27.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Pilbup Kediri 2020: Jalur Independen Sepi Peminat

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri telah membuka tahapan pencalonan perseorangan hampir satu bulan lalu. Hanya saja, hingga kemarin baru ada satu pasangan yang resmi menjadi bakal calon yang ditetapkan. Nama pasangan itu adalah Rahmad Mahmudi dan Khalid Suharto yang resmi mendapat akun Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

Komisioner KPU Kabupaten Kediri Bidang Teknis Penyelenggaraan Anwar Ansori menyampaikan bahwa resminya pasangan ini menjadi bacalon independen setelah mereka mendapat mandat user Silon. Itu terjadi pada 10 Desember lalu. Dan sejauh ini Anwar menyebut hanya beberapa orang yang tanya persyaratan. Namun belum sepenuhnya mengajukan diri.

“Sebenarnya sudah ada yang tanya tiga orang. Tapi belum sampai membuka silon,” terangnya.

Anwar menegaskan, yang resmi menjadi bacalon ini karena sudah menugaskan staf untuk membuka akun Silon. Itu nanti berfungsi untuk input data dukungan yang menjadi syarat calon perseorangan. Dan menurutnya itu menjadi syarat mutlak para calon perseorangan ikut dalam pemilihan bupati (pilbup) tahun 2020 ini.

Baca Juga :  Tahun Baru 2020: Rawan Padet lan Macet

Meski demikian, dua calon ini belum berada di posisi aman. Sebab bacalon dari jalur perseorangan harus mengisi lebih dari 80 ribu dukungan sebagai syarat wajib maju dari jalur perseorangan.

“Nanti input data pendukung yang tertera dalam form atau surat pernyataan dukungan. Yakni Form B.1/KWK.  Formulir itu dilampirkan foto kopi KTP dan tanda tangan pendukung,” jelasnya.

Data itu harus diisi manual dengan cara ditulis tangan. Untuk bakal calon perseorangan, diberi waktu hingga 20 Februari untuk mencari dukungan dengan jumlah yang ditetapkan. Jika tidak bisa memenuhi syarat itu, secara otomatis bacalon dinyatakan gagal dan tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya.

“Kami lakukan verifikasi faktual. Kalau terpenuhi, baru dinyatakan sah menjadi calon dari jalur perseorangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Partai Demokrat Dukung Mas Dhito Jadi Cabup Kediri 

Anwar menambahkan, hingga saat ini belum ada orang lain yang meminta akun silon. Namun, ia menyebut beberapa orang telah menanyakan cara dan persyaratan yang diberikan KPU.

Sejauh ini, pihaknya terus berkala melakukan monitoring. Termasuk sosialisasi tentang tata cara perseorangan. “Semua yang ingin maju lewat perseorangan tetap kami layani sebelum batas waktu yang ditetapkan,” ungkapnya.

Untuk bacalon yang sudah mendapat silon, Anwar menyebut terus memantau pergerakan dan progresnya. Termasuk memantau aplikasi ada masalah atau tidak. “Kalau ada masalah terkait kesulitan input data, bisa melapor,” pungkasnya.

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri telah membuka tahapan pencalonan perseorangan hampir satu bulan lalu. Hanya saja, hingga kemarin baru ada satu pasangan yang resmi menjadi bakal calon yang ditetapkan. Nama pasangan itu adalah Rahmad Mahmudi dan Khalid Suharto yang resmi mendapat akun Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

Komisioner KPU Kabupaten Kediri Bidang Teknis Penyelenggaraan Anwar Ansori menyampaikan bahwa resminya pasangan ini menjadi bacalon independen setelah mereka mendapat mandat user Silon. Itu terjadi pada 10 Desember lalu. Dan sejauh ini Anwar menyebut hanya beberapa orang yang tanya persyaratan. Namun belum sepenuhnya mengajukan diri.

“Sebenarnya sudah ada yang tanya tiga orang. Tapi belum sampai membuka silon,” terangnya.

Anwar menegaskan, yang resmi menjadi bacalon ini karena sudah menugaskan staf untuk membuka akun Silon. Itu nanti berfungsi untuk input data dukungan yang menjadi syarat calon perseorangan. Dan menurutnya itu menjadi syarat mutlak para calon perseorangan ikut dalam pemilihan bupati (pilbup) tahun 2020 ini.

Baca Juga :  Wali Kota Bagi Kiat Sukses, Bupati Beri Sepatu

Meski demikian, dua calon ini belum berada di posisi aman. Sebab bacalon dari jalur perseorangan harus mengisi lebih dari 80 ribu dukungan sebagai syarat wajib maju dari jalur perseorangan.

“Nanti input data pendukung yang tertera dalam form atau surat pernyataan dukungan. Yakni Form B.1/KWK.  Formulir itu dilampirkan foto kopi KTP dan tanda tangan pendukung,” jelasnya.

Data itu harus diisi manual dengan cara ditulis tangan. Untuk bakal calon perseorangan, diberi waktu hingga 20 Februari untuk mencari dukungan dengan jumlah yang ditetapkan. Jika tidak bisa memenuhi syarat itu, secara otomatis bacalon dinyatakan gagal dan tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya.

“Kami lakukan verifikasi faktual. Kalau terpenuhi, baru dinyatakan sah menjadi calon dari jalur perseorangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Lima Desa di Nganjuk Terancam Kekeringan, Mana Saja?

Anwar menambahkan, hingga saat ini belum ada orang lain yang meminta akun silon. Namun, ia menyebut beberapa orang telah menanyakan cara dan persyaratan yang diberikan KPU.

Sejauh ini, pihaknya terus berkala melakukan monitoring. Termasuk sosialisasi tentang tata cara perseorangan. “Semua yang ingin maju lewat perseorangan tetap kami layani sebelum batas waktu yang ditetapkan,” ungkapnya.

Untuk bacalon yang sudah mendapat silon, Anwar menyebut terus memantau pergerakan dan progresnya. Termasuk memantau aplikasi ada masalah atau tidak. “Kalau ada masalah terkait kesulitan input data, bisa melapor,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/