31.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Tak Terapkan Pembatasan di Tempat Wisata

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Empat objek wisata andalan Nganjuk sudah dibuka sejak awal Juli lalu. Meski demikian, dinas pariwisata, pemuda, olahraga, dan kebudayaan (disparporabud) belum menerapkan ketentuan pembatasan jumlah pengunjung. Alasannya, tingkat kunjungan masih di bawah separo kapasitas lokasi wisata.

Kepala Disparporabud Nganjuk Fadjar Judiono mengungkapkan, rata-rata jumlah kunjungan di objek wisata Kota Angin masih di bawah 50 persen kapasitas lokasi. Sehingga, dinilai masih aman untuk dikunjungi. “Belum perlu diterapkan pembatasan jumlah pengunjung,” ujar Fadjar.

Dia mencontohkan untuk kunjungan di Air Terjun Sedudo pada bulan Sura. Meski banyak warga dari luar daerah yang datang ke lereng Wilis itu untuk melakukan ritual, menurutnya jumlahnya tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Patroli Cegah Money Politics

Padahal, pada bulan Sura adalah puncak kunjungan di Air Terjun Sedudo. Terutama saat ritual siraman yang biasanya mencapai ribuan orang.  “Belum capai separo kapasitas. Pengunjung belum padat,” lanjutnya.

Jumlah pengunjung menurut Fadjar hanya ramai pada akhir pekan. Adapun  pada hari biasa relatif sedikit. Dia pun menilai keberadaan para pengunjung di tempat wisata masih sangat aman.

Syaratnya, mereka harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Terutama, terus memakai masker dan menjaga jarak selama berada di lokasi wisata.

Disparporabud, tutur Fadjar, juga mengoptimalkan upaya pencegahan penularan Covid-19. Di antaranya, dengan memperbanyak tempat cuci tangan dan menyediakan hand sanitizer. “Di loket kami siarkan. Kami pasang spanduk peringatan, dan ada petugas yang mengawasi ketertiban (penerapan protokol kesehatan, Red),” jelasnya.

Baca Juga :  BKD Kabupaten Nganjuk Tolak Ratusan Sanggahan

Meski demikian, melihat kondisi pandemi Covid-19 yang belum ada tanda-tanda penurunan, Fadjar menegaskan, pihaknya terus mengevaluasi pembukaan sejumlah objek wisata di Nganjuk. Termasuk penerapan protokol kesehatan di sana. “Sejauh ini kami nilai aman. Kami tidak ingin muncul klaster Covid-19 dari tempat wisata,” tegasnya.

 

 

 

Objek Wisata di Kota Angin:

-Air Terjun Sedudo di Desa Ngliman, Sawahan

-Air Merambat Roro Kuning di Desa Bajulan, Loceret

-Gua Margo Tresno di Desa Sugihwaras, Ngluyu

-Air Terjun Singokromo di Desa Ngliman, Sawahan

-Bukit Surga di Desa Bareng, Sawahan

-Bukit Sudirman di Desa Margopatut, Sawahan

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Empat objek wisata andalan Nganjuk sudah dibuka sejak awal Juli lalu. Meski demikian, dinas pariwisata, pemuda, olahraga, dan kebudayaan (disparporabud) belum menerapkan ketentuan pembatasan jumlah pengunjung. Alasannya, tingkat kunjungan masih di bawah separo kapasitas lokasi wisata.

Kepala Disparporabud Nganjuk Fadjar Judiono mengungkapkan, rata-rata jumlah kunjungan di objek wisata Kota Angin masih di bawah 50 persen kapasitas lokasi. Sehingga, dinilai masih aman untuk dikunjungi. “Belum perlu diterapkan pembatasan jumlah pengunjung,” ujar Fadjar.

Dia mencontohkan untuk kunjungan di Air Terjun Sedudo pada bulan Sura. Meski banyak warga dari luar daerah yang datang ke lereng Wilis itu untuk melakukan ritual, menurutnya jumlahnya tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Lakukan Penyekatan di Jalan A. Yani

Padahal, pada bulan Sura adalah puncak kunjungan di Air Terjun Sedudo. Terutama saat ritual siraman yang biasanya mencapai ribuan orang.  “Belum capai separo kapasitas. Pengunjung belum padat,” lanjutnya.

Jumlah pengunjung menurut Fadjar hanya ramai pada akhir pekan. Adapun  pada hari biasa relatif sedikit. Dia pun menilai keberadaan para pengunjung di tempat wisata masih sangat aman.

Syaratnya, mereka harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Terutama, terus memakai masker dan menjaga jarak selama berada di lokasi wisata.

Disparporabud, tutur Fadjar, juga mengoptimalkan upaya pencegahan penularan Covid-19. Di antaranya, dengan memperbanyak tempat cuci tangan dan menyediakan hand sanitizer. “Di loket kami siarkan. Kami pasang spanduk peringatan, dan ada petugas yang mengawasi ketertiban (penerapan protokol kesehatan, Red),” jelasnya.

Baca Juga :  Lacak Kontak Pasien Korona

Meski demikian, melihat kondisi pandemi Covid-19 yang belum ada tanda-tanda penurunan, Fadjar menegaskan, pihaknya terus mengevaluasi pembukaan sejumlah objek wisata di Nganjuk. Termasuk penerapan protokol kesehatan di sana. “Sejauh ini kami nilai aman. Kami tidak ingin muncul klaster Covid-19 dari tempat wisata,” tegasnya.

 

 

 

Objek Wisata di Kota Angin:

-Air Terjun Sedudo di Desa Ngliman, Sawahan

-Air Merambat Roro Kuning di Desa Bajulan, Loceret

-Gua Margo Tresno di Desa Sugihwaras, Ngluyu

-Air Terjun Singokromo di Desa Ngliman, Sawahan

-Bukit Surga di Desa Bareng, Sawahan

-Bukit Sudirman di Desa Margopatut, Sawahan

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/