26.9 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Info Korona di Kediri: Dua Sembuh, OTG Positif Dibawa ke RS Kilisuci

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kabar baik datang dari penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri. Dua orang pasien positif dipastikan sembuh. Setelah beberapa kali tes swab yang dilakukan menyatakan dua orang tersebut negatif Covid-19 berturut-turut.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib mengungkapkan, dua orang pasien terkonfirmasi positif yang telah dinyatakan sembuh tersebut salah satunya warga Desa Dungus, Kecamatan Kunjang. Pasien ini merupakan klaster Sampoerna yang sebelumnya berada di Surabaya.

“Dan satu lagi warga Desa Sumberbendo, Kecamatan Pare,” jelas Chotib. Untuk warga Desa Sumberbendo ini masuk dalam klaster desa setempat. Sejauh ini dari tracing belum ditemukan kontak dengan pasien positif dari klaster lain. Hanya saja untuk klaster Desa Sumberbendo ini Chotib menyampaikan masih ada 2 orang dari total 3 kasus.

“Dari pemeriksaan laboratorium, hasil swab yang dilakukan pada dua pasien tersebut terkonfirmasi negatif,” jelas Chotib.

Kabar kesembuhan dua pasien tersebut menurut Chotib tak terlepas dari penanganan tenaga medis dan gugus tugas selama ini. Pasien secara rutin dipantau untuk tetap menaati protokol kesehatan yang disarankan pemerintah.

Hanya, jumlah pasien positif di Kabupaten Kediri juga masih bertambah. Setelah mengalami lonjakan dengan 35 kasus dalam sehari, kemarin ada satu tambahan pasien positif. Yaitu warga Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang. Saat ini yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri. “Kasus ini merupakan klaster Maspion Sidoarjo,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tanggul Jebol, Air Sungai Meluap

Dengan demikian, saat ini terdapat 151 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Rinciannya 132 orang dirawat, 11 orang sembuh, dan 8 orang meninggal. Dari seluruh klaster yang terdapat di Kabupaten Kediri saat ini pabrik rokok Mustika Tulungagung yang masih mendominasi dengan 43 kasus. Disusul klaster Desa Kedak dengan 27 kasus. Dan ada yang masuk klaster baru yakni 22 orang.

“Klaster baru ini masih dilakukan tracing, sehingga belum diketahui riwayat penularannya,” jelas Chotib.

Sementara itu, satu tambahan pasien positif korona di Kota Kediri kemarin (4/6) dibawa ke RS Kilisuci. Pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG) ini merupakan klaster pabrik rokok Mustika Tulungagung.

“Sudah dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 13.00 tadi (kemarin, Red),” terang Jubir GTPP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Berdasarkan data dari GTPP, pasien paling bontot ini beralamat di Kelurahan Tamanan. Merupakan pasien positif ketiga dari kelurahan tersebut. Namun berbeda lokasi RT dan RW-nya. Dua sebelumnya juga merupakan karyawan pabrik rokok tersebut.

Baca Juga :  Bahu-membahu Bantu Sembako Lingkungan Terdampak Covid-19

“Protokol apabila ada yang terkonfirmasi juga sudah dilakukan,” imbuhnya.

Kini, dengan tambahan satu pasien tersebut, sudah ada 46 warga Kota Kediri yang dinyatakan positif Covid-19. Karena itu pihak pemkot, menurut Fauzan, tak bosan-bosannya mengingatkan pola hidup sehat yang harus dilakukan warganya. “Cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan juga keluar (rumah) apabila mendesak menggunakan masker,” ujarnya mengingatkan.

Pesan senada diperkuat oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Wali Kota Abu bahkan menegaskan banyaknya OTG yang harus diwaspadai warga kota.

Saat ini Pemkot Kediri terus menyosialisasikan protokol kesehatan melalui aparat penegak perda, satpol PP. Upaya itu untuk terus menekan angka penyebaran dan memutus rantai Covid-19.

Dalam beberapa hari ini satpol PP terus melakukan patroli. Mengawasi pelaksanaan peraturan yang mengharuskan toko dan tempat usaha tutup apabila sudah menunjukkan pukul 22.00.

 “Patroli pagi-malam juga terus dilakukan. Datang ke pusat keramaian dan dilihat apakah (pengunjung) sudah menerapkan protokol kesehatan 3 plus. Apabila tidak menaati akan diberikan sanksi,” terang Kabid Trantibum Satpol PP Nur Khamid.

 

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kabar baik datang dari penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri. Dua orang pasien positif dipastikan sembuh. Setelah beberapa kali tes swab yang dilakukan menyatakan dua orang tersebut negatif Covid-19 berturut-turut.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib mengungkapkan, dua orang pasien terkonfirmasi positif yang telah dinyatakan sembuh tersebut salah satunya warga Desa Dungus, Kecamatan Kunjang. Pasien ini merupakan klaster Sampoerna yang sebelumnya berada di Surabaya.

“Dan satu lagi warga Desa Sumberbendo, Kecamatan Pare,” jelas Chotib. Untuk warga Desa Sumberbendo ini masuk dalam klaster desa setempat. Sejauh ini dari tracing belum ditemukan kontak dengan pasien positif dari klaster lain. Hanya saja untuk klaster Desa Sumberbendo ini Chotib menyampaikan masih ada 2 orang dari total 3 kasus.

“Dari pemeriksaan laboratorium, hasil swab yang dilakukan pada dua pasien tersebut terkonfirmasi negatif,” jelas Chotib.

Kabar kesembuhan dua pasien tersebut menurut Chotib tak terlepas dari penanganan tenaga medis dan gugus tugas selama ini. Pasien secara rutin dipantau untuk tetap menaati protokol kesehatan yang disarankan pemerintah.

Hanya, jumlah pasien positif di Kabupaten Kediri juga masih bertambah. Setelah mengalami lonjakan dengan 35 kasus dalam sehari, kemarin ada satu tambahan pasien positif. Yaitu warga Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang. Saat ini yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri. “Kasus ini merupakan klaster Maspion Sidoarjo,” ungkapnya.

Baca Juga :  Batasi Aktivitas, Pemkot Kediri Terapkan Jam Malam

Dengan demikian, saat ini terdapat 151 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Rinciannya 132 orang dirawat, 11 orang sembuh, dan 8 orang meninggal. Dari seluruh klaster yang terdapat di Kabupaten Kediri saat ini pabrik rokok Mustika Tulungagung yang masih mendominasi dengan 43 kasus. Disusul klaster Desa Kedak dengan 27 kasus. Dan ada yang masuk klaster baru yakni 22 orang.

“Klaster baru ini masih dilakukan tracing, sehingga belum diketahui riwayat penularannya,” jelas Chotib.

Sementara itu, satu tambahan pasien positif korona di Kota Kediri kemarin (4/6) dibawa ke RS Kilisuci. Pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG) ini merupakan klaster pabrik rokok Mustika Tulungagung.

“Sudah dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 13.00 tadi (kemarin, Red),” terang Jubir GTPP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Berdasarkan data dari GTPP, pasien paling bontot ini beralamat di Kelurahan Tamanan. Merupakan pasien positif ketiga dari kelurahan tersebut. Namun berbeda lokasi RT dan RW-nya. Dua sebelumnya juga merupakan karyawan pabrik rokok tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Akan Terapkan WFH Lagi

“Protokol apabila ada yang terkonfirmasi juga sudah dilakukan,” imbuhnya.

Kini, dengan tambahan satu pasien tersebut, sudah ada 46 warga Kota Kediri yang dinyatakan positif Covid-19. Karena itu pihak pemkot, menurut Fauzan, tak bosan-bosannya mengingatkan pola hidup sehat yang harus dilakukan warganya. “Cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan juga keluar (rumah) apabila mendesak menggunakan masker,” ujarnya mengingatkan.

Pesan senada diperkuat oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Wali Kota Abu bahkan menegaskan banyaknya OTG yang harus diwaspadai warga kota.

Saat ini Pemkot Kediri terus menyosialisasikan protokol kesehatan melalui aparat penegak perda, satpol PP. Upaya itu untuk terus menekan angka penyebaran dan memutus rantai Covid-19.

Dalam beberapa hari ini satpol PP terus melakukan patroli. Mengawasi pelaksanaan peraturan yang mengharuskan toko dan tempat usaha tutup apabila sudah menunjukkan pukul 22.00.

 “Patroli pagi-malam juga terus dilakukan. Datang ke pusat keramaian dan dilihat apakah (pengunjung) sudah menerapkan protokol kesehatan 3 plus. Apabila tidak menaati akan diberikan sanksi,” terang Kabid Trantibum Satpol PP Nur Khamid.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/