30.1 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

BOR ICU Sudah 81 Persen

KOTA, JP Radar Kediri – Kasus penularan Covid-19 mencapai angka tertinggi, bila dirata-rata selama satu semester pertama tahun ini. Dalam sepekan terakhir jumlah orang terpapar rata-rata mencapai 20 orang per hari.

Melonjaknya kasus terkonfirmasi ini berdampak pada ketersediaan tempat tidur (TT) di rumah-rumah sakit Kota Kediri. Bed occupancy ratio (BOR) di beberapa rumah sakit sudah melebihi 80 persen.

Angka BOR yang seperti itu menjadikan beberapa rumah sakit penuh. Mereka tak mampu  lagi menampung pasien baru.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Wali Kota Abdullah Abu Bakar. Dia berharap warga kota benar-benar mematuhi protokol kesehatan (prokes). Agar tak sampai tertular virus korona.

“Jangan sampai (bila) keluarga kita sakit lalu tidak bisa dirawat karena semua rumah sakitnya penuh,” kata Abu mengingatkan warganya.

Baca Juga :  Kuota untuk Difabel Banyak yang Kosong

Abu mengatakan, pemkot tak tinggal diam mendapati kondisi seperti ini. Mereka sudah menyiapkan dua lokasi isolasi. Dua tempat itu akan menampung pasien positif yang tidak bergejala. Sekaligus mengurangi jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

“Sekarang fasilitas di tempat isolasi terpusat sudah siap. Besok (hari ini, Red) tempatnya sudah bisa difungsikan,” ujarnya di sela-sela melakukan peninjauan vaksinasi di Rumah Sakit DKT Kota Kediri kemarin (6/7).

Juru Bicara gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima membenarkan BOR yang terus meningkat itu. Khusus untuk tempat tidur di ICU isolasi Covid-19 keterisiannya sudah mencapai 81 persen.

Di RSUD Gambiran misalnya, jumlah TT-nya ada enam. Empat di antaranya sudah terisi. “Kapasitas paling banyak di RS Bhayangkara, dari 16 TT terisi 15 TT. Hanya menyisakan satu tempat tidur saja,” ujar dr Fauzan.

Baca Juga :  Tiga Sekcam di Kabupaten Kediri Bergeser

Demikian pula di RS Baptis, dua TT yang mereka sediakan sudah terisi semua. Sementara di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, dua tempat tidur yang disediakan belum terisi.

Sementara itu, ruang isolasi Covid-19 di rumah sakit Kota Kediri terus ditambah. Akhir Juni lalu jumlah total ada 483 tempat tidur. Kini sudah ditambah sebanyak 31 tempat tidur. Total, kini TT yang yang dipakai menjadi 514. Dari jumlah tersebut, keterisiannya sudah mencapai 72 persen atau terisi 371 tempat tidur. Dan masih ada sisa 143 TT.

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Kasus penularan Covid-19 mencapai angka tertinggi, bila dirata-rata selama satu semester pertama tahun ini. Dalam sepekan terakhir jumlah orang terpapar rata-rata mencapai 20 orang per hari.

Melonjaknya kasus terkonfirmasi ini berdampak pada ketersediaan tempat tidur (TT) di rumah-rumah sakit Kota Kediri. Bed occupancy ratio (BOR) di beberapa rumah sakit sudah melebihi 80 persen.

Angka BOR yang seperti itu menjadikan beberapa rumah sakit penuh. Mereka tak mampu  lagi menampung pasien baru.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Wali Kota Abdullah Abu Bakar. Dia berharap warga kota benar-benar mematuhi protokol kesehatan (prokes). Agar tak sampai tertular virus korona.

“Jangan sampai (bila) keluarga kita sakit lalu tidak bisa dirawat karena semua rumah sakitnya penuh,” kata Abu mengingatkan warganya.

Baca Juga :  JNK Kaji Rest Area di Tol Nganjuk

Abu mengatakan, pemkot tak tinggal diam mendapati kondisi seperti ini. Mereka sudah menyiapkan dua lokasi isolasi. Dua tempat itu akan menampung pasien positif yang tidak bergejala. Sekaligus mengurangi jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

“Sekarang fasilitas di tempat isolasi terpusat sudah siap. Besok (hari ini, Red) tempatnya sudah bisa difungsikan,” ujarnya di sela-sela melakukan peninjauan vaksinasi di Rumah Sakit DKT Kota Kediri kemarin (6/7).

Juru Bicara gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima membenarkan BOR yang terus meningkat itu. Khusus untuk tempat tidur di ICU isolasi Covid-19 keterisiannya sudah mencapai 81 persen.

Di RSUD Gambiran misalnya, jumlah TT-nya ada enam. Empat di antaranya sudah terisi. “Kapasitas paling banyak di RS Bhayangkara, dari 16 TT terisi 15 TT. Hanya menyisakan satu tempat tidur saja,” ujar dr Fauzan.

Baca Juga :  Pohon Tumbang dan Listrik Putus, Warga Trauma Hujan Es

Demikian pula di RS Baptis, dua TT yang mereka sediakan sudah terisi semua. Sementara di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, dua tempat tidur yang disediakan belum terisi.

Sementara itu, ruang isolasi Covid-19 di rumah sakit Kota Kediri terus ditambah. Akhir Juni lalu jumlah total ada 483 tempat tidur. Kini sudah ditambah sebanyak 31 tempat tidur. Total, kini TT yang yang dipakai menjadi 514. Dari jumlah tersebut, keterisiannya sudah mencapai 72 persen atau terisi 371 tempat tidur. Dan masih ada sisa 143 TT.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/