23.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Bupati Kediri Sidak Pos Pemadaman Kebakaran, Begini Evaluasinya

KABUPATEN, JP Radar Kediri –Jumlah pos pantau petugas pemadamkan kebakaran (PMK) di Kabupaten Kediri masih belum memadai. Dengan total 26 kecamatan, pos pantau baru ada di Kecamatan Pare. Menyikapi masalah tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berencana menambah pos pantau PMK.

Hal tersebut diungkapkan bupati muda itu saat melakukan sidak ke pos pantau PMK di Pare, kemarin siang. Menurutnya, dengan luas Kabupaten Kediri yang terdiri dari puluhan kecamatan, pos pantau PMK yang hanya ada di Pare, dianggap kurang mencukupi. 

Terutama, jika terjadi kebakaran di wilayah barat sungai, menurut pria yang akrab disapa Dhito itu akan sulit di jangkau. “Ini yang kami harapkan nanti diubah. Apakah perlu ditambah unit baru (mobil PMK, Red) atau dibuat pos pantau baru di barat sungai,” ujarnya.    

Baca Juga :  Paviliun RS SLG untuk Perawatan Covid

Melihat kondisi sarana dan prasarana di kantor PMK Kabupaten Kediri, menurut Dhito yang mendesak adalah penambahan mobil pemadam kebakaran. Setidaknya, menurut Dhito perlu satu unit mobil kebakaran baru. 

Pengadaan kendaraan tersebut menurutnya akan dianggarkan di perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini atau APBD 2022. “Mobil (pemadam kebakaran, Red) dan pos pantau akan kami pecah. Tidak harus ke Pare,” bebernya. 

Kabid Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri Budyo Tjahyono menambahkan, pihaknya telah mengusulkan penambahan pos pantau di Kecamatan Grogol. Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangan keberadaan bandara.

Apalagi, di sana satpol PP juga memiliki aset bekas kantor pembantu bupati. “Tinggal menempati saja,” tuturnya tentang bangunan kantor lama yang tidak dimanfaatkan tersebut.

Baca Juga :  Jalan Tol Kediri-Tulungagung Terjang Sekolah hingga Kampus

Selain di Grogol, menurut Budyo pihaknya pernah mengusulkan dua lokasi pos pantau lainnya. Yakni, di Ngadiluwih dan Simpang Lima Gumul (SLG). Khusus untuk SLG, pos pantau direncanakan menempati bangunan terminal yang belum terpakai.

Dengan luas wilayah mencapai 138.605 hektare, menurut Budyo idealnya ada enam pos pantau. Selain di Pare, dan tiga alternatif lokasi tersebut, ada dua pos pantau PMK yang juga harus didirikan. Yaitu, di Papar dan di pendapa Pemkab Kediri. “Penambahan pos pantau juga terkendala jumlah personel,” tegasnya sembari menyebut tiap pos pantau membutuhkan sembilan personel. (wi/ut)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri –Jumlah pos pantau petugas pemadamkan kebakaran (PMK) di Kabupaten Kediri masih belum memadai. Dengan total 26 kecamatan, pos pantau baru ada di Kecamatan Pare. Menyikapi masalah tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berencana menambah pos pantau PMK.

Hal tersebut diungkapkan bupati muda itu saat melakukan sidak ke pos pantau PMK di Pare, kemarin siang. Menurutnya, dengan luas Kabupaten Kediri yang terdiri dari puluhan kecamatan, pos pantau PMK yang hanya ada di Pare, dianggap kurang mencukupi. 

Terutama, jika terjadi kebakaran di wilayah barat sungai, menurut pria yang akrab disapa Dhito itu akan sulit di jangkau. “Ini yang kami harapkan nanti diubah. Apakah perlu ditambah unit baru (mobil PMK, Red) atau dibuat pos pantau baru di barat sungai,” ujarnya.    

Baca Juga :  Banjir Terjang Lima Kecamatan di Kota Angin

Melihat kondisi sarana dan prasarana di kantor PMK Kabupaten Kediri, menurut Dhito yang mendesak adalah penambahan mobil pemadam kebakaran. Setidaknya, menurut Dhito perlu satu unit mobil kebakaran baru. 

Pengadaan kendaraan tersebut menurutnya akan dianggarkan di perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini atau APBD 2022. “Mobil (pemadam kebakaran, Red) dan pos pantau akan kami pecah. Tidak harus ke Pare,” bebernya. 

Kabid Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri Budyo Tjahyono menambahkan, pihaknya telah mengusulkan penambahan pos pantau di Kecamatan Grogol. Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangan keberadaan bandara.

Apalagi, di sana satpol PP juga memiliki aset bekas kantor pembantu bupati. “Tinggal menempati saja,” tuturnya tentang bangunan kantor lama yang tidak dimanfaatkan tersebut.

Baca Juga :  Paviliun RS SLG untuk Perawatan Covid

Selain di Grogol, menurut Budyo pihaknya pernah mengusulkan dua lokasi pos pantau lainnya. Yakni, di Ngadiluwih dan Simpang Lima Gumul (SLG). Khusus untuk SLG, pos pantau direncanakan menempati bangunan terminal yang belum terpakai.

Dengan luas wilayah mencapai 138.605 hektare, menurut Budyo idealnya ada enam pos pantau. Selain di Pare, dan tiga alternatif lokasi tersebut, ada dua pos pantau PMK yang juga harus didirikan. Yaitu, di Papar dan di pendapa Pemkab Kediri. “Penambahan pos pantau juga terkendala jumlah personel,” tegasnya sembari menyebut tiap pos pantau membutuhkan sembilan personel. (wi/ut)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/