29.8 C
Kediri
Thursday, June 30, 2022

Hujan Deras, Warga Kabupaten Kediri Harus Waspadai Bencana

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Warga Kabupaten Kediri masih harus terus mewaspadai ancaman bencana. Pasalnya, meski beberapa hari ini relatif tidak turun hujan deras, dalam beberapa hari ke depan intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi. Bencana tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang pun bisa terjadi setiap saat.

          Kasi Mitigasi Bencana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Saifudin Zuhri mengungkapkan, sesuai prakiraan cuaca dari Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan diprediksi naik sekitar 20 persen. “Ini yang kami waspadai. Seperti beberapa hari lalu sempat hujan deras,” ujar pria yang akrab disapa Udin ini.

          Untuk mengantisipasi terjadinya bencana, Udin menyebut BPBD Kabupaten Kediri sudah menginventarisasi dan mendata daerah yang rawan terdampak. Termasuk di Desa Blimbing, Mojo, yang Minggu (2/1) sore lalu terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

Menurut Udin, area perbukitan di sana juga masih terus dalam pengawasan BPBD Kabupaten Kediri. Anggota dan relawan BPBD yang ada di Mojo menurutnya tengah melakukan asesmen. Termasuk memetakan daerah mana saja yang tanahnya rawan bergerak dan bisa longsor.

Baca Juga :  Nikmati Keindahan Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) dengan Skuter Listrik

Hingga kemarin asesmen masih terus dilakukan. Di antaranya mengidentifikasi adanya retakan tanah yang berpotensi menyebabkan longsor. “Sekarang (kemarin, Red) masih dalam tahap penyelesaian (asesmen),” terangnya.

          Sebelumnya BPBD Kabupaten Kediri juga sudah mengidentifikasi adanya tanah bergerak di Desa Jugo, Mojo. Retakan tanah muncul setelah wilayah setempat dilanda hujan deras selama beberapa jam. Akibatnya, tanah gembur dan rawan terjadi longsor.

          Lebih jauh Udin menjelaskan, hujan deras yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan dipicu La Nina. “Makanya, yang terpenting adalah upaya pengurangan risiko bencana,” tandas Udin sembari menyebut warga yang tinggal di tiap desa rawan bencana rutin berkoordinasi terkait kondisib daerah masing-masing. Hal tersebut sekaligus memudahkan mitigasi.

Baca Juga :  Jalur Normal, Enam KA Beroperasi Lagi

          Terpisah, Kepala Desa (Kades) Blimbing, Mojo Juari menjelaskan, selain membangun infrastruktur darurat di lokasi longsor, warganya juga terus mengamati tebing-tebing rawan di daerah mereka. Terutama, mengidentifikasi retakan tanah yang timbul setelah wilayah setempat diguyur hujan deras.

          Selebihnya, Juari juga mengajak warganya yang tinggal di daerah rawan bencana untuk bisa tanggap bencana. Caranya, dengan mewaspadai fenomena alam di sekitar lingkungan dan melaporkannya ke pemdes.

Seperti diberitakan, longsor yang terjadi Minggu (2/1) lalu membuat jembatan penghubung desa rusak dan tertimbun tanah. Selain itu, dua rumah warga juga rusak terkena material longsor. Merespons hal tersebut, Bupati Hanindhito Himawan Pramana yang meninjau lokasi mengaku sudah memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membangun infrastruktur secara permanen. Termasuk menambah jaringan pipa untuk kebutuhan air bersih warga. (syi/ut)

 

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Warga Kabupaten Kediri masih harus terus mewaspadai ancaman bencana. Pasalnya, meski beberapa hari ini relatif tidak turun hujan deras, dalam beberapa hari ke depan intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi. Bencana tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang pun bisa terjadi setiap saat.

          Kasi Mitigasi Bencana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Saifudin Zuhri mengungkapkan, sesuai prakiraan cuaca dari Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan diprediksi naik sekitar 20 persen. “Ini yang kami waspadai. Seperti beberapa hari lalu sempat hujan deras,” ujar pria yang akrab disapa Udin ini.

          Untuk mengantisipasi terjadinya bencana, Udin menyebut BPBD Kabupaten Kediri sudah menginventarisasi dan mendata daerah yang rawan terdampak. Termasuk di Desa Blimbing, Mojo, yang Minggu (2/1) sore lalu terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

Menurut Udin, area perbukitan di sana juga masih terus dalam pengawasan BPBD Kabupaten Kediri. Anggota dan relawan BPBD yang ada di Mojo menurutnya tengah melakukan asesmen. Termasuk memetakan daerah mana saja yang tanahnya rawan bergerak dan bisa longsor.

Baca Juga :  Operasional Madek, Dishub Akan Adendum Kontrak

Hingga kemarin asesmen masih terus dilakukan. Di antaranya mengidentifikasi adanya retakan tanah yang berpotensi menyebabkan longsor. “Sekarang (kemarin, Red) masih dalam tahap penyelesaian (asesmen),” terangnya.

          Sebelumnya BPBD Kabupaten Kediri juga sudah mengidentifikasi adanya tanah bergerak di Desa Jugo, Mojo. Retakan tanah muncul setelah wilayah setempat dilanda hujan deras selama beberapa jam. Akibatnya, tanah gembur dan rawan terjadi longsor.

          Lebih jauh Udin menjelaskan, hujan deras yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan dipicu La Nina. “Makanya, yang terpenting adalah upaya pengurangan risiko bencana,” tandas Udin sembari menyebut warga yang tinggal di tiap desa rawan bencana rutin berkoordinasi terkait kondisib daerah masing-masing. Hal tersebut sekaligus memudahkan mitigasi.

Baca Juga :  Biar Saya Saja yang Kotor, Jangan Anak-Cucu

          Terpisah, Kepala Desa (Kades) Blimbing, Mojo Juari menjelaskan, selain membangun infrastruktur darurat di lokasi longsor, warganya juga terus mengamati tebing-tebing rawan di daerah mereka. Terutama, mengidentifikasi retakan tanah yang timbul setelah wilayah setempat diguyur hujan deras.

          Selebihnya, Juari juga mengajak warganya yang tinggal di daerah rawan bencana untuk bisa tanggap bencana. Caranya, dengan mewaspadai fenomena alam di sekitar lingkungan dan melaporkannya ke pemdes.

Seperti diberitakan, longsor yang terjadi Minggu (2/1) lalu membuat jembatan penghubung desa rusak dan tertimbun tanah. Selain itu, dua rumah warga juga rusak terkena material longsor. Merespons hal tersebut, Bupati Hanindhito Himawan Pramana yang meninjau lokasi mengaku sudah memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membangun infrastruktur secara permanen. Termasuk menambah jaringan pipa untuk kebutuhan air bersih warga. (syi/ut)

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/