23.6 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Belum Bisa Bagikan BLT Tahap III

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dana desa (DD) tahap III untuk ratusan desa di Nganjuk sudah cair keseluruhan awal November ini. Meski demikian, pemerintah desa (pemdes) tetap belum bisa menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) tahap III kepada warga. Pasalnya, peraturan bupati (perbup) sebagai dasar hukum pencairan masih belum selesai.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Ngepung, Patianrowo, Hendra Wahyu. Meski sudah menerima DD tahap III, kades muda itu belum berani membagikan BLT tahap III. “Masih menunggu perbup baru. Saya belum berani menyalurkan BLT DD,” ujar Hendra.

Hal senada juga disampaikan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Nganjuk Dedy Nawan. Menurutnya mayoritas desa belum berani mencairkan BLT DD tahap III karena belum ada kejelasan payung hukum. Jika dipaksakan dicairkan sekarang, mereka khawatir akan membawa masalah di belakang hari.

Baca Juga :  Tradisi Khas Ponpes Sepanjang Ramadan (5)

Pemdes, lanjut Dedi, akan mengikuti regulasi dari Pemkab Nganjuk. “Kami di desa masih menunggu instruksi,” tuturnya kepada JP Radar Nganjuk. Dedy mengklaim semua proses sudah dilalui. Termasuk perubahan anggaran lewat musyawarah khusus yang dilakukan dua kali pada bulan Agustus dan Oktober lalu.

Selain BLT tahap III, menurut Dedy pihak desa sudah menyalurkan BLT DD tahap II pada Juli hingga September lalu. Penyaluran BLT DD tersebut menurutnya menggunakan perbup lama.

Adapun untuk BLT DD tahap III menurutnya tidak bisa menggunakan perbup yang sama. Sebab, BLT tahap III disalurkan hingga Desember nanti. “BLT DD tahap III sudah beda. Regulasinya juga ikut berubah,” beber kepala Desa Gejakan, Loceret ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DMPD) Haris Jatmiko tidak mempersoalkan bila ada desa yang sudah menyalurkan BLT DD tahap II. Dia menyebut, aturannya sudah ada. Bantuan tersebut untuk jangka waktu tiga bulan selama bulan Juli sampai September.

Baca Juga :  Bingung Gaji, Rencana Perekrutan P3K Masih Rancu

BLT DD tahap II menurut Haris juga bersumber dari anggaran DD tahap III. Meski demikian, khusus untuk BLT tahap III mulai Oktober sampai Desember belum bisa didistribusikan karena saat ini aturannya masih diproses.

“Saya belum bisa memastikan waktunya (penyelesaian perbup, Red), kami upayakan secepatnya,” tandasnya sembari menyebut pembahasan sudah hampir rampung tetapi masih memerlukan koreksi sebelum ditetapkan.

Sementara itu, meski ratusan desa sudah merevisi APBDes mereka setelah ada kebijakan penyaluran BLT tahap III, sejumlah banner terkait pemanfaatan APBDes yang dipasang pemdes masih menggunakan rencana anggaran belanja (RAB) lama. Setidaknya di sana belum tertuang peruntukan penyaluran BLT DD.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dana desa (DD) tahap III untuk ratusan desa di Nganjuk sudah cair keseluruhan awal November ini. Meski demikian, pemerintah desa (pemdes) tetap belum bisa menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) tahap III kepada warga. Pasalnya, peraturan bupati (perbup) sebagai dasar hukum pencairan masih belum selesai.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Ngepung, Patianrowo, Hendra Wahyu. Meski sudah menerima DD tahap III, kades muda itu belum berani membagikan BLT tahap III. “Masih menunggu perbup baru. Saya belum berani menyalurkan BLT DD,” ujar Hendra.

Hal senada juga disampaikan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Nganjuk Dedy Nawan. Menurutnya mayoritas desa belum berani mencairkan BLT DD tahap III karena belum ada kejelasan payung hukum. Jika dipaksakan dicairkan sekarang, mereka khawatir akan membawa masalah di belakang hari.

Baca Juga :  Penggelap Pajero Divonis 1,5 Tahun

Pemdes, lanjut Dedi, akan mengikuti regulasi dari Pemkab Nganjuk. “Kami di desa masih menunggu instruksi,” tuturnya kepada JP Radar Nganjuk. Dedy mengklaim semua proses sudah dilalui. Termasuk perubahan anggaran lewat musyawarah khusus yang dilakukan dua kali pada bulan Agustus dan Oktober lalu.

Selain BLT tahap III, menurut Dedy pihak desa sudah menyalurkan BLT DD tahap II pada Juli hingga September lalu. Penyaluran BLT DD tersebut menurutnya menggunakan perbup lama.

Adapun untuk BLT DD tahap III menurutnya tidak bisa menggunakan perbup yang sama. Sebab, BLT tahap III disalurkan hingga Desember nanti. “BLT DD tahap III sudah beda. Regulasinya juga ikut berubah,” beber kepala Desa Gejakan, Loceret ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DMPD) Haris Jatmiko tidak mempersoalkan bila ada desa yang sudah menyalurkan BLT DD tahap II. Dia menyebut, aturannya sudah ada. Bantuan tersebut untuk jangka waktu tiga bulan selama bulan Juli sampai September.

Baca Juga :  Satu Positif, Satu Lagi Sembuh

BLT DD tahap II menurut Haris juga bersumber dari anggaran DD tahap III. Meski demikian, khusus untuk BLT tahap III mulai Oktober sampai Desember belum bisa didistribusikan karena saat ini aturannya masih diproses.

“Saya belum bisa memastikan waktunya (penyelesaian perbup, Red), kami upayakan secepatnya,” tandasnya sembari menyebut pembahasan sudah hampir rampung tetapi masih memerlukan koreksi sebelum ditetapkan.

Sementara itu, meski ratusan desa sudah merevisi APBDes mereka setelah ada kebijakan penyaluran BLT tahap III, sejumlah banner terkait pemanfaatan APBDes yang dipasang pemdes masih menggunakan rencana anggaran belanja (RAB) lama. Setidaknya di sana belum tertuang peruntukan penyaluran BLT DD.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/