka. “Belum ada pembahasan untuk sekolah,” aku Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib.

Baca Juga :  Residivis Edar Pil Koplo, Tukang Las Asal Bujel divonis 2 Tahun

Sementara itu, dari Kota Kediri, antisipasi wabah korona saat libur natal dan tahun baru (Nataru) pemkot berencana membuka gerai vaksinasi. Gerai itu akan dibuka di gereja. Lewat gerai vaksinasi di gereja tersebut, dia berharap bisa menambah jumlah sasaran vaksinasi di Kota Kediri.

“Adanya gerai ini untuk melayani mereka yang belum divaksin,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Dia menyebutkan, capaian vaksinasi di Kota Kediri ini sudah melebih seratus persen. Pada dosis pertama, capaiannya 123,72 persen. Sedangkan untuk porsi kedua sudah 105,14 persen. Stok vaksin yang tersisa kini ada sebanyak 18.764 dosis.

Jumlah total yang diterima ada sebanyak 419.817 dosis. Untuk pemakaiannya ada sebanyak 401.053 dosis. “Rata-rata vaksinasi dalam minggu lalu sebanyak 1.017 dosis,” katanya.

Baca Juga :  ‘Mati Suri’ Destinasi Wisata Desa di Tengah Fluktuasi Kasus Korona

Fauzan meminta warga kota terus waspada. Meskipun vaksinasi sudah melampaui 100 persen, masih ditemukan warga yang tertular.

Seperti kemarin, ditemukan tambahan satu kasus baru di Kelurahan Setonopande, Kecamatan Kota. Meski tidak ada riwayat perjalanan, pasien memiliki gejala. Karena itu pasien dirawat di rumah sakit. “Sekarang tim sedang melakukan tracing,” tambahnya.

Sejauh ini, kasus terkonfirmasi di Kota Kediri terbilang rendah. Jumlah kasus aktifnya hanya dua. Tidak ada yang menjalani isolasi mandiri. Walau status wilayah masuk zona kuning dengan penularan rendah, tetap saja kasusnya masih ada.

Untuk itu, dia meminta warga di Kota Kediri tetap waspada dan tidak boleh lengah. Selain memakai pelindung diri seperti masker dan pembersih tangan, warga juga diminta tetap menjauh dari kerumunan. Sebab itu, di periode Nataru nanti lokasi kerumunan akan menjadi perhatian Satgas Covid-19. “Harus saling jaga, wajib untuk prokes,” ungkapnya.(syi/rq/fud)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melakukan sekolah masuk 75 persen bisa tertunda. Sebab, rencana itu terbentur dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 serentak mulai 24 Desember.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri sudah merencanakan menambah kuota pembelajaran tatap muka terbatas (PTM-T) Desember ini. “Sudah kami siapkan teknisnya. Namun sepertinya harus kami tunda terlebih dahulu,” ujar Kadisdik Sujud Winarko.

Penundaan terjadi karena harus melihat aturan Satgas Covid-19 Pusat hingga daerah. Pasalnya, aturan Inmendagri untuk PPKM Level 3 nasional berbeda dengan kegiatan belajar mengajar. Dalam PPKM Level 3 ada kemungkinan melakukan PTM-T maksimal 33 persen. Saat ini Kabupaten Kediri masih memberlakukan PTM-T dengan kuota 50 persen.

Sementara itu, terkait pembahasan SE untuk sekolah belum ada pembahasan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri. Saat ini Pemkab Kediri masih fokus untuk menggenjot serapan vaksinasi di wilayah mereka. “Belum ada pembahasan untuk sekolah,” aku Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib.

Baca Juga :  ATCS di Kediri: Cukup di Kota, Kabupaten Minim

Sementara itu, dari Kota Kediri, antisipasi wabah korona saat libur natal dan tahun baru (Nataru) pemkot berencana membuka gerai vaksinasi. Gerai itu akan dibuka di gereja. Lewat gerai vaksinasi di gereja tersebut, dia berharap bisa menambah jumlah sasaran vaksinasi di Kota Kediri.

“Adanya gerai ini untuk melayani mereka yang belum divaksin,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Dia menyebutkan, capaian vaksinasi di Kota Kediri ini sudah melebih seratus persen. Pada dosis pertama, capaiannya 123,72 persen. Sedangkan untuk porsi kedua sudah 105,14 persen. Stok vaksin yang tersisa kini ada sebanyak 18.764 dosis.

Jumlah total yang diterima ada sebanyak 419.817 dosis. Untuk pemakaiannya ada sebanyak 401.053 dosis. “Rata-rata vaksinasi dalam minggu lalu sebanyak 1.017 dosis,” katanya.

Baca Juga :  Jembatan Lama Masih Diverifikasi, Untuk Apa?

Fauzan meminta warga kota terus waspada. Meskipun vaksinasi sudah melampaui 100 persen, masih ditemukan warga yang tertular.

Seperti kemarin, ditemukan tambahan satu kasus baru di Kelurahan Setonopande, Kecamatan Kota. Meski tidak ada riwayat perjalanan, pasien memiliki gejala. Karena itu pasien dirawat di rumah sakit. “Sekarang tim sedang melakukan tracing,” tambahnya.

Sejauh ini, kasus terkonfirmasi di Kota Kediri terbilang rendah. Jumlah kasus aktifnya hanya dua. Tidak ada yang menjalani isolasi mandiri. Walau status wilayah masuk zona kuning dengan penularan rendah, tetap saja kasusnya masih ada.

Untuk itu, dia meminta warga di Kota Kediri tetap waspada dan tidak boleh lengah. Selain memakai pelindung diri seperti masker dan pembersih tangan, warga juga diminta tetap menjauh dari kerumunan. Sebab itu, di periode Nataru nanti lokasi kerumunan akan menjadi perhatian Satgas Covid-19. “Harus saling jaga, wajib untuk prokes,” ungkapnya.(syi/rq/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/