23.3 C
Kediri
Thursday, August 11, 2022

Satpam Tewas di Mobil Damkar

NGANJUK-Sejumlah pekerja di PT Mitra Saruta Indonesia, di Desa Gempol, Rejoso, kemarin pagi geger. Pasalnya, M. Ali Maskur, 41, asal Desa Cepoko, Berbek, ditemukan tewas di dalam mobil pemadam kebakaran milik perusahaannya. Pria yang bekerja sebagai satpam itu diduga meninggal karena sakit.

          Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, Rabu (3/4) malam, Ali mendapat giliran jaga hingga pukul 03.00 bersama dua temannya. Sebelum Subuh, dia berpamitan kepada temannya untuk beristirahat.

          Agar tidak terganggu, dia memilih tidur di dalam mobil pemadam kebakaran. Dua teman Ali lainnya beristirahat dengan jarak sekitar delapan meter.

          Sekitar pukul 05.00, dua teman Ali sudah bangun. Tetapi, tak seperti biasanya, dia tetap belum keluar dari mobil. Tanti Hendari, 40, teman Ali asal Desa Senjayan, Gondang mendatanginya.

Baca Juga :  Info PPDB Kediri: Verifikasi Kolektif Harus Patuhi Protokol Kesehatan

          Begitu membuka pintu mobil, dia langsung terkejut. Sebab, posisi tubuh Ali tak karuan. Badannya dalam posisi miring. Kemudian, kepalanya di bawah jok mobil dan kakinya di setang kemudi. “Saksi masih berusaha membangunkan korban,” ujar Kapolsek Rejoso AKP Burhanudin.  

          Beberapa kali dipanggil namanya, Ali sama sekali tak merespons. Tanti yang ketakutan lantas memanggil tiga temannya. Saat itulah diketahui jika Ali sudah tewas. Badannya kaku dan tidak lagi bernafas.

          Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke pihak perusahaan dan diteruskan ke Polsek Rejoso. “Kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi,” terang perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

Baca Juga :  Tunjuk Pelaksana Tugas di Lima Kecamatan

          Dalam olah tempat kejadian perkara (tkp), polisi sama sekali tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan atau tanda kekerasan. Diduga korban meninggal karena sakit.

          Apalagi, menurut keterangan keluarganya, Ali memiliki riwayat epilepsi. “Diduga korban meninggal akibat penyakit epilepsinya kambuh dan tidak ada yang mengetahuinya,” imbuh Burhan.

          Setelah memastikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban, Burhan langsung menyerahkan jenazah Ali ke pihak keluarga untuk dimakamkan. “Keluarga tidak berkenan jika jasadnya diotopsi. Makanya, langsung diserahkan,” tandas Burhan.

- Advertisement -

NGANJUK-Sejumlah pekerja di PT Mitra Saruta Indonesia, di Desa Gempol, Rejoso, kemarin pagi geger. Pasalnya, M. Ali Maskur, 41, asal Desa Cepoko, Berbek, ditemukan tewas di dalam mobil pemadam kebakaran milik perusahaannya. Pria yang bekerja sebagai satpam itu diduga meninggal karena sakit.

          Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, Rabu (3/4) malam, Ali mendapat giliran jaga hingga pukul 03.00 bersama dua temannya. Sebelum Subuh, dia berpamitan kepada temannya untuk beristirahat.

          Agar tidak terganggu, dia memilih tidur di dalam mobil pemadam kebakaran. Dua teman Ali lainnya beristirahat dengan jarak sekitar delapan meter.

          Sekitar pukul 05.00, dua teman Ali sudah bangun. Tetapi, tak seperti biasanya, dia tetap belum keluar dari mobil. Tanti Hendari, 40, teman Ali asal Desa Senjayan, Gondang mendatanginya.

Baca Juga :  Proyek Jembatan Mrican: Lebar Jalan ke Jembatan Baru Mrican 16 Meter

          Begitu membuka pintu mobil, dia langsung terkejut. Sebab, posisi tubuh Ali tak karuan. Badannya dalam posisi miring. Kemudian, kepalanya di bawah jok mobil dan kakinya di setang kemudi. “Saksi masih berusaha membangunkan korban,” ujar Kapolsek Rejoso AKP Burhanudin.  

          Beberapa kali dipanggil namanya, Ali sama sekali tak merespons. Tanti yang ketakutan lantas memanggil tiga temannya. Saat itulah diketahui jika Ali sudah tewas. Badannya kaku dan tidak lagi bernafas.

          Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke pihak perusahaan dan diteruskan ke Polsek Rejoso. “Kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi,” terang perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

Baca Juga :  Puluhan Baterai LPJU Solar Cell Lenyap, Begini Kata Dishub Nganjuk

          Dalam olah tempat kejadian perkara (tkp), polisi sama sekali tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan atau tanda kekerasan. Diduga korban meninggal karena sakit.

          Apalagi, menurut keterangan keluarganya, Ali memiliki riwayat epilepsi. “Diduga korban meninggal akibat penyakit epilepsinya kambuh dan tidak ada yang mengetahuinya,” imbuh Burhan.

          Setelah memastikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban, Burhan langsung menyerahkan jenazah Ali ke pihak keluarga untuk dimakamkan. “Keluarga tidak berkenan jika jasadnya diotopsi. Makanya, langsung diserahkan,” tandas Burhan.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/