23.6 C
Kediri
Tuesday, August 16, 2022

Tak Punya Sertifikat, Guru Gagal Mendaftar

- Advertisement -

NGANJUK – Pelamar formasi guru SD yang belum punya sertifikat pendidik, gagal mendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sebab, sistem sscn mewajibkan pelamar mengunggah dokumen pendukung tersebut. Karenanya, mereka tidak bisa melengkapi tahap pendaftaran dan tidak teregistrasi.

Tri Wahyuni, salah satu pelamar formasi guru SD mengatakan, dirinya gagal melanjutkan pendaftaran di tahap keempat. Di tahap itu, pelamar wajib mengunggah sejumlah dokumen. “Ada enam dokumen yang harus diunggah dengan ukuran masing-masing,” kata pendidik  asal Kecamatan Rejoso ini.

Dokumen pendukung itu terdiri dari sertifikat pendidik, ijazah asli dan surat keterangan akreditasi program studi (prodi). Kemudian, kartu tanda penduduk (KTP), pas foto, surat lamaran asli, dan transkrip nilai asli.

Lima dari enam dokumen itu sudah diunggah oleh Tri. Tetapi, dia tidak bisa mengunggah dokumen sertifikat pendidik karena belum memilikinya. Karena tidak bisa mengunggah satu dokumen itu, dia tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya. “Saya sempat bingung, yang harus diunggah apa,” lanjut perempuan berusia 25 tahun ini.           

Baca Juga :  Puluhan Warga Wilangan Jadi OTG

Tak mau menyerah, Tri pun mencoba beberapa kali. Tetapi, berkali-kali pula dia gagal di tahap ke empat. “Tidak boleh dikosongi,” terang guru honorer di SDN Rejoso ini.

- Advertisement -

Nasib serupa tidak hanya dialami oleh Tri. Melainkan banyak guru lain yang sama-sama belum punya sertifikat pendidik. Hal tersebut lantas ramai dibicarakan di grup Whatsapp (WA) guru honorer.

Dari sana, beberapa guru menyarankan untuk membuat surat pernyataan belum memiliki sertifikat. Setelah itu, surat tersebut di-scan dan diunggah di portal sscn.bkn.go.id.”Ini teman-teman juga mau mencoba membuat surat pernyataan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nganjuk Sudrajat mengatakan, sistem pendaftaran dibuat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Karenanya di daerah  tidak bisa berbuat apa-apa. “Kami hanya bisa menerima sistem yang sudah ada,” kata Sudrajat.

Baca Juga :  Germas Award 2019: Bentuk Satgas Bebas Asap Rokok

Terkait dengan kendala yang dihadapi pelamar, Sudrajat mengungkapkan, semua permasalahan sudah disampaikan ke BKN usai rapat BKD se-Jawa Timur (Jatim) di Kota Batu. “Mudah-mudahan bisa segera ada solusi,” harap plt kepala dinas penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu (DPMPTSP) Nganjuk ini.

Sampai kemarin, Sudrajat mengungkapkan, ada 1.585 pelamar yang masuk ke database BKD. Sehari sebelumnya, ada 1.276 pelamar. Itu berarti dalam sehari, ada penambahan pendaftar sebanyak 309 orang.

- Advertisement -

NGANJUK – Pelamar formasi guru SD yang belum punya sertifikat pendidik, gagal mendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sebab, sistem sscn mewajibkan pelamar mengunggah dokumen pendukung tersebut. Karenanya, mereka tidak bisa melengkapi tahap pendaftaran dan tidak teregistrasi.

Tri Wahyuni, salah satu pelamar formasi guru SD mengatakan, dirinya gagal melanjutkan pendaftaran di tahap keempat. Di tahap itu, pelamar wajib mengunggah sejumlah dokumen. “Ada enam dokumen yang harus diunggah dengan ukuran masing-masing,” kata pendidik  asal Kecamatan Rejoso ini.

Dokumen pendukung itu terdiri dari sertifikat pendidik, ijazah asli dan surat keterangan akreditasi program studi (prodi). Kemudian, kartu tanda penduduk (KTP), pas foto, surat lamaran asli, dan transkrip nilai asli.

Lima dari enam dokumen itu sudah diunggah oleh Tri. Tetapi, dia tidak bisa mengunggah dokumen sertifikat pendidik karena belum memilikinya. Karena tidak bisa mengunggah satu dokumen itu, dia tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya. “Saya sempat bingung, yang harus diunggah apa,” lanjut perempuan berusia 25 tahun ini.           

Baca Juga :  Musim Hujan, Terapkan Buka-Tutup di Kelud

Tak mau menyerah, Tri pun mencoba beberapa kali. Tetapi, berkali-kali pula dia gagal di tahap ke empat. “Tidak boleh dikosongi,” terang guru honorer di SDN Rejoso ini.

Nasib serupa tidak hanya dialami oleh Tri. Melainkan banyak guru lain yang sama-sama belum punya sertifikat pendidik. Hal tersebut lantas ramai dibicarakan di grup Whatsapp (WA) guru honorer.

Dari sana, beberapa guru menyarankan untuk membuat surat pernyataan belum memiliki sertifikat. Setelah itu, surat tersebut di-scan dan diunggah di portal sscn.bkn.go.id.”Ini teman-teman juga mau mencoba membuat surat pernyataan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nganjuk Sudrajat mengatakan, sistem pendaftaran dibuat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Karenanya di daerah  tidak bisa berbuat apa-apa. “Kami hanya bisa menerima sistem yang sudah ada,” kata Sudrajat.

Baca Juga :  Legislatif Minta Pemkot Cairkan Insentif GTT/PTT

Terkait dengan kendala yang dihadapi pelamar, Sudrajat mengungkapkan, semua permasalahan sudah disampaikan ke BKN usai rapat BKD se-Jawa Timur (Jatim) di Kota Batu. “Mudah-mudahan bisa segera ada solusi,” harap plt kepala dinas penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu (DPMPTSP) Nganjuk ini.

Sampai kemarin, Sudrajat mengungkapkan, ada 1.585 pelamar yang masuk ke database BKD. Sehari sebelumnya, ada 1.276 pelamar. Itu berarti dalam sehari, ada penambahan pendaftar sebanyak 309 orang.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/