24.3 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Kapolres Tegaskan Polisi Akan Ketatkan Operasi Penjual Miras

- Advertisement -

PARE, JP Radar Kediri – Polisi tak ingin kecolongan lagi dengan peristiwa pesta miras maut. Mereka bakal melakukan upaya pencegahan agar kejadian yang sama tak terulang. Salah satunya dengan lebih giat melakukan razia minuman keras (miras).

“Dengan kejadian kemarin kami akan memperketat operasi miras di wilayah hukum Polres Kediri,” tegas Kapolres AKBP Lukman Cahyono kemarin.

Menurut Lukman, polisi juga akan mengintensifkan komunikasi dengan institusi lain. Khususnya yang terkait dengan peredaran miras ini di masyarakat. Seperti dengan satuan polisi pamong praja (satpol PP). Apalagi soal peredaran dan pembuatan ini juga terkait dengan peraturan daerah (perda).

Sejatinya, aku Kapolres Lukman Cahyono, pihaknya terus rutin menggelar operasi miras. Termasuk menjelang tahun baru lalu. Sayangnya masih banyak penjual yang nekat melakukan perdagangan. Khususnya saat malam pergantian tahun yang identik dengan warga yang kumpul-kumpul.

“Sebenarnya malam tahun baru untuk kafe dan warung sudah kami imbau untuk tutup. Tetapi mereka untuk minum-minum beli di warung terus minumnya di rumah,” kilah Lukman.

- Advertisement -

Selain itu,    Lukman menyebutkan, jika para penjual miras itu melakukan transaksi secara sembunyi-sembunyi. Mereka sengaja menyimpannya di tempat yang aman. Sehingga tidak akan diketahui oleh masyarakat. Kecuali bagi pembeli yang sudah terbiasa dan mengetahui jika pemilik warung atau kafe menyeidakan miras.

Baca Juga :  Ekspedisi Peradaban Terpendam: Sejarah Jawa di Lereng Utara Kelud (1)

Polisi, masih menurut Lukman, sudah mengendus model distribusi para pedagang miras itu. Yaitu, mereka mendapatkan minuman tersebut secara door to door. “Biasanya mereka itu menukar miras yang didapatnya dengan cara menukarnya dengan makanan. Dan juga tidak mengetahui identitas pemasok secara jelas,” urainya.

Kini, setelah kasus miras kembali merenggut nyawa manusia, Lukman memperingatkan keras para penjual yang masih nekat. Bila mereka tetap nekat menjual sementara mengakibatkan kematian maka hukuman yang akan dikenakan jauh lebih berat. Tidak sekadar pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring). Tapi akan dikenakan pasal 204 KUHP. Yaitu tentang perbuatan melawan hukum karena menjual barang yang membahayakan jiwa dan kesehatan. Ancaman hukuman penjara minimal lima tahun.

Sementara itu, Lukman juga mengimbau kepada para peminum miras untuk menghindari adanya miras oplosan. “Untuk warga dan muda-mudi sebisa mungkin hindari kegiatan negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” sambungnya.

Terkait penyelidikan kasusnya, hingga kini petugas kepolisian masih mencari lagi tersangka yang diduga mengoplos miras tersebut. “Kami masih lakukan penyelidikan lagi terkait tersangka yang membuat cairan miras itu mematikan,” jelas Kapolsek Kepung Iptu Roni Robi.

Baca Juga :  Tiga Dipastikan Negatif, Dinkes Pantau Satu Orang

Pesta miras yang merenggut empat nyawa itu terjadi Kamis (31/12), tepatnya saat malam pergantian tahun. Sembilan pemuda yang berasal dari Dusun Besowo Timur berkumpul di poskamling. Mereka meminum miras oplosan dari arja dan minuman bersoda merek Tabs.

Setelah meminum miras oplosan tersebut, keempat pemuda tewas di waktu tidak bersamaan. Yakni dimulai pada Sabtu malam hingga Minggu pagi. sedangkan lima orang harus dirawat di RSKK karena mengalami gejala mual, pusing, dan mata buram. (luk/fud)

 

Agar Miras Maut Tak Terulang

 

–       Polisi akan perketat giat operasi miras terkait tewasnya empat pemuda yang pesta miras.

–       Penjual minuman dan kafe diminta untuk tidak menyediakan miras. Jika ada pembeli yang meninggal, akan dikenakan hukuman berdasarkan Pasal 204 KUHP.

–       Warga diimbau untuk menjauhi kegiatan negatif termasuk meminum miras dan mengoplosnya.

–       Hingga kini polisi masih mencari tersangka yang mengoplos miras.

 

 

- Advertisement -

PARE, JP Radar Kediri – Polisi tak ingin kecolongan lagi dengan peristiwa pesta miras maut. Mereka bakal melakukan upaya pencegahan agar kejadian yang sama tak terulang. Salah satunya dengan lebih giat melakukan razia minuman keras (miras).

“Dengan kejadian kemarin kami akan memperketat operasi miras di wilayah hukum Polres Kediri,” tegas Kapolres AKBP Lukman Cahyono kemarin.

Menurut Lukman, polisi juga akan mengintensifkan komunikasi dengan institusi lain. Khususnya yang terkait dengan peredaran miras ini di masyarakat. Seperti dengan satuan polisi pamong praja (satpol PP). Apalagi soal peredaran dan pembuatan ini juga terkait dengan peraturan daerah (perda).

Sejatinya, aku Kapolres Lukman Cahyono, pihaknya terus rutin menggelar operasi miras. Termasuk menjelang tahun baru lalu. Sayangnya masih banyak penjual yang nekat melakukan perdagangan. Khususnya saat malam pergantian tahun yang identik dengan warga yang kumpul-kumpul.

“Sebenarnya malam tahun baru untuk kafe dan warung sudah kami imbau untuk tutup. Tetapi mereka untuk minum-minum beli di warung terus minumnya di rumah,” kilah Lukman.

Selain itu,    Lukman menyebutkan, jika para penjual miras itu melakukan transaksi secara sembunyi-sembunyi. Mereka sengaja menyimpannya di tempat yang aman. Sehingga tidak akan diketahui oleh masyarakat. Kecuali bagi pembeli yang sudah terbiasa dan mengetahui jika pemilik warung atau kafe menyeidakan miras.

Baca Juga :  Tiga Dipastikan Negatif, Dinkes Pantau Satu Orang

Polisi, masih menurut Lukman, sudah mengendus model distribusi para pedagang miras itu. Yaitu, mereka mendapatkan minuman tersebut secara door to door. “Biasanya mereka itu menukar miras yang didapatnya dengan cara menukarnya dengan makanan. Dan juga tidak mengetahui identitas pemasok secara jelas,” urainya.

Kini, setelah kasus miras kembali merenggut nyawa manusia, Lukman memperingatkan keras para penjual yang masih nekat. Bila mereka tetap nekat menjual sementara mengakibatkan kematian maka hukuman yang akan dikenakan jauh lebih berat. Tidak sekadar pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring). Tapi akan dikenakan pasal 204 KUHP. Yaitu tentang perbuatan melawan hukum karena menjual barang yang membahayakan jiwa dan kesehatan. Ancaman hukuman penjara minimal lima tahun.

Sementara itu, Lukman juga mengimbau kepada para peminum miras untuk menghindari adanya miras oplosan. “Untuk warga dan muda-mudi sebisa mungkin hindari kegiatan negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” sambungnya.

Terkait penyelidikan kasusnya, hingga kini petugas kepolisian masih mencari lagi tersangka yang diduga mengoplos miras tersebut. “Kami masih lakukan penyelidikan lagi terkait tersangka yang membuat cairan miras itu mematikan,” jelas Kapolsek Kepung Iptu Roni Robi.

Baca Juga :  Keluarga Korban Sayangkan Netizen Sebar Foto Kecelakaan

Pesta miras yang merenggut empat nyawa itu terjadi Kamis (31/12), tepatnya saat malam pergantian tahun. Sembilan pemuda yang berasal dari Dusun Besowo Timur berkumpul di poskamling. Mereka meminum miras oplosan dari arja dan minuman bersoda merek Tabs.

Setelah meminum miras oplosan tersebut, keempat pemuda tewas di waktu tidak bersamaan. Yakni dimulai pada Sabtu malam hingga Minggu pagi. sedangkan lima orang harus dirawat di RSKK karena mengalami gejala mual, pusing, dan mata buram. (luk/fud)

 

Agar Miras Maut Tak Terulang

 

–       Polisi akan perketat giat operasi miras terkait tewasnya empat pemuda yang pesta miras.

–       Penjual minuman dan kafe diminta untuk tidak menyediakan miras. Jika ada pembeli yang meninggal, akan dikenakan hukuman berdasarkan Pasal 204 KUHP.

–       Warga diimbau untuk menjauhi kegiatan negatif termasuk meminum miras dan mengoplosnya.

–       Hingga kini polisi masih mencari tersangka yang mengoplos miras.

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/