28.3 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Personel BPBD Kediri Ikut Tangani Bencana Semeru

KOTA, JP Radar Kediri-Puluhan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dan Kabupaten Kediri ikut terjun ke lokasi bencana letusan Gunung Semeru, Sabtu (4/12). Bergabung dengan tim Basarnas, mereka ikut mencari korban hilang kemarin.

          Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh mengungkapkan, pihaknya mengirimkan 13 personel ke lokasi bencana letugas Gunung Semeru. “Selain membantu di logistik, kami juga ikut mencari korban hilang bersama Basarnas,” kata Indun yang juga menyalurkan bantuan terpal dan selimut kepada warga terdampak tersebut.

          Indun yang baru tiba pukul 15.30 kemarin langsung memimpin anggotanya di lokasi bencana. Selain mencari orang hilang dan membantu di bidang logistik, pihaknya juga akan mendata jumlah pasti warga yang terdampak letusan. Termasuk kebutuhan pokok yang mendesak untuk pengungsi.  

Baca Juga :  Ogah GOR, BKD Pilih Gedung Wanita

          Berdasar pengamatannya, bantuan berupa makanan dan pakaian sangat dibutuhkan. Sebab, tidak sedikit warga yang meninggalkan rumah tanpa membawa pakaian dan makanan. “Bantuan seperti susu, popok, dan air bersih sangat dibutuhkan,” lanjut Indun sembari menyebut pihaknya akan mengirim bantuan ke Pronojiwo yang dianggap paling terdampak letusan Semeru.

          Sementara itu, BPBD Kabupaten Kediri juga mengirim delapan personelnya untuk membantu penanganan bencana letusan Semeru di Lumajang. Tim juga melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada warga Kabupaten Kediri yang menjadi korban. “Hasil sementara masih nihil. Tidak ada warga Kabupaten Kediri yang terdampak,” terangnya.

          Selain mengirimkan personel, Slamet menyebut pihaknya juga mengirim bantuan beras, makanan siap saji, dan selimut. Bantuan akan diserahkan ke Pemkab Lumajang agar bisa segera didistribusikan.

Baca Juga :  Lawan Risiko demi Selamatkan Nyawa

          Lebih jauh Slamet menegaskan, erupsi gunung Semeru Sabtu sore lalu tidak membuat Kabupaten Kediri terdampak. Abu dan pasir hanya berada di sekitar gunung Semeru.

          Kasi Mitigasi, Pencegahan Bencana, dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kediri Syaifudin Zuhri mengatakan, erupsi di gunung Semeru bersifat freatik. Sehingga awan panas erupsi berbeda dengan letusan gunung Kelud di Kediri pada 2014 silam. “Kalau di Kelud itu erupsi eksplosif,” paparnya.

          Dengan letusan yang bersifat freatik, dampaknya tak seluas letusan Kelud. Meski demikian, dia tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Termasuk mewaspadai bencana hidrometrologi yang rawan terjadi di musim hujan. (rq/syi/ut)

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri-Puluhan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dan Kabupaten Kediri ikut terjun ke lokasi bencana letusan Gunung Semeru, Sabtu (4/12). Bergabung dengan tim Basarnas, mereka ikut mencari korban hilang kemarin.

          Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh mengungkapkan, pihaknya mengirimkan 13 personel ke lokasi bencana letugas Gunung Semeru. “Selain membantu di logistik, kami juga ikut mencari korban hilang bersama Basarnas,” kata Indun yang juga menyalurkan bantuan terpal dan selimut kepada warga terdampak tersebut.

          Indun yang baru tiba pukul 15.30 kemarin langsung memimpin anggotanya di lokasi bencana. Selain mencari orang hilang dan membantu di bidang logistik, pihaknya juga akan mendata jumlah pasti warga yang terdampak letusan. Termasuk kebutuhan pokok yang mendesak untuk pengungsi.  

Baca Juga :  Rekanan Sebut WL dan DW Juga Dapat Jatah, Siapa Tuh..?

          Berdasar pengamatannya, bantuan berupa makanan dan pakaian sangat dibutuhkan. Sebab, tidak sedikit warga yang meninggalkan rumah tanpa membawa pakaian dan makanan. “Bantuan seperti susu, popok, dan air bersih sangat dibutuhkan,” lanjut Indun sembari menyebut pihaknya akan mengirim bantuan ke Pronojiwo yang dianggap paling terdampak letusan Semeru.

          Sementara itu, BPBD Kabupaten Kediri juga mengirim delapan personelnya untuk membantu penanganan bencana letusan Semeru di Lumajang. Tim juga melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada warga Kabupaten Kediri yang menjadi korban. “Hasil sementara masih nihil. Tidak ada warga Kabupaten Kediri yang terdampak,” terangnya.

          Selain mengirimkan personel, Slamet menyebut pihaknya juga mengirim bantuan beras, makanan siap saji, dan selimut. Bantuan akan diserahkan ke Pemkab Lumajang agar bisa segera didistribusikan.

Baca Juga :  Pemkab Usulkan 509 Formasi CPNS

          Lebih jauh Slamet menegaskan, erupsi gunung Semeru Sabtu sore lalu tidak membuat Kabupaten Kediri terdampak. Abu dan pasir hanya berada di sekitar gunung Semeru.

          Kasi Mitigasi, Pencegahan Bencana, dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kediri Syaifudin Zuhri mengatakan, erupsi di gunung Semeru bersifat freatik. Sehingga awan panas erupsi berbeda dengan letusan gunung Kelud di Kediri pada 2014 silam. “Kalau di Kelud itu erupsi eksplosif,” paparnya.

          Dengan letusan yang bersifat freatik, dampaknya tak seluas letusan Kelud. Meski demikian, dia tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Termasuk mewaspadai bencana hidrometrologi yang rawan terjadi di musim hujan. (rq/syi/ut)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/