23.3 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Anomali Cuaca, Petani Wajib Ekstrawaspada

- Advertisement -

Mulai pertengahan Juni lalu, petani bawang merah atau brambang di Kabupaten Nganjuk melakukan tanam serentak. Memasuki minggu ketiga, dengan curah hujan yang masih ada membuat resah petani brambang. Karena anomali cuaca itu membuat hama terutama ulat mulai menyerang.

Serangan hama ulat terjadi di semua tanaman bawang merah. Di Desa Selorejo, Kecamatan Bagor, ulat menyerang brambang yang masih berusia 15 hari. Roni, 50, petani brambang mengatakan, ulat tersebut jika dibiarkan akan membuat brambang mati. “Bisa rugi besar,” ujarnya.

Untuk membunuh ulat brambang, Roni melakukan penyemprotan pestisida. Tidak mudah untuk membunuh ulat yang menyerang brambang. Karena ulat bersembunyi di lipatan daun. “Harus rata menyemprotnya agar mati,” ujarnya.

Baca Juga :  Menabrak Pembatas Jembatan, Pemuda Tewas

Petani brambang ini mengatakan, ulat yang masih ada di brambang bisa mempengaruhi produksi. Brambang tidak bisa besar. Akibatnya, petani bisa rugi.

Untuk mengetahui ada tidaknya ulat di brambang, Roni mengaku tidak sulit. Ada bercak-bercak di daun brambang. Kemudian, daunnya terlihat rapuh. “Harus segera disemprot pestisida jika tidak mau ulat memakan daun brambang,” ujarnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Kabid Hortikultura Dinas Pertanian (Dispertan) Nganjuk Agus Sulis mengatakan, serangan ulat brambang sudah terjadi saat ini. Namun, tanaman brambang yang diserang masih belum banyak. “Kami terus memantaunya,” ujarnya.

Agus meminta, petani brambang untuk berkoordinasi dengan penyuluh pertanian. Harapannya, serangan ulat tidak membuat petani rugi. “Petani harus tetap waspada pada serangan ulat ini,” pintanya.

Baca Juga :  Satpol PP Tangkap ODGJ di Begadung, Kecamatan Nganjuk
- Advertisement -

Mulai pertengahan Juni lalu, petani bawang merah atau brambang di Kabupaten Nganjuk melakukan tanam serentak. Memasuki minggu ketiga, dengan curah hujan yang masih ada membuat resah petani brambang. Karena anomali cuaca itu membuat hama terutama ulat mulai menyerang.

Serangan hama ulat terjadi di semua tanaman bawang merah. Di Desa Selorejo, Kecamatan Bagor, ulat menyerang brambang yang masih berusia 15 hari. Roni, 50, petani brambang mengatakan, ulat tersebut jika dibiarkan akan membuat brambang mati. “Bisa rugi besar,” ujarnya.

Untuk membunuh ulat brambang, Roni melakukan penyemprotan pestisida. Tidak mudah untuk membunuh ulat yang menyerang brambang. Karena ulat bersembunyi di lipatan daun. “Harus rata menyemprotnya agar mati,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengangguran Bisa Naik Belasan Ribu Orang

Petani brambang ini mengatakan, ulat yang masih ada di brambang bisa mempengaruhi produksi. Brambang tidak bisa besar. Akibatnya, petani bisa rugi.

Untuk mengetahui ada tidaknya ulat di brambang, Roni mengaku tidak sulit. Ada bercak-bercak di daun brambang. Kemudian, daunnya terlihat rapuh. “Harus segera disemprot pestisida jika tidak mau ulat memakan daun brambang,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Hortikultura Dinas Pertanian (Dispertan) Nganjuk Agus Sulis mengatakan, serangan ulat brambang sudah terjadi saat ini. Namun, tanaman brambang yang diserang masih belum banyak. “Kami terus memantaunya,” ujarnya.

Agus meminta, petani brambang untuk berkoordinasi dengan penyuluh pertanian. Harapannya, serangan ulat tidak membuat petani rugi. “Petani harus tetap waspada pada serangan ulat ini,” pintanya.

Baca Juga :  Amankan Manusia Silver di Taman PKK

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/