22.3 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Waspada Hari Coblosan

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Eskalasi kasus Covid-19 yang terus terjadi membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri kian meningkatkan kewaspadaan. Terlebih sebentar lagi wilayah ini bakal menggelar pesta demokrasi, pemilihan kepala daerah. Saat itu potensi penumpukan massa kian besar. Sekaligus menjadi potensi penularan yang tinggi.

Antisipasi pun telah dilakukan GTPP sejak dini. Terutama berkoordinasi dengan operator pilkada. “Kami terus berkoordinasi dengan KPU Kabupaten Kediri untuk pencegahan penularan virus ini,” terang Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib.

Upaya itu akan intensif dilakukan karena hari H pencoblosan pada 9 Desember nanti dikhawatirkan berbagai pihak akan jadi puncak terjadinya penularan virus korona. Karena itu berbagai antisipasi akan mereka lakukan. Termasuk berupaya agar penerapan pencoblosan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan.

Kekhawatiran berbagai pihak itu beralasan. Apalagi hingga kemarin fakta terkait kasus ini juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Terakhir, data kasus penderita korona yang meninggal di Kabupaten Kediri mencapai 100 orang. Angka itu setara dengan 7,8 persen dari total 1.283 orang yang terkonfirmasi positif.

Berdasarkan data dinkes hingga 6 Desember, masih ada 93 penderita yang dirawat di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri.  Tingginya jumlah penderita itu membuat 90 persen tempat tidur pasien Covid-19 sudah terisi. “Bahkan kemarin (Sabtu, Red) full,” ungkap dr Ahmad Khotib.

Baca Juga :  Dorong Pembuatan Resapan Air untuk Cegah Banjir

Kemarin ada delapan penambahan kasus positif. Satu orang di antaranya sudah meninggal dunia sebelum hasil swabnya keluar kemarin. Sementara ada tiga pasien lain yang meninggal namun masih berstatus suspek atau bergejala. Untuk hasilnya masih menunggu.

Ironisnya, beberapa yang suspek tersebut ada yang dikubur tanpa menjalankan protokol pemakaman jenazah Covid-19. Padahal jika mengacu dari prosedur, mereka yang meninggal suspek harus dimakamkan sesuai prokes. “Kalau kematian pasien probable (masih menunggu swab, Red) dimakamkan dengan protokol Covid-19,” jelasnya.

Di Kota Kediri jumlah penderita Covid-19 yang meninggal dunia kembali bertambah. Hingga saat ini sudah ada 22 orang yang kehilangan nyawa akibat serangan virus korona ini. Terakhir adalah pasien berinisial EMD, wanita 48 tahun asal Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto.

Sebelum meninggal, wanita tersebut menjalani perawatan intensif di RSUD Gambiran, salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. Sayang, upaya itu tak mampu menolong penderita.

Salah satu penyebab tak bisa sembuhnya EMD adalah penyakit penyerta. Wanita tersebut memilik komorbid yang parah. “Yang bersangkutan diketahui memiliki komorbid diabetes melitus dan stroke,” kata Jubir GTPP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Baca Juga :  Tak Bawa Surat, Peserta Tes Kompetensi CPNS Harus Rapid di RS Gumul

Sebelumnya, tiga orang pasien Covid-19 dari Kota Kediri juga dinyatakan meninggal dunia pada minggu lalu. Pertama adalah pasien bernomor kasus 255 yang berumur 54 tahun. Perempuan asal Kelurahan Banjarmlati tersebut dirawat di RSUD Dr Saiful Anwar Kota Malang.

Kedua, seorang perempuan berumur 56 berasal dari Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren. Kasus ke-376 tersebut ditengarai memiliki riwayat dari klaster transmisi lokal.

Terakhir, kasus meninggal ketiga merupakan seorang perempuan berumur 63 tahun. Kasus ke-434 itu berasal dari Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren.

“Kasus ke-376 dan 434 tersebut juga sempat di rawat di RSUD Gambiran,” sambungnya.

Selain penambahan penderita meninggal, di Kota Kediri juga terjadi penambahan orang yang terpapar. Berdasarkan data GTPP tujuh orang dinyatakan positif kemarin.

“Kalau jumlah pasien yang sembuh bertambah dua orang,” tandas pria yang juga dipercaya menjadi kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri tersebut. (din/tar/fud)

 

Sebaran Kota Kediri

Positif                  484

Aktif                    87

Isolasi                  115

Sembuh                375

Meninggal            22

 

Sebaran Kabupaten Kediri

Sembuh                1.090

Meninggal            100

Dirawat                93

More

Jumlah                 1.283 + 8

 

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Eskalasi kasus Covid-19 yang terus terjadi membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri kian meningkatkan kewaspadaan. Terlebih sebentar lagi wilayah ini bakal menggelar pesta demokrasi, pemilihan kepala daerah. Saat itu potensi penumpukan massa kian besar. Sekaligus menjadi potensi penularan yang tinggi.

Antisipasi pun telah dilakukan GTPP sejak dini. Terutama berkoordinasi dengan operator pilkada. “Kami terus berkoordinasi dengan KPU Kabupaten Kediri untuk pencegahan penularan virus ini,” terang Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib.

Upaya itu akan intensif dilakukan karena hari H pencoblosan pada 9 Desember nanti dikhawatirkan berbagai pihak akan jadi puncak terjadinya penularan virus korona. Karena itu berbagai antisipasi akan mereka lakukan. Termasuk berupaya agar penerapan pencoblosan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan.

Kekhawatiran berbagai pihak itu beralasan. Apalagi hingga kemarin fakta terkait kasus ini juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Terakhir, data kasus penderita korona yang meninggal di Kabupaten Kediri mencapai 100 orang. Angka itu setara dengan 7,8 persen dari total 1.283 orang yang terkonfirmasi positif.

Berdasarkan data dinkes hingga 6 Desember, masih ada 93 penderita yang dirawat di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri.  Tingginya jumlah penderita itu membuat 90 persen tempat tidur pasien Covid-19 sudah terisi. “Bahkan kemarin (Sabtu, Red) full,” ungkap dr Ahmad Khotib.

Baca Juga :  Kinerja Tak Maksimal, Tunjangan Kinerja PNS Kota Kediri Terancam Susut

Kemarin ada delapan penambahan kasus positif. Satu orang di antaranya sudah meninggal dunia sebelum hasil swabnya keluar kemarin. Sementara ada tiga pasien lain yang meninggal namun masih berstatus suspek atau bergejala. Untuk hasilnya masih menunggu.

Ironisnya, beberapa yang suspek tersebut ada yang dikubur tanpa menjalankan protokol pemakaman jenazah Covid-19. Padahal jika mengacu dari prosedur, mereka yang meninggal suspek harus dimakamkan sesuai prokes. “Kalau kematian pasien probable (masih menunggu swab, Red) dimakamkan dengan protokol Covid-19,” jelasnya.

Di Kota Kediri jumlah penderita Covid-19 yang meninggal dunia kembali bertambah. Hingga saat ini sudah ada 22 orang yang kehilangan nyawa akibat serangan virus korona ini. Terakhir adalah pasien berinisial EMD, wanita 48 tahun asal Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto.

Sebelum meninggal, wanita tersebut menjalani perawatan intensif di RSUD Gambiran, salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. Sayang, upaya itu tak mampu menolong penderita.

Salah satu penyebab tak bisa sembuhnya EMD adalah penyakit penyerta. Wanita tersebut memilik komorbid yang parah. “Yang bersangkutan diketahui memiliki komorbid diabetes melitus dan stroke,” kata Jubir GTPP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Baca Juga :  Tak Bawa Surat, Peserta Tes Kompetensi CPNS Harus Rapid di RS Gumul

Sebelumnya, tiga orang pasien Covid-19 dari Kota Kediri juga dinyatakan meninggal dunia pada minggu lalu. Pertama adalah pasien bernomor kasus 255 yang berumur 54 tahun. Perempuan asal Kelurahan Banjarmlati tersebut dirawat di RSUD Dr Saiful Anwar Kota Malang.

Kedua, seorang perempuan berumur 56 berasal dari Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren. Kasus ke-376 tersebut ditengarai memiliki riwayat dari klaster transmisi lokal.

Terakhir, kasus meninggal ketiga merupakan seorang perempuan berumur 63 tahun. Kasus ke-434 itu berasal dari Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren.

“Kasus ke-376 dan 434 tersebut juga sempat di rawat di RSUD Gambiran,” sambungnya.

Selain penambahan penderita meninggal, di Kota Kediri juga terjadi penambahan orang yang terpapar. Berdasarkan data GTPP tujuh orang dinyatakan positif kemarin.

“Kalau jumlah pasien yang sembuh bertambah dua orang,” tandas pria yang juga dipercaya menjadi kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri tersebut. (din/tar/fud)

 

Sebaran Kota Kediri

Positif                  484

Aktif                    87

Isolasi                  115

Sembuh                375

Meninggal            22

 

Sebaran Kabupaten Kediri

Sembuh                1.090

Meninggal            100

Dirawat                93

More

Jumlah                 1.283 + 8

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/