31.7 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Sektor Perikanan pun Perluas Peluang Ekspor

Pemkab Kediri mendorong budi daya perikanan jenis ikan konsumsi maupun hias. Ini demi keperluan hingga pasar ekspor. Bahkan bupati telah melakukan pelepasan perdana ekspor 60 ribu bibit ikan nila ke Singapura.

Pengiriman bibit ikan nila itu sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Rencananya ekspor selanjutnya juga bakal dilakukan dalam waktu dekat. “Kita harapkan pengiriman ke negara lain,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Dede Sujana.

Ia mengatakan bahwa potensi budi daya ikan di Kabupaten Kediri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pengaruh ke sektor perekonomian yang ditimbulkan cukup besar. Omzetnya bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

Supaya tujuan itu terealisasi, Dede mengaku, Pemkab Kediri memerlukan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. Dalam hal ini, ia mengharapkan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Surabaya dapat bersinergi.

Baca Juga :  Hari Ini Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Pemkab Nganjuk Dimulai

“Yang kemarin dikirimkan di BKIPM melalui Bandara Juanda,” ujar pejabat teras pemkab berambut klimis itu.

Makanya, untuk ekspor ikan dalam jangka panjangnya, dengan adanya Bandara Internasional Dhoho Kediri juga harus dilakukan. Apalagi, perekonomian di sektor perikanan pun besar.

Dede mengungkapkan, salah satu program prioritas jangka menengah Kabupaten Kediri adalah pengembangan ekonomi kerakyatan. “Salah satunya bidang perikanan,” imbuhnya.

Implementasi dari program itu, menurutnya, Pemkab Kediri melalui dinas perikanan (disperikan) bekerja sama dengan berbagai pihak. Di antaranya melakukan bimbingan teknis kepada para pelaku pembenihan maupun pembesaran ikan untuk meningkatkan mutu dan kualitas.

Sementara itu, beternak ikan di tengah pandemi Covid-19 tergolong bisnis yang menguntungkan. Per bulan, peternak ikan menengah bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp 50-70 juta per tahun. Akan lebih banyak lagi jika peternak ikannya sudah besar.

Baca Juga :  Wah, Angka Golput di Kediri Menurun, Ini Ulasannya

Dalam satu tahun saja, omzet total dari seluruh peternak ikan hias, maupun konsumsi mencapai Rp 1,4 triliun. “Angkanya naik, dilihat dari potensi juga bagus,” terang Kepala Disperikan Kabupaten Kediri Nur Hafid.

Angka tersebut meningkat karena bertambahnya peternak ikan dan penjualan yang lebih banyak di Kabupaten Kediri. Ditanya terkait kondisi saat Covid-19, Hafid mengakui, sebenarnya untuk produktivitas panen ikan menurun. Namun dampak tersebut dirasa tidak sesignifikan dampak di sektor lain.

“Harus kami akui, dengan korona ini, dampak penurunan tetap ada. Namun geliat peternak yang terus muncul dan belajar ini yang malah menambah hasil produksi menjadi bagus,” paparnya.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

Pemkab Kediri mendorong budi daya perikanan jenis ikan konsumsi maupun hias. Ini demi keperluan hingga pasar ekspor. Bahkan bupati telah melakukan pelepasan perdana ekspor 60 ribu bibit ikan nila ke Singapura.

Pengiriman bibit ikan nila itu sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Rencananya ekspor selanjutnya juga bakal dilakukan dalam waktu dekat. “Kita harapkan pengiriman ke negara lain,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Dede Sujana.

Ia mengatakan bahwa potensi budi daya ikan di Kabupaten Kediri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pengaruh ke sektor perekonomian yang ditimbulkan cukup besar. Omzetnya bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

Supaya tujuan itu terealisasi, Dede mengaku, Pemkab Kediri memerlukan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. Dalam hal ini, ia mengharapkan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Surabaya dapat bersinergi.

Baca Juga :  Tas Batok Kelapa

“Yang kemarin dikirimkan di BKIPM melalui Bandara Juanda,” ujar pejabat teras pemkab berambut klimis itu.

Makanya, untuk ekspor ikan dalam jangka panjangnya, dengan adanya Bandara Internasional Dhoho Kediri juga harus dilakukan. Apalagi, perekonomian di sektor perikanan pun besar.

Dede mengungkapkan, salah satu program prioritas jangka menengah Kabupaten Kediri adalah pengembangan ekonomi kerakyatan. “Salah satunya bidang perikanan,” imbuhnya.

Implementasi dari program itu, menurutnya, Pemkab Kediri melalui dinas perikanan (disperikan) bekerja sama dengan berbagai pihak. Di antaranya melakukan bimbingan teknis kepada para pelaku pembenihan maupun pembesaran ikan untuk meningkatkan mutu dan kualitas.

Sementara itu, beternak ikan di tengah pandemi Covid-19 tergolong bisnis yang menguntungkan. Per bulan, peternak ikan menengah bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp 50-70 juta per tahun. Akan lebih banyak lagi jika peternak ikannya sudah besar.

Baca Juga :  Kampung Lukis Desa Dawung, Penyaluran Kegelisahan Para Seniman

Dalam satu tahun saja, omzet total dari seluruh peternak ikan hias, maupun konsumsi mencapai Rp 1,4 triliun. “Angkanya naik, dilihat dari potensi juga bagus,” terang Kepala Disperikan Kabupaten Kediri Nur Hafid.

Angka tersebut meningkat karena bertambahnya peternak ikan dan penjualan yang lebih banyak di Kabupaten Kediri. Ditanya terkait kondisi saat Covid-19, Hafid mengakui, sebenarnya untuk produktivitas panen ikan menurun. Namun dampak tersebut dirasa tidak sesignifikan dampak di sektor lain.

“Harus kami akui, dengan korona ini, dampak penurunan tetap ada. Namun geliat peternak yang terus muncul dan belajar ini yang malah menambah hasil produksi menjadi bagus,” paparnya.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/