22.8 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Pemkab Kediri Jamin Aman, UMKM Belum Terdampak

Salah satu efek domino terkait kenaikan harga Pertamax adalah harga-harga barang yang melangit. Pun, Pemkab Kediri berdalih, di wilayahnya kondisi itu belum terjadi. Setidaknya, bila mengacu pada laporan masyarakat ke bagian ekonomi.

“Malah yang lapor melalui aplikasi HaloMabBup hanya pengecer atau penjual BBM rumahan saja,” aku Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Dyah Saktiana melalui Kasubbag SDA Bagian Ekonomi Ratna Sari Nirwana.

Laporan itu jelas sulit ditindaklanjuti. Karena aturan Pusat, tidak memperbolehkan adanya jual-beli BBM eceran tanpa izin dari Pertamina.

Ditanya korelasi antara kenaikan harga Pertamax dengan antrean pembeli solar, Ratna mengaku belum melakukan uji lapangan. Apalagi yang diurusi pemkab hanya BBM bersubsidi. Sementara Pertamax bukan BBM yang mendapat subsidi.

Baca Juga :  Pohon Timpa Kabel Listrik, Warga Tutup Jalan

Menurutnya, setiap tahun Pemkab Kediri dengan Pertamina mengalokasikan jumlah BBM Subsidi yang akan diberikan selama satu tahun. Dan itu mempertimbangkan kebutuhan dalam jangka waktu tertentu.

“Kalau kelangkaan seperti yang sekarang terjadi, kemungkinan juga ada masalah di pengiriman.  Karena kami belum mendapatkan informasi bahwa kilang atau terminal minyak pengiriman ke Kediri sudah mencapai batas dalam satu bulan,” paparnya.

Wanita berjilbab ini memastikan, kendaraan-kendaraan yang berhak menggunakan biosolar subsidi tetap diprioritaskan. “Seperti UMKM, alat pertanian, kendaraan layanan umum, tetap akan kami prioritaskan agar tidak kekurangan,” terangnya.

Untuk diketahui, kelangkaan biosolar subsidi terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Kediri. Salah satu permasalahannya adalah pengiriman yang terlambat. Namun tidak sampai berhari-hari. (syi/fud)

Baca Juga :  Covid-19 di Kediri, Gudang Garam Serahkan Ambulans ke PMI

 

- Advertisement -

Salah satu efek domino terkait kenaikan harga Pertamax adalah harga-harga barang yang melangit. Pun, Pemkab Kediri berdalih, di wilayahnya kondisi itu belum terjadi. Setidaknya, bila mengacu pada laporan masyarakat ke bagian ekonomi.

“Malah yang lapor melalui aplikasi HaloMabBup hanya pengecer atau penjual BBM rumahan saja,” aku Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Dyah Saktiana melalui Kasubbag SDA Bagian Ekonomi Ratna Sari Nirwana.

Laporan itu jelas sulit ditindaklanjuti. Karena aturan Pusat, tidak memperbolehkan adanya jual-beli BBM eceran tanpa izin dari Pertamina.

Ditanya korelasi antara kenaikan harga Pertamax dengan antrean pembeli solar, Ratna mengaku belum melakukan uji lapangan. Apalagi yang diurusi pemkab hanya BBM bersubsidi. Sementara Pertamax bukan BBM yang mendapat subsidi.

Baca Juga :  Pohon Timpa Kabel Listrik, Warga Tutup Jalan

Menurutnya, setiap tahun Pemkab Kediri dengan Pertamina mengalokasikan jumlah BBM Subsidi yang akan diberikan selama satu tahun. Dan itu mempertimbangkan kebutuhan dalam jangka waktu tertentu.

“Kalau kelangkaan seperti yang sekarang terjadi, kemungkinan juga ada masalah di pengiriman.  Karena kami belum mendapatkan informasi bahwa kilang atau terminal minyak pengiriman ke Kediri sudah mencapai batas dalam satu bulan,” paparnya.

Wanita berjilbab ini memastikan, kendaraan-kendaraan yang berhak menggunakan biosolar subsidi tetap diprioritaskan. “Seperti UMKM, alat pertanian, kendaraan layanan umum, tetap akan kami prioritaskan agar tidak kekurangan,” terangnya.

Untuk diketahui, kelangkaan biosolar subsidi terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Kediri. Salah satu permasalahannya adalah pengiriman yang terlambat. Namun tidak sampai berhari-hari. (syi/fud)

Baca Juga :  Petani Asal Gampengrejo Nekat Gantung Diri dengan Kabel di Gudang

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/