24.4 C
Kediri
Saturday, August 13, 2022

Dua Bulan Terjadi 17 Bencana Alam di Kediri

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mencatatat selama Januari dan Februari 2019 telah terjadi 17 bencana. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, terdapat 17 bencana alam. Sebanyak 14 di antaranya adalah bencana angin puting beliung. Lalu, dua kejadian tanah longsor dan satu bencana banjir.

“Bencana mudah datang, menyusul di sepanjang bulan Januari hingga April mendatang,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira, kemarin.

Lokasi yang sering terjadi bencana angin puting beliung, menurutnya, adalah daerah Pare dan Purwoasri. Sedangkan untuk bencana alam longsor di daerah Kecamatan Mojo. Bahkan BPBD Kabupaten Kediri telah menetapkan Mojo merupakan daerah paling rawan terjadi tanah longsor. Terutama ketika hujan deras. Terlebih lagi, titik longsor berdekatan dengan permukiman warga.

Baca Juga :  Info CPNS: Tes Hanya Sehari, Kota Kediri Tambah Komputer

“Saat musim penghujan ini rawan akan segala bencana. Di antaranya angin kencang, longsor, hingga banjir,” papar Randy.

- Advertisement -

Petugas BPBD mengimbau, agar masyarakat senantiasa waspada dan tanggap akan bencana yang dapat terjadi kapan saja. Meminimalisasi kejadian pohon tumbang ketika sedang hujan berangin, Randy meminta, warga melaporkan bila terdapat pohon kering atau yang sudah rapuh. Sehingga segera dilakukan penebangan.

Akibat kejadian bencana alam tersebut, rata-rata warga mengalami kerugian karena mengalami kerusakan bangunan. Di mana rumah mereka rusak akibat tertimpa tanah longsor. Tidak hanya itu, juga lantaran pohon tumbang akibat angin puting beliung. “Kami memberi bantuan berupa peralatan rumah tangga,” tutur Randy

Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, peralatan kesehatan, hingga peralatan dapur. Sedangkan untuk bantuan fisik, BPBD berkoordinasi dengan instansi terkait yang berwenang. Seperti dinas pekerjaaan umum dan dinas lain yang berwenang.

Baca Juga :  Bledug Kelud Cari AmanĀ 

 

 

- Advertisement -

KEDIRI KABUPATEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mencatatat selama Januari dan Februari 2019 telah terjadi 17 bencana. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, terdapat 17 bencana alam. Sebanyak 14 di antaranya adalah bencana angin puting beliung. Lalu, dua kejadian tanah longsor dan satu bencana banjir.

“Bencana mudah datang, menyusul di sepanjang bulan Januari hingga April mendatang,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira, kemarin.

Lokasi yang sering terjadi bencana angin puting beliung, menurutnya, adalah daerah Pare dan Purwoasri. Sedangkan untuk bencana alam longsor di daerah Kecamatan Mojo. Bahkan BPBD Kabupaten Kediri telah menetapkan Mojo merupakan daerah paling rawan terjadi tanah longsor. Terutama ketika hujan deras. Terlebih lagi, titik longsor berdekatan dengan permukiman warga.

Baca Juga :  Hari Terakhir, Pendaftaran Diperpanjang Kembali?

“Saat musim penghujan ini rawan akan segala bencana. Di antaranya angin kencang, longsor, hingga banjir,” papar Randy.

Petugas BPBD mengimbau, agar masyarakat senantiasa waspada dan tanggap akan bencana yang dapat terjadi kapan saja. Meminimalisasi kejadian pohon tumbang ketika sedang hujan berangin, Randy meminta, warga melaporkan bila terdapat pohon kering atau yang sudah rapuh. Sehingga segera dilakukan penebangan.

Akibat kejadian bencana alam tersebut, rata-rata warga mengalami kerugian karena mengalami kerusakan bangunan. Di mana rumah mereka rusak akibat tertimpa tanah longsor. Tidak hanya itu, juga lantaran pohon tumbang akibat angin puting beliung. “Kami memberi bantuan berupa peralatan rumah tangga,” tutur Randy

Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, peralatan kesehatan, hingga peralatan dapur. Sedangkan untuk bantuan fisik, BPBD berkoordinasi dengan instansi terkait yang berwenang. Seperti dinas pekerjaaan umum dan dinas lain yang berwenang.

Baca Juga :  1 Sura, Pengurus Petilasan Joyoboyo Hanya Gelar Upacara Kecil

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/